OTODRIVER – Dalam pergerakan arus mudik di musim libur Lebaran 2026 muncul sejumlah fenomena baru.
Pertama, ada arus pergerakan pemudik dalam jumlah besar yang terjadi usai dilakukannya shalat Ied.
Kedua, berdasarkan prakiraan dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyebutkan arus balik mudik Lebaran akan mengalami peningkatan secara bertahap menuju Jakarta khususnya yang aka melintasi jalur tol Trans Jawa.
Sebagaimana dijelaskan oleh Juru Bicara Satuan Tugas Humas Operasi Ketupat 2026, Komisaris Besar Polisi Marupa Sagala, ada prediksi puncak arus balik akan terjadi dalam dua tahap, yakni pada 24 Maret 2026 serta 28–29 Maret 2026.
Hal tersebut diutarakannya pekan ini (23/3), seperti dikutip dari Antara, dimana Polri mengimbau kepada masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan lebih baik dan memanfaatkan kebijakan yang ada agar perjalanan dapat dilakukan secara bertahap.
Berdasarkan data volume lalu lintas pada Minggu (22/3) pukul 06.00 WIB hingga 22.00 WIB, kendaraan yang masuk ke Jakarta tercatat sebanyak 122.994 atau turun 3,66 persen dibandingkan kondisi normal, namun meningkat 3,73 persen dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya.
Sementara, jumlah kendaraan yang keluar Jakarta melalui empat gerbang tol utama mencapai 168.159 atau meningkat 65,79 persen dibandingkan volume normal dan naik 2,06 persen dibandingkan Lebaran tahun 2025.
Dalam mendukung kelancaran arus mudik dan balik, Polri mengoptimalkan pemantauan melalui CCTV, kalkulasi volume arus lalu lintas secara real time, serta koordinasi lintas sektor dengan Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, dan Jasa Raharja.
Salah satu langkah antisipasi dari pihak Polri bersama pemangku kepentingan terkait yaitu akan menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional.
Termasuk kebijakan contraflow serta one way lokal maupun nasional, untuk ruas jalur tol Trans Jawa jadwalnya mulai 24 Maret 2026 dari KM 414 hingga KM 70. Jarak keduanya sekitar 344 kilometer.
Titik KM 414 juga dikenal sebagai GT Kalikangkung di wilayah Kabupaten Semarang, sementara KM 70 berada di kawasan Kabupaten Karawang.
Selain itu, dia mengatakan masyarakat juga dapat memanfaatkan jalur alternatif melalui ruas Tol Jakarta–Cikampek II Selatan.
Pertimbangan itu untuk menghindari kepadatan di jalur utama, yang pada segmen tertentu dapat digunakan secara gratis selama Operasi Ketupat 2026. (EW)











