OTODRIVER - BYD Indonesia kembali menegaskan keseriusannya di pasar mobil listrik tanah air lewat kehadiran Atto 1, dan varian Dynamic menjadi pintu masuk paling rasional bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik.
Dengan banderol Rp 199 juta, BYD Atto 1 Dynamic mengukuhkan diri sebagai salah satu EV paling terjangkau yang ditawarkan merek besar dengan teknologi baterai terdepan.
Kehadirannya juga menjadi solusi hemat. Ketika biaya perawatan bisa lebih murah 54-70% ketimbang memiliki mobil konvensional.
Efisiensi BYD Atto 1 tidak hanya terasa dari konsumsi energi, tetapi juga dari biaya pengisian listrik yang lebih murah dibandingkan BBM, perawatan yang lebih sederhana karena minim komponen mekanis hingga tidak adanya emisi gas buang.
Biaya kepemilikan BYD Atto 1 tercatat lebih murah dibandingkan mobil ICE di segmen yang sama. Ambil contoh kasus, untuk penggunaan bensin harian sebuah city car dengan jarak tempuh rata-rata 40 km. Jika mengisi bensin pertalite dengan harga Rp 10 ribu/liter, maka biaya yang dikeluarkan harian sebesar Rp 20 ribu dan bulanan sebesar Rp 600 ribu/liter, lalu Rp 7,2 juta pertahun.
Sedangkan untuk Atto 1 dengan jarak tempuh yang sama hanya membutuhkan biaya pengisian daya sebesar Rp 12 ribuan perhari dan Rp 371 ribuan perbulan dan Rp 4,4 jutaan pertahun. Dengan catatan biaya pengisian listrik /kWh Rp 2.630 di SPKLU.
Lebih murah lagi jika menggunakan Home Charging dengan biaya per kWh Rp 1.447. Dengan jarak tempuh yang sama, hanya mengeluarkan Rp 6.809 perhari, Rp 204.282 perbulan dan Rp 2.451.388 pertahun.
Sedangkan untuk biaya maintenance, ICE membutuhkan biaya Rp 2 juta untuk 20.000 km ditambah Rp 3 juta tax. Lantas untuk Atto 1 biaya maintenance 20.000 km Rp 1 juta dan tax Rp 150 ribu.

Nah sekarang bicara soal penampilannya, dimensinya yang kompak membuat mobil ini terasa pas untuk lalu lintas kota besar yang padat dan sempit.
Proporsinya tidak berlebihan, dengan garis bodi membulat yang memberi kesan ramah sekaligus futuristis.
Lampu depan sudah mengusung teknologi LED lengkap dengan DRL, sementara velg alloy 16 inci cukup untuk menunjang tampilan.
Ground clearance yang relatif aman juga membuatnya tidak mudah khawatir saat menghadapi polisi tidur atau jalan rusak khas perkotaan.
Masuk ke bagian penggerak, Atto 1 Dynamic dibekali motor listrik yang menghasilkan tenaga sekitar 55 kW atau 75 PS dengan torsi 135 Nm. Karakter yang ditawarkan jelas bukan untuk mengejar kecepatan tinggi, melainkan respons instan yang sangat terasa saat start dari posisi diam.
Sumber energinya berasal dari baterai Blade khas BYD berkapasitas sekitar 30.08 kWh. Klaim jarak tempuhnya mencapai 300 km dalam pengujian NEDC, angka yang secara realistis masih sangat memadai untuk kebutuhan harian.
Interior Atto 1 Dynamic mengedepankan fungsionalitas. Interior dilengkapi dengan banyak soft touch, sehingga memberikan rasa mewah. Kemudian ia dilengkapi dengan layar infotainment berukuran 10,1 inci sebagai pusat kendali.
Sistem hiburan ini sudah mendukung konektivitas smartphone, sementara panel instrumen digital menyajikan informasi penting dengan tampilan yang mudah dibaca. Material kabinnya tergolong premium karena banyaknya soft touch, dengan harga yang ditawarkan, ia terasa solid. Ruang kabin depan terasa lega, sementara baris belakang masih nyaman untuk penggunaan jarak pendek hingga menengah.
Sebagai varian dasar, fitur kenyamanan yang disematkan tidak berlebihan. Namun ia merupakan mobil paling safety dengan harga di bawah Rp 200 juta. Keyless entry dan start sudah tersedia.
Urusan keselamatan, BYD Atto 1 Dynamic dibekali perlengkapan standar yang tergolong memadai. Empat airbag, dual disc brake, sistem pengereman ABS, EBD, ESC (Electric Stability Control), serta ISOFIX untuk kursi anak sudah menjadi perlengkapan bawaan. Paket keselamatan (safety) ini sudah yang terbaik di kelasnya untuk penggunaan sehari-hari diperkotaan. (AB)










