Insentif EV Berubah, Industri Otomotif Tunggu Kepastian Kebijakan Baru

Industri otomotif Indonesia tunggu kepastian perubahan insentif EV 2026. Pemerintah tetap komitmen dukung EV meski hentikan PPN Ditanggung Pemerintah dan bea masuk.
Penulis: Ilham Pratama
Kamis, 12 Februari 2026 07:41 WIB
Berita - Insentif EV Berubah, Industri Otomotif Tunggu Kepastian Kebijakan Baru

Mobil Listrik di IIMS 2026 (Foto : Ilham Pratama)

Bagikan ke:
Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Dialog Industri Otomotif Nasional bertema “Insentif EV Dihapus, Kemana Arah Masa Depan Industri Otomotif di Indonesia?” digelar dalam rangkaian Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 pada Selasa (11/2).

Forum ini membahas arah kebijakan fiskal kendaraan listrik di tengah rencana perubahan skema insentif pemerintah.

Ketua Tim Kerja Industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) Kementerian Perindustrian, Patia Jungjungan Monangdo, menegaskan pemerintah tetap berkomitmen mendukung perkembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Dirinya menyebut draft insentif terbaru saat ini masih berada di Kementerian Keuangan untuk menunggu persetujuan. “Kami juga masih menunggu terkait keputusan tersebut,” ujar Patia.

Menurutnya, kendaraan listrik masih memperoleh sejumlah fasilitas, salah satunya PPnBM 0 persen melalui skema Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) sebagaimana diatur dalam PP No. 74 Tahun 2021 dan Permenperin No. 36 Tahun 2021.

Selain itu, kendaraan listrik juga mendapat insentif berupa tarif 0 persen untuk Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) I serta Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Meski demikian, mulai 2026 pemerintah berencana menghentikan sebagian insentif, termasuk PPN Ditanggung Pemerintah sebesar 10 persen serta pembebasan bea masuk 0 persen untuk kendaraan listrik impor CBU dan CKD. Kebijakan ini berpotensi memengaruhi harga jual kendaraan listrik di pasar.

Dari sisi industri, Deputy CEO of Sales & Network Development VinFast Indonesia, Davy Tuilan, mengatakan pelaku usaha masih menunggu kepastian regulasi.

“Kami masih menantikan kejelasan kebijakan insentif dan berharap pengumumannya dapat dilakukan dalam waktu dekat guna memberikan kepastian bagi industri maupun konsumen,” katanya.

Sebagai catatan, tren elektrifikasi justru menunjukkan pertumbuhan kuat saat ini. Sepanjang 2025 penjualan kendaraan listrik nasional meningkat sekitar 70 persen menjadi 175 ribu unit.

Segmen Battery Electric Vehicle (BEV) mencatat lonjakan tertinggi, naik dari 43 ribu unit pada 2024 menjadi 104 ribu unit pada 2025 atau tumbuh 141 persen.

Selain itu, saat ini populasi kendaraan listrik di Indonesia diperkirakan mencapai 330 ribu unit, terdiri dari sekitar 200 ribu sepeda motor listrik dan 100 ribu mobil penumpang.

Angka tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dalam dua tahun terakhir, menandakan adopsi teknologi elektrifikasi terus menguat meski kebijakan fiskal mulai memasuki fase penyesuaian. (IP)

#mobil-listrik #iims-2026

Bagikan ke:
Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.