Human Error di Jalan Masih Jadi Penyebab Utama Kecelakaan Bus dan Truk, Apa Solusinya?

Human error masih penyebab utama kecelakaan bus truk di Indonesia, ungkap KNKT. Solusi: pelatihan pengemudi, perawatan kendaraan, dan sistem operasional.
Penulis: Ilham Pratama
Sabtu, 11 April 2026 08:45 WIB
Berita - Human Error di Jalan Masih Jadi Penyebab Utama Kecelakaan Bus dan Truk, Apa Solusinya?
Bagikan ke:
Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Faktor manusia masih menjadi penyebab utama kecelakaan transportasi darat di Indonesia. Seperti disebutkan Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Ahmad Wildan.

Dalam panel diskusi yang digelar PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) di ajang GIICOMVEC 2026, JIEXPO Kemayoran, Jakarta pada Kamis (9/4), Wildan juga menyebut penyebab lainnya.

Di mana menurutnya hasil investigasi KNKT menunjukkan bahwa persoalan keselamatan tidak hanya dipengaruhi oleh pengemudi, tetapi juga kondisi kendaraan serta sistem operasional yang diterapkan oleh perusahaan transportasi.

“Berdasarkan hasil investigasi KNKT, human factor masih menjadi penyebab utama kecelakaan. Selain itu, kondisi kendaraan dan sistem operasional juga berpengaruh. Karena itu peningkatan kompetensi driver serta manajemen perawatan kendaraan menjadi kunci penting dalam meningkatkan keselamatan transportasi,” jelas Ahmad Wildan, Senior Investigator KNKT.

Dirinya juga menyoroti masih rendahnya pemahaman sebagian pengemudi terhadap fitur keselamatan pada kendaraan niaga, khususnya sistem pengereman pada bus dan truk.

“Pernah saya berkunjung ke sebuah perusahaan dan menanyakan para pengemudi mengenai sistem keselamatan di kendaraannya. Saya cukup terkejut, karena saat saya tanyakan, tak ada satu pun yang paham mengenai sistem pengereman di kendaraan mereka. Kebanyakan mereka hanya tahu cara menjalankannya saja, bukan memahami fungsinya lebih lanjut,” paparnya.

Dari sisi prinsipal, Hino menegaskan bahwa pelatihan pengemudi dan perawatan kendaraan harus dipandang sebagai investasi keselamatan jangka panjang.

“Pengemudi kendaraan niaga memiliki tanggung jawab besar. Pelatihan yang berkelanjutan akan meningkatkan kompetensi, kesadaran keselamatan, serta efisiensi berkendara. Selain itu, manajemen perawatan kendaraan yang baik memastikan kendaraan selalu laik jalan dan fitur keselamatan bekerja optimal,” ujar Pieter Andre, Training Division Head HMSI.

Hal senada juga disampaikan operator transportasi. Direktur Pengembangan Bisnis dan Organisasi PO Primajasa, Bayu Permana, menegaskan pentingnya rekrutmen pengemudi yang selektif, pelatihan berkala, dan standar perawatan kendaraan yang disiplin.

Melalui diskusi ini, para narasumber sepakat bahwa kolaborasi antara ATPM, regulator, dan operator menjadi kunci untuk membangun budaya keselamatan transportasi yang lebih kuat di Indonesia. (IP)

#hino #giicomvec

Bagikan ke:
Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.