BUS-TRUCK - Tahun ini eksistensi kampiun truk dunia bernama Mercedes-Benz sudah berjalan selama 130 tahun.
Dimulai pada tahun 1896 saat Gottlieb Daimler membuat Pheonix, satu kendaraan bertenaga empat daya kuda dengan mesin dua silinder berkapasitas 1,06 cc.
Konstruksinya sederhana, mesin yang ada di bagian belakang langsung menyalurkan tenaga ke as roda belakang, bodinya ditopang oleh per daun, pengemudi duduk di bagian atas kendaraan seperti kusir pada kereta kuda.
Konsumsi bahan bakarnya enam liter bensin untuk jarak tempuh 100 kilometer.
Desain itu secara prinsip masih jadi panduan dalam desain sebuah truk masa kini dimana posisi mesin di area depan kemudian tenaga disalurkan ke belakang lewat kopel untuk menggerakkan roda belakang.
Begitu juga dengan kinerja transmisinya, setiap gigi transmisi terhubung dengan gigi gardan dalam jumlah yang sama.
Perubahan signifikan dilakukan pada tahun 1898, kapasitas mesin naik jadi enam daya kuda, posisinya juga dimajukan persis di bawah tempat duduk pengemudi.
Evolusi kedua itu juga menyertakan penambahan spesifikasi teknis pada truk itu.
Sebut saja pengunaan peranti pemanas khusus untuk menyalakan mesin, sistem pengapian terbaru buatan Bosch, sampai radiator baru.
Baca juga: Uji BBM B50 Akan Selesai Bulan Depan, Diberlakukan Juli 2026
Baca juga: DCVI Makin Intensif Bina Karoseri Truk Angkut Berat
Kapasitas angkut juga meningkat ke angka lima ton. Dan pembeli pertamanya setelah muncul perdana adalah sebuah perusahaan konstruksi di kota Heidenheim, Jerman, dimana tugas truk buat angkut batu bata.
Namun akselerasi pengembangan teknis serta penjualan truk Mercedes-Benz semakin tinggi didorong oleh perkembangan otomotif yang ada di Inggris.
Karena sepanjang dekade ’50-an, tengah terjadi pergeseran angkutan barang yang tadinya didominasi kereta api menjadi mengandalkan angkutan jalan raya.
Karl Benz jadi pelopor lompatan inovasi
Dalam rentang tahun 1899 sampai 1905 terus diluncurkan berbagai produk yang punya pilihan daya angkut mulai 1,25 ton sampai lima ton.
Mengandalkan mesin dua silinder yang rentang tenaganya antara 4 sampai 12 daya kuda.
Saat Karl Benz berada di puncak eksekutif tahun 1900 diproduksi juga van mulai tahun 1905 yang memiliki varian berdasarkan daya angkut barang, 500 kilogram, 1.000 kilogram, dan 1.500 kilogram.
Pilihan mesinnya masih berspesifikasi dua silinder untuk menghasilkan potensi tenaga mulai 8-16 daya kuda.
Ada juga varian dengan mesin bertenaga terpasang 16-35 daya kuda untuk bisa bawa muatan seberat 2-5 ton.
Warisan dari era ini yang masih bisa dilihat pada rangkaian truk Mercedes-Benz saat ini adalah lokasi mesin di depan, posisinya horizontal, tenaga dialirkan ke gardan belakang serta pemakaian rantai di sejumlah modul penggerak. (EW)
