OTODRIVER - Sebagai pasar yang terus berkembang, segmen kendaraan listrik nasional mulai menunjukkan akselerasi penerimaan yang semakin positif dari konsumen.
Berdasarkan data Gaikindo, pasar EV nasional mencapai 13% dari total penjualan mobil nasional sepanjang 2025.
Dalam periode tersebut, BYD menjadi pemimpin di segmen kendaraan listrik dengan mencatatkan penjualan lebih dari 54.000 unit dan menguasai 52% pangsa pasar EV nasional.
Capaian tersebut tidak bertumpu pada satu model tertentu, melainkan ditopang oleh portofolio produk yang mengisi berbagai segmen sekaligus mulai dari sedan, hatchback, SUV, city car, MPV keluarga, hingga premium MPV.
Model seperti BYD Seal mewakili segmen sedan listrik, BYD Dolphin hadir di segmen hatchback kompak untuk mobilitas perkotaan, BYD ATTO 3 memperkuat lini SUV kompak, sementara BYD Sealion 7 berada di segmen SUV premium. BYD M6 hadir untuk memenuhi kebutuhan MPV keluarga dengan kenyamanan dan jarak tempuh yang panjang. Di sisi lain, Denza D9 mengisi segmen MPV premium, dan BYD ATTO 1 sebagai fenomenal model hadir di segmen city car EV yang menjadi pilihan kendaraan listrik yang lebih ringkas dan terjangkau. Keberagaman segmen ini menunjukkan bagaimana BYD membangun portofolio produk yang luas sebagai fondasi pertumbuhan pasarnya di Indonesia.

Berjaya di Indonesia, Meraja di Dunia
Secara keseluruhan, pertumbuhan BYD mencerminkan kekuatan portofolio yang lengkap dalam memenuhi kebutuhan di semua segmen kendaraan.
Di tingkat global, posisi BYD juga semakin menguat. Mengutip dari BBC, BYD pun mampu mengakhiri dominasi hampir satu dekade Tesla dengan mencatat penjualan 2,26 juta kendaraan listrik, jauh di atas Tesla yang hanya mencapai 1.64 juta unit.
Pada tahun 2025 ini juga BYD mencetak sejarah dengan diproduksinya New Energy Vehicle (NEV) ke-15 juta. Pabrikan yang bermarkas di Shenzhen, Guangdong, China ini pun membukukan penjualan global 4,6 juta unit NEV dan telah hadir di 119 negara. Tidak hanya itu, BYD juga menorehkan pencapaian penting di pasar internasional dengan total ekspor kendaraan yang menembus lebih dari 1 juta unit, menegaskan ekspansi globalnya yang semakin luas.
Masuk ke perkembangan pasar Indonesia di awal 2026 juga menunjukkan momentum yang semakin kuat. Berdasarkan data Gaikindo, total pasar otomotif nasional pada Januari 2026 tercatat naik sekitar 7% menjadi lebih dari 66.000 unit wholesales (gabungan passenger vehicle dan commercial vehicle), dibandingkan 62.000 unit pada Januari 2025.
Pertumbuhan yang lebih signifikan terlihat di segmen kendaraan listrik. Pasar EV nasional seluruh merek melonjak lebih dari empat kali lipat menjadi sekitar 10.000 unit pada Januari 2026, dari sekitar 2.500 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan ini mencerminkan percepatan adopsi kendaraan listrik yang semakin luas di berbagai segmen konsumen.
Dalam periode yang sama, BYD mencatat peningkatan penjualan yang lebih agresif. Penjualan Januari 2026 mencapai sekitar 5.200 unit, naik hampir lima kali lipat dibandingkan sekitar 1.100 unit pada Januari 2025. Pencapaian tersebut turut mendorong pangsa pasar BYD melampaui setengah dari pangsa pasar di segmen kendaraan listrik nasional.
Kinerja ini menjadi sinyal positif dalam mengawali tahun 2026, sekaligus menunjukkan bahwa pertumbuhan pasar kendaraan listrik tidak hanya meningkat secara volume, tetapi juga semakin kompetitif dengan ekspansi produk dan penerimaan konsumen yang kian luas.

Inovasi Dan Revolusi Teknologi
Selama lebih dari tiga dekade, BYD mengakselerasi performanya dengan berbagai inovasi dan transformasi teknologi berkelanjutan.
Didukung 123.000 tenaga riset dan pengembangan (R&D) dan lebih dari 65.000 paten yang diajukan, BYD mampu mengakserasi teknologi secara signifikan dan mengeksekusi produknya dengan efisien. Alhasil, mobil BYD menjadi salah satu yang paling canggih dengan harga yang cukup bersaing.
Dalam dunia EV, BYD memberikan terobosan besar, mulai dari Blade Battery hingga e-Platform yang dirancang untuk memberikan keselamatan maksimal, efisien dan nyaman. Selain itu hadir pula inovasi pengisian daya super cepat yang mereka sebut sebagai Megawatt Charging System dengan arsitektur 1.000V Super e-Platform dan chip Silicon Carbide (SiC), yang memungkinkan pengisian daya hingga 400 kWh hanya dalam 5 menit. (AB)










