OTODRIVER - Suzuki menggunakan teknologi baterai milik perusahaan otomotif China, BYD, untuk meluncurkan mobil listrik kecil e-Sky di pasar Jepang.
Seperti dilansir CarNewsChina pada Rabu (7/10), Suzuki berkolaborasi dengan BYD dalam pengadaan teknologi baterai kendaraan elektrik agar bisa mencapai tingkat harga yang kompetitif.
Suzuki e-Sky ditenagai baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 26 kWh, yang memampukan kendaraan menempuh jarak hingga 310 km berdasarkan standar Worldwide Harmonised Light Vehicles Test Procedure (WLTP).
Mobil listrik penumpang jenis Kei-car pertama Suzuki ini menurut perusahaan dibangun di atas platform khusus kendaraan listrik yang baru dikembangkan dan dilengkapi dengan sistem penggerak e-Axle buatan sendiri. Suzuki e-Sky berukuran panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, tinggi 1.625 mm, serta jarak sumbu roda 2.460 mm. Beratnya 1.030 kg.

Suzuki menawarkan tiga versi e-Sky. Model tingkat dasarnya dirancang terutama untuk klien korporat dan diproduksi berdasarkan pesanan tanpa disertai fitur seperti pengisian daya cepat demi menekan biaya. Perusahaan menargetkan total volume penjualan bulanan sebanyak 1.000 unit untuk ketiga varian e-Sky.
Suzuki e-Sky akan dipasarkan dengan harga mulai dari 2,12 juta yen atau sekira Rp239 juta dan ditargetkan bisa menjadi mobil listrik Kei-car paling terjangkau di Jepang.

Berkat subsidi pemerintah Jepang yang besarnya 568.000 yen (sekitar Rp64 juta), konsumen bisa membeli mobil listrik itu dengan harga 1,55 juta yen atau sekira Rp175 juta. Angka ini masih lebih rendah dibandingkan dengan harga kendaraan pesaing utamanya, termasuk BYD Racco dan Nissan Sakura.
BYD Racco dipasarkan dengan harga mulai dari 1,99 juta yen setelah subsidi dan Nissan Sakura harganya mulai dari 1,86 juta yen setelah subsidi. (AB)
#suzuki #suzuki-e-sky #byd #baterai-suzuki-byd #byd-jepang #byd-rocco #suzuki-vison-e-sky











