OTODRIVER - Changan bisa dibilang sebagai salah satu pemain baru di pasar mobil listrik Indonesia.
Merek asal Tiongkok ini resmi meramaikan industri otomotif tanah air pada penghujung 2025 lalu, sehingga wajar jika masih ada keraguan dari sebagian konsumen.
Tetapi jika melihat langsung performa globalnya, seperti yang kami dapati saat berkunjung ke markas besarnya di Chongqing, China. Changan jelas bukan pemain sembarangan.
Sepanjang 2025, Changan Group berhasil mencatatkan penjualan hingga 2,913 juta unit kendaraan, meningkat 8,5 persen dibanding tahun sebelumnya.
Menariknya, dari total tersebut, kontribusi kendaraan energi baru alias NEV sudah menembus lebih dari 1,1 juta unit. Ini menunjukkan keseriusan mereka dalam elektrifikasi, bukan sekedar ikut tren.
Tak hanya kuat di penjualan, Changan juga dikenal unggul dalam pengembangan teknologi. Mereka tercatat menempati peringkat pertama dalam evaluasi National Enterprise Technology Center di Tiongkok selama 14 tahun berturut-turut.
Di balik capaian tersebut, ada lebih dari 24.000 tenaga riset dan pengembangan (R&D) global yang menjadi tulang punggung inovasi mereka.
Hasilnya pun konkret. Hingga kini, Changan telah mengantongi 20.935 paten, dengan 71 persen di antaranya merupakan paten invensi. Bahkan, mereka juga turut berkontribusi dalam penyusunan 408 standar industri otomotif.
Secara global, ekspansi Changan juga terbilang agresif. Mereka telah hadir di 118 negara dengan dukungan 1.124 jaringan penjualan. Selain itu, terdapat 22 fasilitas produksi di luar negeri dengan total kapasitas mencapai 350.000 unit per tahun.
Performa internasionalnya pun terus menanjak. Pada Maret 2026, penjualan global Changan mencetak rekor dengan menembus angka 100.000 unit hanya dalam satu bulan. Capaian ini menjadi bukti bahwa produk mereka mulai diterima luas di pasar luar Tiongkok.
Lalu bagaimana strategi mereka di Indonesia? Changan menegaskan tidak ingin sekadar hadir sebagai pemain sementara. Mereka mengusung pendekatan lokalisasi yang mendalam sebagai kunci utama.
“Strategi utama kami adalah melalui diferensiasi produk dan layanan untuk membangun nilai merek. Di pasar luar negeri, selain mengejar volume, kami sangat memprioritaskan lokalisasi,” ujar Zhu Huarong, Chairman Changan Group.
Ia juga menambahkan bahwa di tengah tantangan global seperti kebijakan proteksionisme, lokalisasi menjadi langkah paling efektif. Changan pun ingin bertransformasi dari sekadar eksportir menjadi merek yang benar-benar berakar di pasar lokal. (AW)
