Pekerja di Pabrik Hyundai dan Kia Korsel Mogok Massal, Butuh Jaminan dari Persaingan Dengan AI

Para pekerja juga disebut menuntut bonus yang lebih besar serta perlindungan pekerjaan yang lebih baik dari dampak otomatisasi dan kecerdasan artifisial (AI).
Penulis: Ahmad Biondi
Senin, 24 Agustus 2026 14:45 WIB
Berita - Pekerja di Pabrik Hyundai dan Kia Korsel Mogok Massal, Butuh Jaminan dari Persaingan Dengan AI

Hyundai Elantra salah satu sedan terlaris di Korea Selatan. (Foto : Otodriver/Suryo Sudjatmiko)

Bagikan ke:
Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Karyawan Hyundai dan Kia di Korea Selatan meninggalkan lini perakitan dalam aksi mogok kerja penuh pertama mereka dalam satu dekade, bergabung dengan para pekerja dari perusahaan pemasok yang sama-sama menuntut upah lebih baik dan kepastian kerja.

Seperti dilansir Carscoops, Sabtu (21/8) waktu setempat melaporkan, sekitar 40.000 anggota serikat pekerja Hyundai diperkirakan akan melakukan mogok, dan sejumlah dari mereka melakukan perjalanan ke kantor pusat perusahaan untuk menggelar aksi di luar gedung.

Mogok kerja selama satu hari itu bertujuan menyoroti tuntutan mereka untuk menaikkan batas usia pensiun wajib yang saat ini berada di level 60 tahun.

Para pekerja juga disebut menuntut bonus yang lebih besar serta perlindungan pekerjaan yang lebih baik dari dampak otomatisasi dan kecerdasan artifisial (AI).

Hal tersebut semakin penting karena perusahaan tengah bersiap mulai menggunakan robot dari Boston Dynamics di pabrik-pabriknya pada 2028.

Foto - Pekerja di Pabrik Hyundai dan Kia Korsel Mogok Massal, Butuh Jaminan dari Persaingan Dengan AI
Kia EV2 sedang digarap di Korea Selatan. (Foto : Otodriver/Ahmad Biondi)

Hal ini secara alami menimbulkan kekhawatiran bahwa robot pada akhirnya dapat menggantikan pekerja manusia sebagai upaya memangkas biaya dan meningkatkan produktivitas.

Pada Juli, produsen otomotif tersebut mengatakan robot Atlas diperkirakan mulai beroperasi di Hyundai Motor Group Metaplant America dalam dua tahun dan pada awalnya akan mendukung tugas pengurutan komponen.

Namun, perusahaan memperkirakan kemampuan robot tersebut akan meningkat seiring waktu dan pada akhirnya dapat melakukan perakitan komponen pada 2030.

“Mogok ini untuk melindungi akar industri otomotif Korea dan menegakkan martabat tenaga kerja," ujar Ketua Korean Metal Workers’ Union Park Sang-man.

Serikat pekerja tersebut juga mencatat bahwa aksi mogok bersama itu melibatkan karyawan dari sekitar 50 lokasi.

Mogok kerja ini merupakan yang terbaru dari serangkaian gangguan ketenagakerjaan yang dimulai pada Juli dan dilaporkan melibatkan aksi mogok sebagian. Upaya tersebut disebut telah berdampak pada produksi sekitar 55.200 kendaraan dengan nilai lebih dari 1,67 miliar dolar AS (sekitar Rp29,47 triliun). (AB)

#hyundai #kia #mogok-massal #mobil-baru-hyundai-dan-kia #pabrik-hyundai #spesifikasi-hyundai

Ahmad Biondi

Editor

Pria necis yang hobi olahraga ini sudah menjadi jurnalis otomotif sejak 2009. Berpengalaman menguji dan mereview banyak...

Bagikan ke:
Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.