OTODRIVER – Pembangunan fasilitas produksi milik BYD di Subang, Jawa Barat, disebut telah memasuki tahap persiapan akhir. Pabrikan kendaraan listrik asal Tiongkok itu menargetkan pabrik tersebut segera siap digunakan untuk memproduksi mobil listrik yang akan dipasarkan di Indonesia maupun kawasan regional.
President Director BYD Motor Indonesia, Eagle Zhou, mengatakan bahwa saat ini perusahaan tengah menyelesaikan berbagai persiapan teknis sebelum fasilitas tersebut beroperasi penuh.
“Pabrik kami sudah dalam tahap persiapan akhir, baik secara teknis maupun line produksi. Kami berharap nantinya lebih banyak volume kendaraan yang keluar dari pabrik lokal kami,” ujar Zhou di Jakarta, Senin (9/3).
Menurutnya, sejumlah tahapan penting sudah diselesaikan sejak akhir tahun lalu. Salah satunya adalah perolehan sertifikasi dari pemerintah yang memungkinkan fasilitas tersebut memasuki tahap penyesuaian peralatan produksi.
“Pada akhir tahun lalu kami sudah mendapatkan sertifikasi penting dari pemerintah. Mulai kuartal pertama ini, kami sudah bisa menyelaraskan sisi alat produksi untuk memastikan model yang diproduksi sesuai standar global,” tambahnya.
Zhou juga menegaskan bahwa pihaknya akan segera memberikan informasi lebih lanjut kepada publik dan media terkait jadwal operasional pabrik serta model kendaraan yang akan diproduksi secara lokal.
Sebelumnya, BYD menyatakan bahwa fasilitas produksi kendaraan listrik di Subang terus mendekati tahap penyelesaian. Proyek ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat basis manufaktur kendaraan listrik di Indonesia.
Perusahaan juga memastikan bahwa proses pembangunan pabrik berjalan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan. Hingga saat ini, progres konstruksi di lapangan disebut tidak menemui kendala berarti.
Pada akhir 2025 lalu, BYD menyampaikan bahwa fasilitas manufaktur tersebut ditargetkan sudah dapat mulai beroperasi pada awal 2026. Dengan demikian, pabrik ini diharapkan segera berkontribusi pada peningkatan kapasitas produksi kendaraan listrik BYD di Indonesia.
Kehadiran fasilitas ini sekaligus menjadi langkah penting bagi BYD dalam memperluas ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air, termasuk memperkuat rantai pasok serta meningkatkan potensi ekspor dari Indonesia. (IP)










