Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityTruk

Biosolar B50 Resmi Diluncurkan, Sudah Tersedia di SPBU

Selain untuk mengurangi ketergantungan impor bahan bakar juga untuk mengurangi efek emisi rumah kaca.
Truk
Jumat, 10 Juli 2026 13:15 WIB
Penulis : Erie W. Adji
B50 sudah dilakukan pengujian sejauh 50 ribu kilometer ke berbagai jenis kendaraan bermesin diesel (Foto :Pertamina)


BUS-TRUCK - Pemanfaatan bahan dasar nabati untuk BBM di Indonesia memasuki fase baru, bulan ini (9/7/2026) diluncurkan Biodiesel B50 secara resmi sebagai bagian dari program pemanfaatan energi terbarukan sekaligus memperkuat peran sumber daya domestik.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, dalam keterangan resminya, menegaskan bahwa implementasi B50 tidak sekadar meningkatkan kadar campuran biodiesel dalam bahan bakar solar. 

Sejurus kemudian dijelaskannya lagi, kebijakan tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam diversifikasi sumber energi sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional sekaligus memperkuat kemandirian sektor energi.

BACA JUGA

Di sela-sela peluncuran resmi B50 yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto di SPBU Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat, Bahlil menjelaskan lebih lanjut bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk memperkuat kemandirian energi melalui pemanfaatan biodiesel berbasis minyak sawit. 

Menurutnya, sebagai produsen crude palm oil (CPO) terbesar di dunia, Indonesia dinilai perlu terus mengoptimalkan sumber daya tersebut sebagai bagian dari transformasi energi yang mengoptimalkan potensi Indonesia demi memperkuat ketahanan energi nasional sebagai fondasi pembangunan ekonomi.

Implementasi Mandatori Biodiesel B50 diproyeksikan memberikan manfaat nyata dibandingkan B40. Berdasarkan data Kementerian ESDM, penghematan devisa diperkirakan meningkat dari Rp133,3 triliun pada B40 menjadi Rp170 triliun pada B50. Nilai tambah industri CPO juga diproyeksikan naik dari Rp20,92 triliun menjadi Rp23,49 triliun.

Dari sisi lingkungan, penggunaan B50 diperkirakan mampu menurunkan emisi karbon dioksida (CO2) hingga 44,46 juta ton, lebih tinggi dibandingkan penurunan emisi pada implementasi B40 yang mencapai 39,66 juta ton.

Baca juga: Organda : Dukung B50 Tapi Minta Pasokannya Terjamin 

Baca juga: Soal Penyimpanan Solar B50 Di SPBU Masih Perlu Diwaspadai

Baca juga: Ini Kata Pakar Soal Pemakaian B50 Yang Patut Diperhatikan

B50 sudah menjalani serangkaian pengujian langsung 

Dalam uraiannya, Bahlil juga memastikan kesiapan implementasi B50 dari aspek teknis karena Kementerian ESDM telah melakukan berbagai pengujian pada kendaraan bermotor, alat berat pertambangan, alat dan mesin pertanian, kereta api, angkutan laut, hingga pembangkit listrik.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa B50 tidak hanya memenuhi spesifikasi teknis yang ditetapkan pemerintah, tetapi juga telah memenuhi standar yang dipersyaratkan oleh para pabrikan kendaraan. 

Program biodiesel nasional sejatinya telah dikembangkan secara bertahap selama hampir dua dekade sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. 

Implementasinya dimulai dari B2,5 pada 2008, kemudian meningkat menjadi B10 pada 2013, B15 pada 2015, B20 pada 2018, B30 pada 2020, B35 pada 2023, B40 pada 2025 hingga mencapai B50.

Spesifikasi kendaraan diesel di Indonesia berstandar Euro 4 (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Setiap tahapan implementasi didukung oleh penguatan regulasi, peningkatan kapasitas industri, penyempurnaan standar mutu, pembangunan infrastruktur distribusi, serta pengembangan sumber daya manusia guna memastikan pelaksanaannya berjalan optimal.

Pemerintah memandang implementasi Mandatori B50 sebagai langkah strategis untuk semakin memperkuat fondasi ketahanan energi nasional sekaligus memperluas manfaat ekonomi. Sekaligus juga jadi rangkaian mengurangi emisi gas rumah kaca, serta menekan ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak. (EW)

Pemerintah juga terus mendorong elektrifikasi kendaraan komersial nasional karena termasuk penyumbang polutan terbesar (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)


Tags Terkait :
B50 Pertamina
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Truk
Biosolar B50 Resmi Diluncurkan, Sudah Tersedia di SPBU

Selain untuk mengurangi ketergantungan impor bahan bakar juga untuk mengurangi efek emisi rumah kaca.

1 jam yang lalu

Berita
Solar B50 Sudah Masuk SPBU, Harga Rp6.800 Per Liter

Pembelian tetap pakai barcode karena masuk kategori bahan bakar bersubsidi.

1 hari yang lalu


Tips
Ini Kata Pakar Soal Pemakaian B50 Yang Patut Diperhatikan

Harus lebih peduli terhadap kondisi mesin.

1 hari yang lalu

Berita
Pasar Mobil Diesel Baru Lesu, Tapi Toyota Masih Bisa Melaju

Durabilitas dan efisiensi operasional masih jadi faktor unggulan.

1 hari yang lalu


Terkini

Truk
Biosolar B50 Resmi Diluncurkan, Sudah Tersedia di SPBU

Selain untuk mengurangi ketergantungan impor bahan bakar juga untuk mengurangi efek emisi rumah kaca.

1 jam yang lalu


Bus
Medium Bus Hino Terus Rambah Wilayah Sumatra

Kebutuhan medium dari operator bus nasional terus meningkat.

19 jam yang lalu


Truk
Toyota dan Isuzu Bikin Truk Hidrogen Berbasis Elf

Truk Hidrogen diklaim punya banyak keunggulan dibandingkan truk listrik.

1 hari yang lalu


Bus
Ini Bedanya Mengantuk dan Microsleep, Keduanya Bisa Mematikan

Masih jadi bahaya laten pengemudi bus maupun truk.

1 hari yang lalu


Bus
Transjabodetabek Tambah Rute Ke Wilayah Depok

Wilayah penyangga Jakarta yang lain juga sudah mengajukan usulan serupa.

1 hari yang lalu