OTODRIVER - Pabrikan asal Guangzhou, GAC Trumpchi, mulai menggoda kehadiran SUV off-road terbarunya yang akan dibekali powertrain plug-in hybrid serta teknologi “digital chassis”.
Model ini dijadwalkan melakoni debut global di Beijing Auto Show pada akhir April, dan diposisikan untuk menantang rival dari Great Wall Motor hingga BYD.
GAC Trumpchi sendiri merupakan merek mobil penumpang yang diluncurkan pada 2010.
Lini produknya mencakup kendaraan bermesin bensin hingga plug-in hybrid yang dipasarkan di China, sementara untuk pasar global menggunakan branding GAC tanpa embel-embel Trumpchi.
Berdasarkan data China EV DataTracker, penjualan domestik brand ini mencapai 39.391 unit sepanjang Januari hingga Februari 2026.

Model anyar ini diketahui mengusung kode internal T75.
Secara desain, tampilannya mengedepankan karakter boxy khas SUV petualang, dengan overhang relatif pendek, garis atap datar, spion berukuran besar, serta handle pintu semi tersembunyi.
Di bagian belakang, terdapat ban cadangan full-size yang menempel pada pintu bagasi model swing-out.
Detail lain meliputi over fender dengan pelindung plastik, pelek berwarna gelap, serta lampu utama berukuran besar.
Pihak GAC menyebut SUV ini dirancang sebagai off-roader mumpuni dengan dukungan sistem plug-in hybrid.
Selain itu, mobil ini juga mengusung konsep “digital chassis”. Meski belum dijelaskan secara rinci, istilah ini umumnya merujuk pada penggunaan teknologi seperti steer-by-wire dan brake-by-wire.
Sistem pengereman elektromechanical sendiri mulai banyak diadopsi di China, termasuk pada Exeed EX7 dan Li Auto L9 Livis.
Meski unit yang diuji masih tertutup kamuflase, terlihat adanya sensor LiDAR yang terpasang di atap.
Besar kemungkinan komponen ini dipasok oleh Huawei, mengingat GAC sebelumnya menjalin kerja sama dengan raksasa teknologi tersebut melalui brand Aistaland.
Sistem bantuan berkendara terbaru dari Huawei bahkan sudah mengusung LiDAR 896-line. Selain itu, sejumlah sensor tambahan juga tampak terpasang di bagian fender depan. (AW)










