Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaTips

Lakukan Kebiasaan Ini Agar Girboks Matik Anda Awet Dan Hemat Jutaan Rupiah

Cukup ganti kebiasan ini, Anda bisa hemat jutaan Rupiah
Tips
Minggu, 27 Juni 2021 11:00 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Transmisi otomatis semakin jadi pilihan pada saat ini. Jenis girboks ini dirasa lebih simpel dan praktis dalam operasional penggunaannya. Namun ada hal-hal yang terkadang luput dari perhatian dan ternyata hal tersebut mampu menjadikan girboks matik anda lebih awet dan terhindar dari kerusakan.

Salah satunya adalah kebiasaan yang salah saat parkir dan meninggalkan kendaraan Anda.

“Tak sedikit yang memiliki kebiasaaan yang justru berpotensi merusak girboks dalam jangka waktu panjang. Hal ini muncul karena urutan yang tidak semestinya dilakukan,” terang Suparno dari Putera Magetan, salah satu bengkel yang menangani perbaikan dan perawatan transmisi matik di bilangan Jatiwaringin, Bekasi.

“Kebiasaan untuk memposisikan tuas langsung ke P, tarik rem tangan (e-brake) matikan mesin lalu baru tinggalkan mobil. Sekilas ini merupakan hal yang wajar, namun berdasarkan pengalaman kami, kebiasaan ini yang bisa merusak transmisi matik,” ujar pria ramah ini.

BACA JUGA

Pria yang akrab disapa Parno ini menjelaskan bahwa dalam P tersebut seluruh beban berat mobil  bakalan ditanggung oleh girboks khususnya pada posisi parkir di tempat yang menanjak atau turunan. “Sesaat setelah ditempatkan pada posisi P, mobil akan terasa sedikit terayun ke depan atau ke belakang tergantung posisi parkirnya (menanjak atau menurun),” sambungnya. “Kondisi ini lambat laun akan menyebabkan beberapa part pada transmisi rusak lebih cepat. Biasanya terjadi pada unit pengunci girboks dan bisa melebar ke bagian lain,” cerocosnya. “Kalo sudah rusak, tentunya dapat menguras kocek yang cukup lumayan,” lanjutnya.

Karenanya, Parno mengatakan bahwa kondisi ini dapat dihindari dengan mengubah pola kebiasaan saat memarkir kendaraan. “Letakkan tuas pada posisi N (neutral), tarik rem tangan (e-brake), biarkan mobil bergerak menyesuaikan posisinya baru tempatkan tuas ke P,” bebernya.

Lelaki asli Magetan ini menjelaskan bahwa dengan kebiasaan ini maka bobot mobil tidak dipanggul oleh transmisi, melainkan oleh rem mobil (e-brake). Dan P tinggal menyempurnakan proses tersebut. “Jadi yang menahan kendaraan bukan transmisi melainkan rem kendaraan,” imbuhnya.

Jadi jika Anda punya kebiasaan salah saat melakukan parkir, saatnya merubah kebiasaan ini. Simpel saja mengingat kiat ini yakni letakkan posisi N, tarik hand rem, biarkan mobil benar-benar diam, posisikan ke P dan baru matikan mesin.


Tags Terkait :
Girboks Matik AT Kebiasaan Salah
S

Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Mercedes-Benz Ucapkan Selamat Tinggal Untuk Girboks Manual

Mercedes-benz hapus girboks secara bertahap mulai 2023

4 tahun yang lalu


Komparasi
BAIC BJ80 Vs Mercedes-Benz G-Class. Seberapa Mirip Dimensi Dan Spesifikasinya?

Dari sisi penampilan, BAIC BJ80 ini sangat mirip dengan Mercedes-Benz Gelandewagen atau yang kita kenal juga sebagai G-Class. Bahkan bantingan pintu BJ80 terasa seperti G-Class

1 tahun yang lalu


Berita
BMW Tetap Menawarkan Transmisi Manual untuk Kendaraan Masa Mendatang

BMW berpendapat bahwa penggunaan transmisi manual menjadi pengalaman berkendara.

4 tahun yang lalu


Tips
Bolehkah Mengisi Oli Transmisi Otomatik Konvensional Untuk Matic Kopling Ganda?

Rupanya, transmisi otomatik kopling ganda memiliki cara kerja yang unik.

8 tahun yang lalu


Used Car
Suzuki Ertiga Gen 1, Pilihan Mobil Seken Yang Masuk Nalar

Harga Suzuki Ertiga Gen 1 bekas berkisar Rp 85 juta hingga Rp 150 juta. Mobil ini diminati karena irit, nyaman, dan cocok untuk penggunaan harian.

2 minggu yang lalu


Berita
Pengemudi Mobil Manual Punya Kesehatan Otak Lebih Baik Dibanding Transmisi Otomatis

Transmisi matik digemari lantaran kepraktisannya, akan tetapi sebuah studi dari Jepang membeberkan bahwa ada yang terdegradasi dari kesehatan otak penggunaan girboks dua pedal ini.

3 minggu yang lalu


Berita
Toyota Bersikukuh Mengerjakan Girboks Manual Untuk EV

Toyota kembangkan transmisi manual untuk EV meski tren mobil listrik menuju kesederhanaan. Produsen Jepang ini tengah mematenkan konsep girboks manual yang memberikan pengalaman berkendara klasik.

1 bulan yang lalu


Berita
Girboks Manual Masih Punya Potensi, KIA Agendakan Kehadiran Carens Manual

KIA Sales Indonesia agendakan KIA Carens transmisi manual Indonesia untuk daerah pegunungan dan pelosok. Varian manual tawarkan harga lebih kompetitif.

2 bulan yang lalu


Terkini

Berita
Gratis Untuk Pengguna EV Toyota, Di Sini Lokasinya

Toyota terus menambah Toyota Exclusive Parking dan Toyota Charging Spot untuk memudahkan konsumen setia ketika ingin berbelanja.

1 jam yang lalu


Berita
Tertangkap Kamera Dalam Pengujian, Mercedes-AMG G-Glass Cabrio Segera Dirilis

Mercedes-AMG G-Glass Cabrio merupakan SUV ikonik yang banyak disukai karena desain dan performanya.

2 jam yang lalu


Tips
Jangan Asal Ganti Ban Mobil, Perhatikan Load Index dan Speed Rating

Selain ukuran ban, pengendara perlu memahami arti load index dan speed rating. Kenali fungsi kode 105W pada ban mobil dan batas kemampuannya.

3 jam yang lalu


Berita
Perlu Perhatian Masa Berlaku SIM, Potensial Gagalkan Klaim Asuransi

Pentingnya mengingat masa berlaku SIM sangat penting dalam pengurusan polis asuransi.

4 jam yang lalu


Berita
Xpeng Recall Belasan Ribu Unit Di Cina Akibat Heatwave, Indonesia Sedang Investigasi

Xpeng resmi mengajukan program penarikan kembali (recall) kepada China State Administration for Market Regulation (SAMR) untuk mengatasi cacat pada sistem suspensi udara (air suspension).

5 jam yang lalu