OTODRIVER – BYD menjadi pabrikan mobil yang cukup adaptif, bahkan pada segmen yang sangat spesifik, contohnya adalah segmen Kei Car atau Keijidosha. Hal ini diejawantahkan dengan Racco yang mulai diperkenalkan di Japan Mobility Show 2025 silam dan mulai dijual di Jepang pada Juli 2026.
Dengan demikian Racco tercatat sebagai mobil pertama BYD yang dirancang khusus untuk pasar luar negeri sekaligus menjadi Kei Car EV pertama dari produsen otomotif non-Jepang.
Respons awalnya pun terbilang menarik. Dalam dua minggu pertama sejak diluncurkan, BYD Racco mencatat lebih dari 1.000 pesanan. Data resmi BYD Japan menyebut angkanya mencapai 1.002 unit hingga 9 Agustus 2026, sekaligus menjadi model BYD dengan laju pemesanan tercepat sejak mereka masuk pasar Jepang. Menariknya, sekitar 80 persen konsumen memilih varian tertinggi Racco 300Premium.

Namun, cerita soal Racco kini mulai menarik ketika disambungkan dengan jurus yang tengah dilancarkan BYD ke Indonesia.
Beberapa kali BYD Indonesia mengunggah informasi mengenai Racco melalui akun media sosialnya. Tidak hanya sekali, materi mengenai Kei Car EV tersebut muncul hingga tiga kali dengan penjabaran yang cukup runut.

Pertanyaannya kemudian, apakah ini merupakan kode keras bahwa Racco bakal dibawa ke Indonesia?
Head of PR & Government Relations BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan pihaknya memang tengah melakukan studi untuk melihat potensi sekaligus respons pasar terhadap Racco.
“Seperti kita ketahui bersama di pasar Jepang, segmen Kei Car memiliki karakteristik yang kuat. Dan terbukti BYD Racco mendapatkan respons positif, dengan lebih dari 1.000 pesanan dalam dua minggu pertama sejak diluncurkan pada akhir Juli, dan kini telah mencapai 1.600 unit,” ungkap Luther saat dihubungi melalui pesan singkat, Kamis (20/08/2026).

Menurut pria dengan ciri khas rambut berkucir tersebut, respons terhadap Racco di Indonesia sejauh ini juga cukup menarik.
“Kami menerima berbagai feedback positif dan antusiasme dari masyarakat,” ujarnya.
Ia pun belum menutup kemungkinan Racco memiliki masa depan di pasar Indonesia.
“Mudah-mudahan studi market yang sedang kami lakukan dapat segera difinalisasi untuk melihat langkah ke depannya di pasar Indonesia,” imbuhnya.
Bukan Sekadar Kei Car yang Diberi Motor Listrik
Racco menarik karena BYD mengembangkannya sejak awal sebagai EV yang mengikuti regulasi Kei Car Jepang, bukan sekadar mengubah mobil bermesin konvensional menjadi listrik.
Dimensinya cukup kompak, dengan panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, tinggi 1.800 mm, dan wheelbase 2.520 mm. Mobil ini mampu membawa empat penumpang dan menggunakan penggerak roda depan (FWD).
Untuk performa, Racco mengandalkan motor listrik 47 kW atau sekitar 64 PS dengan torsi 160 Nm. Tersedia dua pilihan kapasitas baterai dengan jarak tempuh berdasarkan standar WLTC antara 210 hingga 320 km. Mobil ini juga mengusung konsep Software Defined Vehicle (SDV) sehingga sejumlah sistem kendaraan dapat diperbarui melalui over-the-air (OTA), memperlihatkan bagaimana format Kei Car bisa beradaptasi dengan teknologi EV tanpa meninggalkan karakter utamanya sebagai mobil perkotaan yang ringkas dan efisien.

Menariknya, meski berstatus Kei Car, fitur yang dibawa cukup modern. Racco menggunakan teknologi CTB (Cell to Body), sementara sistem X-PACK mengintegrasikan baterai dengan sejumlah komponen elektronik kendaraan.
Di Jepang, Racco ditawarkan dalam tiga varian:
- Racco 200: 210 km, ¥2.145 juta
- Racco 300Plus: 320 km, ¥2.398 juta
- Racco 300Premium: 320 km, ¥2.497 juta (SS)











