Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityBus

Tren 'Topi' Bus Di Indonesia, Eksis Lewat Sasis Tronton

Banyaknya pilihan sasis tronton merembet ke perkembangan desain bodi bus. Tren yang hadir pada bus-bus baru di Indonesia adalah penggunaan kaca depan model tumpuk horizontal dengan 'topi'.
Bus
Kamis, 30 Januari 2020 13:00 WIB
Penulis : Ilham Pratama


Jika Anda perhatikan, tren yang hadir pada bus-bus baru di Indonesia adalah penggunaan kaca depan model tumpuk horizontal dengan 'topi' sebagai pemisah. Tren penggunaan topi tersebut ternyata datang seiring hadirnya sasis bus tronton (dua gandar belakang) di Indonesia. Kenapa?

Sejarah singkat tren ini sebenarnya tak lepas dari kehadiran sasis tronton MAN R37 pada tahun 2013 yang kemudian digarap karoseri Nusantara Gemilang asal Kudus sebagai bus tingkat setahun kemudian. Kemunculan sasis tersebut dijawab Mercedes-Benz dengan merilis sasis OC 500 RF 2542, tak lama kemudian.

BACA JUGA

Banyaknya pilihan sasis tronton tersebut merembet ke perkembangan desain bodi bus. Awalnya pada tahun 2015 perusahaan otobus Pelangi asal Aceh memesan sasis Mercedes-Benz OC 500 RF 2542 yang bodinya digarap oleh karoseri Rahayu Santosa.

Namun sasis tronton tersebut tidak ingin dijadikan bus tingkat. Hal ini dijawab karoseri asal Bogor, Jawa Barat itu dengan bodi Jetliner. Dengan tinggi 3,7 meter, artinya bodi ini lebih tinggi dari versi standar, Skyliner yang sekitar 3,6 meter. Untuk menambah kesan tinggi, Rahayu Santosa menghadirkan kaca depan tumpuk dengan 'topi' sebagai pemisahnya.

Setelah kehadirannya yang fenomenal, sederet karoseri pun mengikuti perkembangan desain tersebut. Paling tenar tentu Jetbus 2+ SHD dari Adi Putro yang juga hadir di GIIAS 2016. Kehadiran Jetbus 2+ SHD ini diikuti oleh makin banyak karoseri lokal. Seperti bodi Avante dari Tentrem, Zepellin G3 dari Gunung Mas.

Uniknya, pada awalnya karoseri Laksana sedikit menolak tren ini di mana pada GIIAS 2016 masih mempertahankan bodi Legacy SR-2 kaca tunggal. Baru di GIIAS 2017, Laksana mulai pamer facelift berkaca tumpuk lewat bus Harapan Jaya bersasis Hino RM 380.

Saat ini, penggunaan topi bukan hanya didominasi bus-bus besar dengan sasis premium. Tren ini bahkan melebar ke segmen big bus sasis mesin depan, bahkan medium bus. Seperti garapan karoseri KAS yang bersasis Mitsubishi FE, atau Gunung Mas merilis bodi Zepellin MS, bahkan bus demo Mercedes-Benz OF 917 dari Morodadi Prima pun dilengkapi dengan topi.


Tags Terkait :
Tren Topi Bus Penggunaan Topi Bus Bodi Bus Indonesia
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Bus
Tren 'Topi' Bus Di Indonesia, Eksis Lewat Sasis Tronton

Banyaknya pilihan sasis tronton merembet ke perkembangan desain bodi bus. Tren yang hadir pada bus-bus baru di Indonesia adalah penggunaan kaca depan model tumpuk horizontal dengan 'topi'.

6 tahun yang lalu

Bus
Unik, Bus Ber'Topi' Ganda Ala Karoseri Gunung Mas

Tampilan bus pariwisata Bin Ilyas asal Bogor, Jawa Barat ini beda. Bodi Zepellin G3 garapan karoseri Gunung Mas, Madiun ini dibuat lebih segar.

6 tahun yang lalu


Bus
Tentrem Tetap Pertahankan Desain Bodi Dengan 'Topi' Karena Lebih Irit

Selain ada nilai estetika ternyata juga berpengaruh signifikan pada efisien biaya operasional.

4 bulan yang lalu


Van
Karoseri Trisakti Rilis Bodi Minibus Bertopi

Protris dapat diaplikasi pada beragam sasis minibus, baik versi short chasis, atau long chasis. Seperti Isuzu Elf, Hino Dutro maupun Mitsubishi Canter. Kapasitasnya mulai dari 15-19 penumpang.

6 tahun yang lalu


Bus
Bus Medium Juga Bisa Tampil Kekinian Ala Bus SHD Lho!

Tak hanya bus Semi High Deck atau Super High Deck, kini bus reguler juga mengadopsi desain double glass pada bagian muka bus mereka. Desain ini sekarang menjadi trend.

9 tahun yang lalu

Berita
Harga Mobil Diesel Seken Lunglai, Ambrol Hingga Puluhan Juta

Harga solar non subsidi menginjak harga Rp 30 ribuan/liter. Bencana bagi pasar mobil diesel bekas

1 hari yang lalu


Bus
Beban Subsidi Makin Besar, Tarif Transjakarta Bisa Naik

Wacana kenaikan tarif Transjakarta mengemuka akibat subsidi APBD membengkak hingga Rp9.000-10.000 per penumpang. Pendapatan tiket hanya tutup 14% biaya operasional.

6 hari yang lalu

Berita
Masih Seumur Jagung Di Indonesia, Intip Prestasi Changan Berikut Ini

Changan baru di Indonesia, tapi prestasi global Changan 2025 mencatat penjualan 2,913 juta unit, NEV 1,1 juta, dan dominasi R&D dengan 24.000 tenaga ahli.

1 minggu yang lalu


Terkini

Truk
Truk Listrik Volvo Laku 5.000 Unit Di Seluruh Dunia

Truk listrik Volvo terjual 5.000 unit di seluruh dunia, dikirim ke 50 negara dengan delapan model. Armada menempuh 170 juta km sejak 2019.

1 hari yang lalu


Bus
Pakai Cara Pabrikan Tiongkok, Produsen Bus Listrik India Ini Rilis Model Terbaru

Mayoritas proses desain sampai perakitan dilakukan dalam satu atap.

1 hari yang lalu


Pikap
Isuzu D-Max EV Mulai Dipasarkan Untuk Pasar Eropa

Isuzu D-Max EV mulai dipasarkan di Eropa. Spesifikasi Isuzu D-Max EV Eropa: tenaga 200 hp, baterai 66.9 kWh, torsi 347 Nm, range 263-335 km WLTP.

2 hari yang lalu


Pikap
KIA Indonesia Serius Jajaki Untuk Hadirkan Double Cabin Tasman

Kia Indonesia rencanakan Kia Tasman rilis Indonesia 2027 sebagai double cabin pikap sasis tangga. Model ini saingi Hilux di tengah harga diesel naik.

5 hari yang lalu


Bus
Beban Subsidi Makin Besar, Tarif Transjakarta Bisa Naik

Wacana kenaikan tarif Transjakarta mengemuka akibat subsidi APBD membengkak hingga Rp9.000-10.000 per penumpang. Pendapatan tiket hanya tutup 14% biaya operasional.

6 hari yang lalu