OTODRIVER - Langkah besar dalam efisiensi pengisian daya kendaraan listrik (electric vehicle/EV) kembali dicatatkan oleh industri otomotif Cina. Svolt, produsen baterai yang berada di bawah naungan Great Wall Motor (GWM), resmi memulai produksi massal baterai semi-solid state berkapasitas 100 kWh. Baterai yang juga dikenal dengan sebutan hibrida cair-padat (liquid-solid) ini dibangun di atas arsitektur tegangan tinggi 900V serta mendukung kemampuan fast charging hingga 6C.
Dengan spesifikasi ekstrem tersebut, baterai ini sanggup menambah daya jelajah (range) hingga 500 km hanya dalam waktu 12 menit pengisian daya. Baterai bernama "Dragon Armor" ini menjadi salah satu terobosan penting Svolt dalam menghadirkan teknologi daya yang lebih aman dan efisien untuk mobil listrik masa depan.
Svolt sendiri awalnya dibentuk oleh GWM pada 2012 sebagai divisi khusus pengembangan baterai EV sebelum akhirnya berdiri independen pada 2018. Meski telah menjadi entitas terpisah, Svolt tetap menjadi pemasok utama dan mitra strategis bagi jajaran produk GWM.
Chairman sekaligus CEO Svolt, Yang Hongxin, menjelaskan bahwa baterai semi-solid berkimia ternary (NMC) ini menerapkan teknologi cell-level separator transfer-printing. Inovasi ini diklaim mampu meningkatkan keamanan sel baterai secara signifikan saat melakukan pengisian daya super cepat. Ditambah dengan sistem pendingin cairan (liquid cooling system), baterai tetap stabil meski menerima arus listrik berdaya tinggi.
Baca Juga: MPV Mewah GWM Wey G9 Hi4 Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp 1,1 Miliar
Dari segi daya tahan, baterai ini dirancang memiliki usia pakai teoritis hingga lebih dari 1 juta kilometer dengan ketahanan hingga 3.000 siklus pengisian daya (charging cycles). Tak hanya itu, Svolt membekalinya dengan enam lapisan perlindungan struktur (impact protection) yang ketahanannya diklaim tiga kali lipat melampaui standar regulasi pemerintah Cina.

Langkah Strategis Menuju Baterai Solid-State Murni
Meski belum diumumkan secara resmi model kendaraan apa yang akan pertama kali mengadopsi baterai anyar ini, rumor kuat mengarah pada SUV listrik flagship terbaru GWM, yakni Wey V8X BEV.
Langkah produksi massal ini sekaligus menegaskan arah strategi Svolt. Manajemen Svolt menilai bahwa baterai solid-state murni (pure solid-state) masih membutuhkan waktu cukup lama untuk bisa diproduksi secara massal dengan biaya efisien. Oleh karena itu, teknologi hibrida cair-padat (semi-solid) menjadi jembatan realistis jangka panjang.
Svolt menargetkan transisi penuh ke teknologi baterai hibrida padat-cair untuk seluruh sel ternary-nya pada akhir 2027, sebelum meluncurkan teknologi generasi ketiga pada 2028 mendatang. Kehadiran teknologi baterai berkecepatan isi ulang tinggi ini tentu menjadi sinyal positif bagi perkembangan ekosistem EV global, termasuk potensi penerapannya pada lini produk EV GWM di berbagai negara. (Why)











