Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaTips

Waspada, Ini Wilayah Lelah Yang Rawan Kecelakaan Di Tol Trans Jawa

Ingat, microsleep tanda awal kelelahan ringan tapi bisa mematikan dampaknya
Tips
Sabtu, 21 Maret 2026 11:15 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Perhatikan saat mengemudi ketika terjadi pergantian kondisi waktu dari terang ke gelap dan sebaliknya (Foto :Antara)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER -  Dalam periode kepadatan arus lalu lintas seperti saat arus mudik dan balik nanti ketahan fisik serta konsenterasi dalam mengemudi ditambah kelaikan teknsi kendaraan menjadi faktor kunci agar perjalanan jadi menyenangkan serta selamat. 

Namun perlu tetap waspada akan kondisi fisik dari pengemudi setelah melintasi jarak yang panjang diantara berbagai kondisi lalu lintas yang mengiringi. 

Secara data, khususnya di jalur tol Trans Jawa sudah pernah dipetakan oleh pihak Kepolisian soal titik-titik rawan lelah yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Tahun 2024, kala itu Kepala Korlantas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Aan Suhanan, mengungkapkan tiga titik lelah yang berada di sepanjang tol Trans Jawa saat memantau kondisi lalu lintas masa libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.

Titik lelah merupakan wilayah yang umumnya akan dilintas pengemudi yang sudah dalam kondisi puncak kekuatan fisiknya setelah menempuh perjalanan di atas 3 sampai 5 jam jika merunut titik keberangkatan dari area Jabodetabek. 

BACA JUGA

Ada tiga titik yang patut diwaspadai sebagai titik lelah; jalur Batang-Semarang, Solo-Ngawi di KM 543, dan Ngawi-Surabaya.

Sebagai upaya preventif, diharapkan para pengemudi, terutama kendaraan probadi utuk tidak memaksakan diri jika tanda awal kelelahan sudah muncul. 

Karena di sepanjang jalan tol Trans Jawa terdapat barisan rest area yang  bisa dijadikan tempat beristirahat terlebih dahulu guna meminimalisasi kecelakaan akibat kelelahan.

Di jalur tol Trans Jawa setidaknya ada 77 rest area yang bisa dimanfaatkan untuk istirahat sebelum melanjutkan perjalanan (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Mengapa perlu istirahat di perjalanan jauh?

Upaya pemetaan wilayah rawan kecelakaan akibat kelelahan mengemudi di ruas tol Trans Jawa tidak lain sebagai pencegahan dini atas kemungkinan terjadinya kecelakaan itu sendiri. 

“Karena jangan lupa, kelelahan atau fatigue itu bukan baru muncul, contoh, ketika mobil baru masuk jalan tol,” wanti Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), yang juga pernah dihubungi beberapa waktu lalu.

Dijabarkan lebih lanjut oleh Jusri, kelelahan dalam mengemudi itu sudah muncul sejak kendaraan memulai perjalananan. 

Sebut saja soal distorsi di jalan seperti kemacetan, ada bencana seperti banjir, kondisi jalan yang rusak, sampai perilaku pengendara lain itu sudah cukup jadi awal dimulainya kondisi kelelahan. 

Anggapan tentang perlunya istrirahat mengemudi setiap tiga jam ketika melakukan perjalanan jauh baik di jalur tol maupun arteri diingatkan lagi oleh Jusri sebagai sebuah teori ideal. 

Sebab, masih menurut Jusri, kalau di waktu awal keberangkatan kondisi lalu lintas mengalami kemacetan maka seharusnya periode istrirahat dalam mengemudi sudah perlu dilakukan dalam rentang 30 menit sampai satu jam setelah masuk jalan tol misalnya.

Diingatkan kembali olehnya bahwa kelelahan atau fatigue yang dibiarkan akan sulit disadari untuk kemudian segera berubah bentuk sebagai microsleep. Padahal  gejala microsleep menurut Jusri adalah bentuk faitgue yang ringan. 

Biar begitu, Jusri memungkaskan, karena mengemudi di jalan tol itu sebenarnya kegiatan monoton yang bisa memicu kelelahan dimana prosesnya melewati tahap penurunan konsenterasi.

Disitulah letak bahayanya karena dapat memunculkan kelambanan bereaksi ketika ada kejadian mendadak di sekitar kendaraan yang dikemudikan. (EW)

Kepadatan lalu lintas di awal perjalanan mudik sudah masuk hitungan waktu mengemudi maksimal 3-5 jam (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Tags Terkait :
Arusmudik Transjawa
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Tips
Waspada, Ini Wilayah Lelah Yang Rawan Kecelakaan Di Tol Trans Jawa

Ingat, microsleep tanda awal kelelahan ringan tapi bisa mematikan dampaknya

1 bulan yang lalu


Berita
Menhub: Tidak Ikut “Ramp Check” Bus Pariwisata Tidak Boleh Jalan

Potensi kecelakaan di jalur wisata diharapkan nihil

2 tahun yang lalu


Berita
Dishub Jatim: Prediksi Pergerakan 4,01 Juta Penumpang Bus Musim Mudik Di Jatim

Puncaknya H-1 Lebaran

2 tahun yang lalu


Berita
Di Jalur “Contra Flow”: Tidak Boleh Pindah Lajur!

Jika diabaikan akan fatal akibatnya

2 tahun yang lalu


Terkini

Berita
SPY SHOT: Mobil EREV Pertama Xiaomi

Spy shot Xiaomi Kunlun EREV pertama tertangkap di China dengan kamuflase tipis. SUV full-size 7-penumpang berbaterai 70+ kWh diuji bersama Li Auto L9.

51 menit yang lalu


Truk
Truk Listrik Volvo Laku 5.000 Unit Di Seluruh Dunia

Truk listrik Volvo terjual 5.000 unit di seluruh dunia, dikirim ke 50 negara dengan delapan model. Armada menempuh 170 juta km sejak 2019.

14 jam yang lalu


Mobil Listrik
Indonesia Masuk Fase Transisi Ke Mobil Listrik I

Kenaikan harga BBM akibat konflik Timur Tengah percepat transisi ke mobil listrik Indonesia. Penjualan EV naik 141% pada 2025, data Gaikindo.

14 jam yang lalu


Berita
Diam-Diam BMW Capai 2 Juta Unit Produksi EV, Pemimpin Segmen Premium

BMW capai produksi 2 juta kendaraan listrik sepenuhnya. Unit ke-2 juta, i5 M60 xDrive, dirakit di pabrik Dingolfing, Jerman.

17 jam yang lalu


Berita
Pabrik Ford Di Spanyol Diakusisi Geely, Siap Produksi EX2 Untuk Pasar Eropa

Ford harus rela menyerahkan pabrik mereka di Spanyol kepada Geely. Produsen China bakal menjadikan pabrik tersebut sebagai basis produksi EV dan PHEV mereka untuk pasar Eropa.

18 jam yang lalu