OTODRIVER - Pimpinan Chery, Yin Tongyue, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka terkait masalah kualitas produk Chery di Malaysia. Ia menegaskan bahwa perusahaan harus bertanggung jawab kepada konsumen dan lebih serius dalam membangun bisnis di pasar internasional.
Mengutip video yang diunggah situs China, Sohu, Yin menyampaikan pernyataan tersebut dalam ajang World Intelligent Connected Vehicles Conference (WICV) pada 21 Oktober 2026. Ia mengakui adanya masalah kualitas kendaraan Chery di Malaysia dan mengungkapkan bahwa dirinya telah meminta maaf secara langsung kepada Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia pada hari yang sama.

Yin mengatakan, Chery telah mengambil tanggung jawab atas permasalahan yang dialami konsumennya. Ia juga menekankan bahwa ekspansi ke pasar internasional bukan sekadar mencari keuntungan dari negara lain, melainkan membangun bisnis yang kuat dan berkelanjutan.
Menurutnya, produsen otomotif yang ingin berekspansi ke luar negeri harus tetap rendah hati, tidak berlebihan dalam mempromosikan diri, serta menghormati hukum, regulasi, dan praktik bisnis setempat.
“Tujuan kami pergi ke luar negeri bukan untuk meraup keuntungan dalam waktu singkat, melainkan untuk berakar dan mengembangkan pasar tersebut dalam jangka panjang. Kami harus menghormati hukum, regulasi, dan praktik bisnis setempat. Tanpa persiapan yang matang, ekspansi ke luar negeri bisa berujung pada kegagalan yang merugikan. Alih-alih berekspansi, kami justru bisa terkubur di sana,” ujar Yin.
Masalah As Roda Omoda 5 Jadi Sorotan
Permintaan maaf tersebut muncul setelah masalah kualitas Chery di Malaysia kembali menjadi sorotan. Pada 11 Oktober 2026, sebuah Chery Omoda 5 dilaporkan mengalami insiden as roda belakang terlepas dari kendaraan. Foto dan informasi mengenai kejadian tersebut kemudian ramai beredar di media sosial.
Departemen Transportasi Jalan Malaysia (JPJ) merespons dengan menangguhkan sementara persetujuan tipe kendaraan atau Vehicle Type Approval (VTA) untuk Omoda 5. Kebijakan ini membuat registrasi unit baru dihentikan sementara hingga investigasi teknis selesai dan potensi risiko keselamatan dapat diidentifikasi.
Chery Malaysia kemudian mengeluarkan pernyataan resmi pada 12 Oktober. Dua hari berselang, perusahaan mengumumkan detail terbaru mengenai kampanye penarikan kendaraan atau recall yang mencakup total 8.878 unit Omoda 5, meliputi varian C dan H.
Sebagai informasi, Omoda 5 sudah tidak lagi dipasarkan setelah digantikan oleh Chery O5 pada September 2025. Model penggantinya menggunakan suspensi belakang multi-link, berbeda dari Omoda 5 yang mengandalkan konstruksi torsion beam.
Insiden serupa sebenarnya pernah terjadi pada April 2024. Saat itu, sebuah Omoda 5 juga dilaporkan mengalami as roda belakang terlepas. Chery Malaysia kemudian melakukan recall terhadap 600 unit untuk mengganti komponen terkait, sebelum JPJ turut mengeluarkan pemberitahuan penarikan kendaraan.
Sementara di Indonesia sendiri, pihak Chery mengkonfirmasi belum ditemukannya insiden serupa seperti di Malaysia. (AW)









