OTODRIVER - Penggunaan nitrogen untuk mengisi ban kendaraan kerap disebut dapat membantu menjaga tekanan ban lebih stabil. Hal ini ternyata memiliki penjelasan secara ilmiah, salah satunya berkaitan dengan ukuran molekul nitrogen dan oksigen.
Molekul Nitrogen Lebih Sulit Menembus Karet Ban
Widi Yansen, Dept. Head RnD Research & Simulation PT Gajah Tunggal Tbk, menjelaskan bahwa struktur molekul nitrogen memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan oksigen.
Menurut Widi, ukuran molekul menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kemampuan gas untuk menembus material karet. Molekul nitrogen yang lebih besar dinilai lebih sulit melewati struktur karet dibandingkan oksigen.
“Apakah karena nitrogen partikel yang lebih besar, sehingga ketika dia mencoba menembus karet lebih sulit dibanding oksigen? Jawabannya iya,” ujar Widi saat ditemui Otodriver di Proving Ground Gajah Tunggal, Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/7/2026).
Suhu Kerja Ban Juga Disebut Lebih Stabil
Selain tekanan, nitrogen juga disebut dapat membantu menjaga suhu kerja ban agar lebih stabil saat kendaraan digunakan.
Widi menjelaskan, ukuran molekul oksigen yang lebih kecil membuat pergerakannya lebih aktif dibandingkan nitrogen. Perbedaan tersebut kemudian dapat berkontribusi terhadap suhu kerja ban.
“Partikel besar dibandingkan partikel kecil, pasti bergeraknya lebih banyak yang partikel kecil. Itu kenapa ban yang diisi dengan oksigen cenderung lebih panas dibandingkan dengan ban yang diisi dengan nitrogen,” ujarnya.
Tetap Cek Kondisi Ban
Meski demikian, Widi menegaskan bahwa seberapa besar penurunan tekanan ban tidak hanya ditentukan oleh jenis gas yang digunakan.
“Jadi, secara ilmiah, itu benar. Seberapa besar tekanannya berkurang, itu tergantung juga dari pemakaian bannya,” kata Widi.
Dengan demikian, penggunaan nitrogen memang memiliki dasar ilmiah untuk membantu menjaga tekanan dan suhu kerja ban lebih stabil. Namun, pengendara tetap perlu melakukan pemeriksaan tekanan ban secara rutin dan memastikan tekanan sesuai rekomendasi pabrikan.
Pemeriksaan berkala tetap penting karena kondisi ban, beban kendaraan, suhu lingkungan, kecepatan, serta karakter penggunaan kendaraan turut memengaruhi tekanan dan suhu ban saat digunakan. (GIN)
