Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Beberapa Kebiasaan Driver Penyebab Kendaraan Besar ‘Rem Blong’ Di Turunan (3)

Perlunya cek berkala dan pembekalan pengetahuan soal teknis kendaraan
Berita
Selasa, 23 April 2024 09:00 WIB
Penulis : Erie W. Adji


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Pekan lalu ada kejadian sebuah truk yang meluncur tanpa sopir di turunan ruas tol Semarang Batang. Tepatnya di Km 413 B, truk berhenti di titik  Km 413+800 B saat pagi hari.

Terlepas tidak adanya korban jiwa dan kerusakaan besar, kejadian itu bak mengingatkan lagi bahwa aktivasi sistem pengereman untuk kendaraan bertonase besar seperti truk maupun bus sangat vital.

Terbilang sering mendengar kejadian ‘rem blong’ dari bus ataupun truk di jalur menurun. Baik dari posisi statis, yang sering terjadi, kendaraan besar itu gagal berhenti sebagaimana mestinya sehhingga mengakibatkan kecelakaan.

Kebiasaan fatal: Menetralkan posisi gigi transmisi

Jusri Pulubuhu, instruktur senior keselamatan berkendara dan juga pendiri Jakarta Defensive Driving Consultant (JDDC) dalam satu kali kesempatan pernah menyitir kebiasaan buruk pengemudi bus maupun truk sata melintasi jalan menurun.

BACA JUGA

"Kebiasaan tersebut adalah menetralkan posisi gigi di turunan," ujar Jusri Pulubuhu. Ia mengungkapkan pula bahwa kebiasaan itu dilakukan oleh nyaris semua supir kendaraan berat di Indonesia.

Alasan yag kerap dikemukanan, masih menurut Jusri, penggunaan transmisi netral saat turunan sendiri bertujuan untuk menghemat BBM di perjalanan. Karena putaran mesin lebih rendah, sehingga konsumsi BBM makin irit.

Alasan klasiknya, para pengemudi ‘dipaksa’ menghemat pengeluaran BBM karena sistem 'uang solar' yang diterapkan perusahaan. Misalnya, ada jatah pengeluaran solar yang diberikan oleh perusahaan. Nah, pengemudi itulah akan berusaha agar uang solar yang dikeluarkan jauh lebih sedikit. Sehingga sisa uang jatah di perjalanan itu bisa dipakai untuk kebutuhan yang lain.

“Sayangnya, efek gigi netral di turunan terbilang berbahaya. Karena otomatis kendaraan hanya akan mengandalkan sistem rem yang ada untuk deselerasi. Tak ada bantuan fungsi  engine brake,” analisa Jusri lebih lanjut.

"Kemampuan rem akan menyusut, atau terjadi brake fading atau blong. Padahal, beban yang dibawa terkadang lebih berat dari kemampuan truk. Semakin berat bebannya, maka makin berat juga kerja rem. Ini yang berujung seringnya ‘rem blong’ di turunan," urai Jusri.

Minyak rem perlu diperbaharui secara berkala

Novarian Praputranda, Aftermarket Marketing Section Head PT Indosarana Lokapratama saat ditemui diperhelatan GIIAS 2023 (24/9) menjelaskan pentinya pantauan atas kondisi minyak rem di bus dan truk. Khususnya soal spesifikasi produk.

"Untuk bus dan truk tentu membutuhkan kinerja pengereman yang lebih ‘panas’ karena beban (angkut) lebih berat sehingga butuh titik didih yang lebih tinggi,” jelas pria yang menggawangi minyak rem merek Seiken ini.

Angkanya harus bisa bereaksi maksimal di atas 250 derajat celsius suhu yang bisa ditoleransi menurut Novarian.  "Rem (kaliper) itu kan panas, dia akan mendidih jadi tidak boleh pakai minyak rem yang boiling point-nya rendah nanti bisa menyebabkan ‘rem blong’ atau dikenal ‘rem masuk angina;. Saat injak rem, yang diinjek itu anginnya kan dia berbuih, nah ini yang tidak boleh, “wantinya.

Memang, perawatan sistem pengereman memang termasuk tidak murah jika ditilik dari segi biaya operasional sebuah kendaraan berdimensi besar. Beberapa kasus yang pernah kami temui, seal di sistem rem pake gak orisinal agar biaya perawatan murah, ditambah cairan rem pun menggunakan kualitas rendah agar seall yang enggak ori itu gak cepet rusak,” imbuh Dhany Ekasaputra, Manager Promosi PT Autochem Industry.

Padahal dengan memakai cairan atau minyak rem yang bermutu saja, soal perawatan berkala tetap harus dilakukan. Formula kimia dalam minyak rem ada masa pakainya.

Jika dipaksakan, tekanan rem bisa hilang d karena standar mutu aktual minyak rem menurun. Oleh sebab itu, sebaiknya minyak rem dikuras dan diganti seluruhnya dalam jangka waktu tertentu sesuai pentunjuk pabrikan kendaraan.

Baca juga: Salah Kaprah! Penggunaan Truk Tronton Angkut Kontainer

Baca juga: Sabuk Pengaman Di Bus, Penting Tapi Masih Disepelekan


Tags Terkait :
Safetydriving Defensivedriving Truk Bus Remblong Jalantol Jalanmenurun Kecelakaan Sistemrem Pengereman
E

Erie W. Adji

reporter

Jurnalis otomotif yang sudah malang melintang sejak 2000. Berpengalaman menulis berita seputar roda empat dari mobil pen...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Special Report: GIIAS 2026
Artikel Terkait


Berita
Ditlantas Polda Jabar: Bus ‘Laka Subang’ Pernah Terbakar April Lalu

Setelah itu dilakukan penggantian nama bus

2 tahun yang lalu


Berita
Beberapa Kebiasaan Driver Penyebab Kendaraan Besar ‘Rem Blong’ Di Turunan (3)

Perlunya cek berkala dan pembekalan pengetahuan soal teknis kendaraan

2 tahun yang lalu


Berita
Beberapa Kebiasaan Driver Penyebab Kendaraan Besar ‘Rem Blong’ Di Turunan (2)

Perlunya cek berkala dan pembekalan pengetahuan soal teknis kendaraan

2 tahun yang lalu


Berita
Beberapa Kebiasaan Driver Penyebab Kendaraan Besar ‘Rem Blong’ Di Turunan (1)

Perlunya cek berkala dan pembekalan pengetahuan soal teknis kendaraan

2 tahun yang lalu


Bus
Pengemudi Angkutan Umum, Wajib Paham Jaga Jarak

Faktor keselamatan sangat penting di jalan. Ada hal-hal yang perlu Anda ketahui untuk menjaga tetap aman di jalan.

1 tahun yang lalu


Berita
Dishub Kab.Bogor: Bikin Program Uji KIR Online Gratis

Daftar manual juga masih tersedia

2 tahun yang lalu


Truk
Kecelakaan Truk Ciawi : Darurat Operasional Truk Di Indonesia!

Operator truk harus ikut diselidiki

1 tahun yang lalu


Truk
Inilah Kisah Klasik Penyebab Rem Blong Kendaraan Besar

Masih terlalu banyak yang tidak peduli perawatan sistem rem dan bobot muatan

1 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Mitsubishi Fuso Perluas Ekosistem Aftersales, Fokus Tekan Waktu Perawatan Armada

Mitsubishi Fuso Zero Down Time aftersales dikembangkan PT KTB melalui integrasi telematika, advisor on-site, dan perluasan jaringan servis untuk tekan downtime armada niaga.

10 jam yang lalu


Berita
Honda Super-ONE Dijual Rp 438 Juta, Lebih Mahal Dari Rata2 EV Tiongkok

Harga Honda Super-ONE resmi dirilis Rp 438 juta. Sudah bisa dipesan di GIIAS 2026.

10 jam yang lalu


Berita
XPENG Tak Sekadar Hadir di GIIAS 2026, Bawa Komitmen Jangka Panjang Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik Indonesia

XPENG GIIAS 2026 komitmen jangka panjang ekosistem kendaraan listrik Indonesia tercermin dari partisipasi mereka yang menghadirkan berbagai inovasi mobilitas pintar di ajang tersebut.

11 jam yang lalu


Berita
Polytron G3+ Special Collaboration Edition Resmi Hadir, Dapat Upgrade Senilai Rp40 Juta

Polytron G3+ Special Collaboration Edition resmi meluncur di GIIAS 2026. Hadir dengan kolaborasi HSR dan Triple 9, mobil listrik ini mendapat upgrade senilai Rp40 juta dengan tambahan harga Rp20 juta.

12 jam yang lalu


Berita
Dekkalive Trio, Dashcam Tiga Kamera yang Bisa Dipantau Langsung dari Smartphone

DVR terbaru dari Dekka dilengkapi dengan tiga kamera dan merupakan tipe online yang bisa diakses melalui perangkat smartphone.

14 jam yang lalu