OTODRIVER – Thailand dikenal sebagai salah satu pusat produksi otomotif terpenting di Asia Tenggara. Karena itu, ketika banjir melanda negara tersebut, dampaknya tidak berhenti di Thailand saja, tetapi juga menjalar ke rantai pasok industri otomotif. Toyota menjadi salah satu produsen yang ikut terdampak.
Mengutip Reuters (08/10/2026), sekitar 10 produsen komponen otomotif di Thailand menghentikan operasional akibat banjir. Selain fasilitas yang terdampak langsung, sejumlah pemasok lain juga kesulitan mengirim barang karena gangguan transportasi dan akses pekerja menuju tempat kerja. Hujan ekstrem di Bangkok tercatat hampir 300 mm dalam tiga hari, dan dampaknya meluas ke Toyota, Isuzu, Ford, Nissan, dan Honda.
Pabrik Tidak Terendam, Pasokan yang Terganggu
Toyota Motor Thailand sebelumnya mengumumkan penghentian sementara produksi di pabrik Samrong, Ban Pho, dan Gateway pada 5–10 Oktober 2026. Fasilitas Toyota Auto Works juga termasuk dalam penghentian operasional yang dilaporkan pada akhir September.
Menariknya, pabrik perakitan Toyota tidak terendam banjir secara langsung. Gangguan utamanya berasal dari terhentinya pasokan komponen dan masalah logistik.
Jadwal pemulihan pun ternyata perlu disesuaikan. Berdasarkan laporan Reuters (09/10/2026), tiga pabrik Toyota di Thailand dijadwalkan kembali beroperasi secara bertahap pada 14–19 Oktober. Artinya, target pemulihan awal pada 11–12 Oktober belum menjadi tanda bahwa seluruh fasilitas sudah kembali berproduksi normal.

Ancaman Biaya Produksi
Gangguan ini juga berpotensi mendongkrak biaya produksi. Mengutip The Nastional Thailand , lebih dari 10 pabrik komponen di kawasan industri Amata City Chonburi terdampak. Pemasok yang belum mampu memenuhi jadwal pengiriman berpotensi harus mendatangkan komponen dari luar negeri dengan biaya lebih tinggi.
Federasi Industri Thailand memperkirakan kerugian sektor industri akibat banjir mencapai 6 miliar baht atau sekitar US$178 juta. Angka ini merupakan estimasi kerugian industri secara keseluruhan, bukan kerugian Toyota semata.
Bagaimana dengan Indonesia?
Terkait dengan kondisi di Thailand saat ini, Toyota Astra Motors (TAM) selaku APM Toyota di Indonesia memberikan statementnya. Philardi Sobari Head of Public Relations di PT TAM menyampaikan bahwa secara garis besar 90 % produk Toyota di Indonesia merupakan produk lokal. Sehingga hanya 10% saja yang diimpor dari Thailand atau Jepang.
“Hingga saat ini, kami belum menerima informasi terbaru terkait dampak bencana tersebut terhadap supply kendaraan Toyota yang berasal dari Thailand,” terang pria yang akrab disapa Ogi saat dihubungi beberapa waktu lalu. “Kami akan terus berkoordinasi dengan regional office untuk memantau perkembangan situasi serta memastikan ketersediaan stock beberapa kendaraan Toyota di Indonesia yang berpotensi terdampak,” tutupnya.
Beberapa model yang pabriknya terdampak adakah Corolla Cross, Hilux, Rangga, hingga Hiace. (SS)











