Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaTips

Pantau Tekanan Udara Ban Cara Toyota

Cara pantau tekanan udara ban Toyota ala Auto2000 cegah pecah ban akibat kempis. Technical Leader Aries Budiarto ungkap risikonya.
Tips
Jumat, 20 Februari 2026 16:00 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Setelah proses balancing dan spooring harus disertai dengan rutin pantau tekanan udara di ban (Foto :Auto2000)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER -  Dalam kondisi cuaca yang mudah berganti, kondisi permukaan jalan juga berpotensi mengalami kerusakan. Kondisi lapisan aspal yang terkelupas ataupun permukaan jadi lebih banyak yang bergelombang akan berkaitan langsung dengan kondisi ban.

Potensi yang paling fatal adalah pecah ban, terlepas dari beragam asumsi atas penyebab pecah ban sebenarnya tindakan preventifnya adalah perawatan ban itu sendiri. 

Seperti diungkapkan oleh Technical Leader Aftersales Auto2000, Aries Budiarto, menurutnya perawatan ban bisa diawali dengan memperhatikan tekanan udara pada ban.  

Tekanan udara ban yang kurang merupakan pemicu utama pecah ban, kejadian ini dapat memicu kecelakaan di jalan. Seperti diungkapkan dalam keterangan resminya. Udara ban yang pas, sanggup menjaga bidang kontak telapaknya agar tetap optimal sehingga daya cengkeram ban ke permukaan jalan selalau sesuai. 

BACA JUGA

Selain itu, tekanan udara yang sesuai juga membantu dinding ban menopang berat mobil serta meredam gaya akibat gerakan ban, sekaligus menjaga performa ban di jalan. 

Patut untuk diingat lagi bahwa jika ban mobil kempis akan berakibat pada sejumlah hal, seperti munculnya area kontak ban berlebih dan tidak merata, Lantaran kempis, ban tidak memiliki area kontak dengan aspal (contact patch) yang cukup. Bahkan cenderung berlebih akibat hanya tertumpu di pinggir telapak ban. 

Kondisi itu dapat mengakibatkan ban aus di pinggir sisi luar dan dalam saja. Pengendalian juga makin sulit karena daya cengkeram ban terlalu kuat.

Tapak ban habis tidak selalu karena usia pakai, sering kurang tekanan angin bisa jadi penyebabnya (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Udara yang kurang dalam ban membuat dinding ban bergerak berlebihan. Sehingga kenyamanan berkendara ikut menurun akibat gerakan dinding ban yang tiada henti. Masih sering terjadi, pengemudi sudah kurang menyadari bahwa ban mobilnya kempis dari gerakan mobil yang tidak wajar.

Gerakan berlebih juga dapat terjadi ketika akselerasi atau pengereman, termasuk ketika belok. Karena itu, tekanan udara ban yang kurang akan langsung terasa pada pengendalian mobil yang lebih sulit. Biasanya, mobil juga akan menarik ke sisi ban yang kempis.

Tekanan udara yang sesuai lebih menjamin keamanan manuver mobil saat trek basah maupun kering (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)
Tekanan angin pada ban serep juga wajib terjaga (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Tekanan udara yang minim bisa membuat ban terlepas, karena ban menjadi terlalu lentur dan dapat membuat anyaman kawat baja dinding ban rusak. Bukan tidak mungkin ban lepas dari pelek. 

Terakhir dan tidak kalah berbahaya adalah ban pecah akibat bibir pelek menyentuh dinding ban ketika defleksi dan menyayatnya. Situasi ini biasa terjadi ketika muatan mobil penuh, perjalanan jauh, dan tekanan udara ban terlalu kempis. Perlahan tapi pasti, sayatan akan terbentuk melingkari ban hingga akhirnya pecah karena anyaman kawat baja sudah lepas. (EW)

Jika tenakan angin ban berkurang, bibir pelek akan bersentuhan langsung dengan dinding ban (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Tags Terkait :
Ban Tekanan
E

Erie W. Adji

reporter

Jurnalis otomotif yang sudah malang melintang sejak 2000. Berpengalaman menulis berita seputar roda empat dari mobil pen...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Berita
Hindari 5 Hal Ini, Agar Mobil Anda Tidak Boros BBM

BBM

1 hari yang lalu

Berita
Ini Lima Fitur Anti Repot Mitsubishi Xforce Yang Meringankan Kerja Pengemudinya

Lima fitur anti repot Mitsubishi Xforce: TPMS, kamera mundur, konsol pendingin, leveling lampu depan, dan hands-free power liftgate memudahkan pengemudi tanpa keluar kabin.

2 minggu yang lalu


Tips
Ini Lima Langkah Cek Kondisi Mobil Listrik Ala Geely Pasca Perjalanan Jauh

Agar kondisi kendaraan tetap prima utuk dipakai kembali dalam perjalanan harian

1 bulan yang lalu


Tips
Perlu Perhatian, Pengecekan Ulang EV atau Mobil Hybrid Paska Perjalanan Jauh

Pengecekan ulang EV hybrid setelah perjalanan jauh penting: cek tekanan ban, rem, coolant, aki, kelistrikan, dan cuci mobil. Penjelasan pakar GAC AION Indonesia.

1 bulan yang lalu


Berita
Jeep Sodorkan Modifikasi Bergaya Klasik Pada Wrangler

Spesifikasi Jeep Wrangler Anvil 715 Concept di Easter Jeep Safari 2026: basis Wrangler Rubicon, inspirasi M715 militer, V8 392 Hemi 470 hp, suspensi +4 inci, ban 37 inci.

1 bulan yang lalu


Berita
Ini Lokasi Posko Mudik Daihatsu 2026

Semua beroperasi selama 24 jam.

1 bulan yang lalu


Tips
Silakan Cermati Tips Mudik Pakai EV

Tips mudik Jaecoo J5 EV: cek kendaraan, isi daya sebelum 20%, regenerative braking, dan layanan aftersales 24/7 untuk perjalanan Lebaran 2026 aman.

2 bulan yang lalu


Berita
Mudik Naik GAC Bisa Manfaatkan Aplikasi Untuk Cek Mobil Dan Rute Perjalanan

GAC Apps mudik Lebaran 2026 tawarkan pemantauan real-time kondisi kendaraan, navigasi, roadside assistance, serta lokasi posko dan bengkel siaga 24 jam.

2 bulan yang lalu


Terkini

Berita
Honda Super-ONE Resmi Dijual, Begini Spesifikasinya

Spesifikasi dan harga Honda Super-ONE yang resmi dijual di Jepang mencakup tenaga 63-93 dk, jarak tempuh 274 km WLTP, serta fitur simulasi transmisi tujuh percepatan.

2 jam yang lalu


Berita
Memimpin Pasar EV 40% Dalam Waktu 2 Tahun, Kini BYD-Denza Perkenalkan Teknologi Anyar

Setelah menguasai 40% pasar EV Indonesia dalam dua tahun, BYD dan Denza memperkenalkan teknologi DM Dual Mode BYD Denza Indonesia.

3 jam yang lalu


Berita
Ferrari Luce Resmi Diluncurkan, EV Pertama Ferrari Ini Bertenaga 1.035 Hp

Ferrari Luce EV pertama Ferrari diluncurkan dengan tenaga 1.035 Hp dan jarak tempuh lebih dari 530 km.

4 jam yang lalu


Berita
Harga BBM Pertamina Di Jakarta Pekan Ini Masih Belum Berubah

Harga BBM Pertamina Jakarta belum berubah pekan ini. Pertalite Rp10.000, Solar Rp6.800, dan Pertamax Rp12.300 tetap stabil di seluruh SPBU.

4 jam yang lalu


Berita
GWM Belum Minat 'Hadirkan PHEV Di Indonesia

Merek Tiongkok terus merangsek pasar otomotif tanah air.

7 jam yang lalu