Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaTips

Kecelakaan Karena Pengemudi Mabuk Termasuk Pidana

Selain termasuk dalam hukum pidana, mengemudi saat mabuk juga berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal.
Tips
Rabu, 23 April 2025 11:00 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Mengemudi dalam kondisi mabuk sangat berpotensi mengalami kecelakaan fatal. (Foto: Erie W. Adji)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER – Beberapa waktu lalu terjadi sebuah kecelakaan di mana sebuah mobil listrik menabrak puluhan motor yang terparkir dan sebelumnya juga sempat menabrak pengendara motor yang melintas, (19/4).

Kejadian di kawasan Sunter, Jakarta Utara tersebut, menurut Kasatlantas Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Donni Bagus Wibisono, seperti dikutip dari Antara, diduga karena pengemudi mobil dalam kondisi mabuk saat mengemudi. 

Kecelakaan itu tidak menyebabkan korban fatal, meski begitu tetap menimbulkan korban luka serta patah tulang. 

Di Indonesia sendiri kejadian kecelakaan akibat ulah pengemudi yang berada dalampengaruh minuman beralkohol beberapa kali terjadi. “Mengemudi dalam keadaan mabuk, masuk ranah pidana, apalagi menyebabkan orang lain celaka,” buka Catur Wibowo, instruktur senior DSTC Defensive & Safety Driving Consulting.

BACA JUGA

Saat dihubungi langsung (21/4), Catur menyebutkan bahwa sudah waktunya jika pengelola tempat hiburan malam ikut ‘mengawasi’ secara tegas terhadap pengunjung yag ditengarai mabuk dan diketahui pula membawa kendaraan sendiri. 

Di laman Toyota.astra.co.id, ada sejumlah hal yang menjadikan pengemudi dalam kondisi mabuk tidak bisa mengemudi; 

1. Mempengaruhi kemampuan berpikir – minuman beralkohol, walaupun dalam kadar rendah,  dapat mempengaruhi kemampuan untuk bereaksi, berpikir, memecahkan masalah, koordinasi otot, kewaspadaan, penglihatan, dan pendengaran. 

2. Membuat reaksi lambat - alkohol merupakan suatu zat depresan yang dapat memperlambat fungsi otak. Sulit bereaksi cepat dalam berkendara jika berada di kondisi berbahaya. 

3. Menimbulkan rasa kantuk. 

4. Kesulitan memperhatikan kecepatan mobil -  berbagai penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi alkohol mengalami kesulitan untuk mengetahui seberapa cepat mereka mengemudi atau berapa jarak antara dirinya dengan suatu benda atau orang lain.

5. Membuat terlalu percaya diri -  alkohol juga dapat membuat kamu menjadi lebih percaya diri, yang juga dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk mengambil suatu keputusan saat mengemudi. 

6. Menurunkan Konsentrasi dan Koordinasi – minuman beralkohol telah terbukti dapat menurunkan daya konsentrasi dan kemampuan koordinasi otot yang dapat membuat kamu lebih sulit mengemudi dan menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Bahkan sedikit alkohol di dalam darah dapat menurunkan kemampuan untuk mengemudi, menurunkan daya konsentrasi, dan menurunkan refleks walaupun seklias tidak tampak terpengaruh oleh alkohol (tidak mabuk).

JIka mengemudi berada di bawah oengaruh alkohol akan sulit mengukur jarak, kecepatan, sekaligus obstacle yang ada di jalanan (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Perlu ada regulasi bagi pennyedia minuman beralkohol 

Jika menilik UU LAJ, diwajibkan mengemudikan kendaraan bermotor dengan wajar dan penuh konsentrasi

Jika pengendara mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan, ia dipidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 750 ribu.

Sementara itu secara khusus, perbuatan mengemudi saat mabuk sudah diatur dalam Pasal 311 UU LLAJ, yang sebagian isinya seperti:

  1. Setiap orang yang dengan sengaja mengemudikan kendaraan bermotor dengan cara atau keadaan yang membahayakan bagi nyawa atau barang dipidana penjara paling lama 1 tahun atau denda paling banyak Rp 3 juta.
  2. Dalam hal perbuatan pada ayat (1) mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan kerusakan kendaraan dan/ atau barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (2), pelaku dipidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp 4 juta.

“Kalau di banyak negara, sudah memberlakukan aturan dimana pengunjung tempat hiburan malam yang hendak pulang dan ditengarai mabuk tidak bisa diberikan kunci mobilnya. Jadi semua customer yang datang harus menitipkan kunci mobil. Nah, ketika mengambil kunci, pengawasan bisa dilakukan selektif. Mana yang boleh ambil mobil, mana kondisi customer yang tidak boleh akibat mabuk sehigga perlu dipanggilkan taksi dan mobil diambil keesokan hari,” harap Catur lagi. 

Ia memungkaskan bahwa tindakan preventif agar sebuah kendaraan bermotor tidak dikendarai oleh individu yang berada di bawah pengaruh alkohol perlu digiatkan. (EW)


Tags Terkait :
Safetydriving Uulaj Alkohol Mengemudi Kecelakaan
E

Erie W. Adji

reporter

Jurnalis otomotif yang sudah malang melintang sejak 2000. Berpengalaman menulis berita seputar roda empat dari mobil pen...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Ditlantas Polda Jabar: Bus ‘Laka Subang’ Pernah Terbakar April Lalu

Setelah itu dilakukan penggantian nama bus

2 tahun yang lalu

Berita
Beberapa Kebiasaan Driver Penyebab Kendaraan Besar ‘Rem Blong’ Di Turunan (3)

Perlunya cek berkala dan pembekalan pengetahuan soal teknis kendaraan

2 tahun yang lalu


Berita
Beberapa Kebiasaan Driver Penyebab Kendaraan Besar ‘Rem Blong’ Di Turunan (2)

Perlunya cek berkala dan pembekalan pengetahuan soal teknis kendaraan

2 tahun yang lalu


Berita
Beberapa Kebiasaan Driver Penyebab Kendaraan Besar ‘Rem Blong’ Di Turunan (1)

Perlunya cek berkala dan pembekalan pengetahuan soal teknis kendaraan

2 tahun yang lalu


Bus
Pengemudi Angkutan Umum, Wajib Paham Jaga Jarak

Faktor keselamatan sangat penting di jalan. Ada hal-hal yang perlu Anda ketahui untuk menjaga tetap aman di jalan.

1 tahun yang lalu


Berita
Dishub Kab.Bogor: Bikin Program Uji KIR Online Gratis

Daftar manual juga masih tersedia

2 tahun yang lalu


Truk
Kecelakaan Truk Ciawi : Darurat Operasional Truk Di Indonesia!

Operator truk harus ikut diselidiki

1 tahun yang lalu


Truk
Inilah Kisah Klasik Penyebab Rem Blong Kendaraan Besar

Masih terlalu banyak yang tidak peduli perawatan sistem rem dan bobot muatan

1 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Mobil Misterius Gazoo Racing Ini Hadirkan Spekulasi Kelahiran Kembali Toyota MR2

Spesifikasi Toyota MR2 generasi baru Gazoo Racing masih dirahasiakan. Prototipe mid-engine ini memunculkan spekulasi kehadiran model sport dengan sistem AWD dan mesin 2.0 liter.

6 jam yang lalu


Berita
Cadillac Percaya Diri Andalkan Mesin Bensin di Tengah Harga Bensin Yang Tinggi

Cadillac merupakan salah satu label dari General Motors (GM) yang dikenal paling agresif dalam menghadirkan mobil listrik. Namun mereka masih punya minat besar pada mobil bermesin bakar yang besar.

7 jam yang lalu


Tips
Bukan Sekadar Mitos, Ini Alasan Nitrogen Diklaim Bikin Ban Lebih Stabil

Benarkah nitrogen mampu menjaga tekanan ban lebih stabil? Ahli menjelaskan perbedaan molekul nitrogen dan oksigen.

8 jam yang lalu


Berita
Brand ‘O’ Siap Debut di Indonesia, Diduga Omoda O4 Meluncur 27 Juli 2026

Brand O dari Chery akan debut di Indonesia. Peluncuran Omoda O4 27 Juli 2026 Indonesia dijadwalkan dengan desain futuristis untuk konsumen muda.

8 jam yang lalu


Berita
Bos Toyota Serukan Brand Jepang Bersatu Hadapi Ancaman Mobil China

Toyota ingin agar produsen mobil Jepang berbagi komponen yang tidak terlihat maupun disentuh pelanggan sebagai langkah untuk memangkas biaya dan menghadapi meningkatnya persaingan.

10 jam yang lalu