Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaTips

10 Hal yang Ganggu Konsentrasi Mengemudi, GPS Tidak Termasuk

Berikut adalah 10 hal yang bisa mengganggu konsentrasi mengemudi.
Tips
Jumat, 8 Februari 2019 14:00 WIB
Penulis : Rhesa Cipto Sampurno


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Larangan mengoperasikan GPS sambil mengemudi menimbulkan banyak pro dan kontra belakangan ini. Digalakkannya larangan mengoperasikan GPS saat mengemudi merupakan bagian dari penegakan Undang-undang nomor 22 tahun 2009 Pasal 106 ayat.

GPS sendiri merupakan sebuah teknologi yang populer di era milenium dan saat ini bisa membantu dan memudahan penumpang mobil. Polemik pembatasan menggunakan GPS memang layak diperdebatkan, tapi sebenarnya banyak yang lebih bahaya dibanding mengoperasikan GPS sambil mengemudi.

Menurut situs mentalfloss, setidaknya ada 15 hal yang bisa mengganggu konsentrasi mengemudi. Namun ternyata tak ada satupun yang menyebut menggunakan GPS. Berikut adalah 10 hal yang bisa mengganggu konsentrasi mengemudi menurut situs tersebut.

1. Menggunakan ponsel atau smartphone saat mengemudi
Menurut penelitian tahun 2008 di Amerika Serikat, banyak pengemudi yang menggunakan ponsel dalam perjalanan. Bukan hanya sekedar mengangkat telepon, tetapi banyak
dari mereka yang menjadikan gadget sebagai cermin untuk merias wajah atau sekedar merapihkan rambut bahkan untuk menyikat gigi dan mengganti pakaian.

2. Membalas pesan singkat saat berkendara
Menurut laporan di Amerika Serikat di 2013, kecelakaan remaja di jalan raya diakibatkan karena membalas pesan singkat saat mengemudi, lagi-lagi karena ponsel.

3. Suara audio yang terlalu keras
Dalam penelitian, 85 kesalahan berkendara didominasi oleh para remaja yang mendengarkan musik terlalu keras, sedangkan remaja yang memilih lagu mellow
mampu menurunkan 20 persen tingkat kecelakaan.

4. Makan saat berkendara
Sebuah penelitian di Los Angeles, Amerika Serikat, mengatakan bahwa kecelakaan naik 80% terjadi karena pengemudi yang makan dan minum sambil mengemudi. Kegiatan tersebut diyakini dapat menggangu konsentrasi saat berkendara.

5. Menaruh barang yang berlebihan di dasbor
Menurut penelitian, terlalu banyak barang di area dasbor membuat jarak pandang saat berkendara terganggu yang berdampak menurunnya konsentrasi dan bisa menyebabkan
kecelakaan.

6. Mengemudi dalam keadaan lelah
Pada tahun 2011 sebuah penelitian menyebutkan, kecelakaan terjadi diakibatkan pengemudi mengalami kelelahan. Jadi jika lelah, segeralah menuju rest area terdekat dan beristirahatlah sejenak sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

7. Pengaruh alkohol
Masih dari penelitian yang sama, mengemudi dalam pengaruh alkohol sangat berbahaya karena bisa menimbulkan halusinasi yang berlebihan. Orang yang tengah dalam pengaruh alkohol sebaiknya sama sekali tidak melakukan kegiatan mengemudi.

8 Berhenti di zona aman
Di beberapa negara sudah memfasilitasi zona untuk berhenti untuk sekedar menerima panggilan, membalas pesan singkat atau hanya sekedar melihat email masuk. Hal ini bisa
membuat pengendara tidak terganggu untuk menggunakan gadget saat perjalanan.

9. Mengemudi dalam keadaan marah

Para peneliti yang mempelajari 1.600 peristiwa kecelakaan selama rentang waktu tiga tahun menyimpulkan pengemudi yang sedih, marah atau kesal bisa meningkatkan risiko
kecelakaan sebesar hampir 10 kali lipat.

10. Jangan bercanda berlebihan saat berkendara
Jalan raya bukan tempat untuk bercanda dan ajang membuat kekonyolan. Selain berbahaya, bercanda saat sedang mengemudi juga dapat mengilangkan konsentrasi yang tentunya bisa membahayakan semua orang.


Tags Terkait :
Safety Driving GPS
R

Rhesa Cipto Sampurno

Kontributor

Rhesa Cipto Sampurno

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Bus
Menekan Kecelakaan Bus Di Tol, Tanggung Jawab Operator Jalan Tol Harus Ditingkatkan

Pemilik bus juga tidak bisa lepas tangan atas kesiapan armada serta awak busnya.

4 bulan yang lalu


Bus
Ini Barisan Bintang Isuzu Di JMS 2025

Semua bertema inovasi teknologi masa depan untuk hari ini.

6 bulan yang lalu


Truk
Ketahui Blind Spot Truk, Agar Terhindar Dari Bahaya Jalan

Pengemudi truk dan pemakai jalan lain perlu saling waspada.

9 bulan yang lalu


Truk
Menhub Menegaskan Kalau Ada Truk Laka, Maka Pemiliknya Juga Harus Bertanggung Jawab

Regulasi untuk atasi truk ODOL segera diterbitkan dan jika terjadi kecalakaan yang melibatkan truk, maka pemilik truk juga akan menanggung akibatnya.

11 bulan yang lalu

Bus
Pengemudi Angkutan Umum, Wajib Paham Jaga Jarak

Faktor keselamatan sangat penting di jalan. Ada hal-hal yang perlu Anda ketahui untuk menjaga tetap aman di jalan.

1 tahun yang lalu


Truk
22 Ribu Laka Sampai Maret 2025 Melibatkan Kendaraan Angkutan Barang, Ini Strategi Kementerian Perhubungan

Para pengemudi kendaraan berat wajib mendapatkan pelajaran safety driving.

1 tahun yang lalu


Truk
Kecelakaan Truk Ciawi : Darurat Operasional Truk Di Indonesia!

Operator truk harus ikut diselidiki

1 tahun yang lalu


Truk
Kemenhub Dalami Penyebab Kecelakaan Truk Di Tol Purbaleunyi

Sejak awal tahun 2024, tabrak belakang masih kerap terjadi di tol

1 tahun yang lalu


Terkini

Mobil Listrik
Begini Cara Charging EV Yang Baik Dan Bikin Baterai Awet

Cara charging EV agar baterai awet: hindari fast charging, isi 30-80%, prioritaskan home charging AC. Tips dari ekspert EVSafe Indonesia.

3 jam yang lalu


Berita
Stiker Colorful Di Mobil Balap Bikin Tampilan Fresh Dan Menarik Perhatian

Maxdecal dukung Radical Time Attack MFoS 2026 Mandalika lewat stiker premium untuk mobil Erika Richardo dan J Owen, dapat apresiasi Wakil Menteri Ekraf Irene Umar.

6 jam yang lalu


Berita
Lexus TZ Diperkenalkan, Saudara Toyota Highlander EV

Lexus TZ rilis 2026 sebagai SUV listrik tiga baris, saudara Toyota Highlander EV. Teaser dirilis 7 Mei, baterai 76-95 kWh, jarak 480 km, fitur Lexus Safety System+ 4.0.

7 jam yang lalu


Berita
Lepas Resmikan Dealer ke-4 di Indonesia, Targetkan 40 Showroom Sepanjang 2026

Lepas resmikan dealer baru Lepas MAS Pluit di Jakarta Utara, dealer ke-4 di Indonesia dengan layanan 3S. Targetkan 40 showroom hingga akhir 2026.

8 jam yang lalu


Berita
Haval Big Dog Plus Terbaru Segera Rilis, Lebih Besar Dari Haval Jolion

Mobil ini memiliki dimensi lebih besar dibandingkan Haval Jolion yang beredar di Indonesia.

10 jam yang lalu