Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Mengapa Truk Tanpa Hidung Lebih Populer?

Tak hanya muatan yang lebih besar, namun banyak hal lain yang membuat COE lebih populer di beberapa wilayah termasuk Indonesia
Berita
Kamis, 30 Januari 2020 11:45 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Secara garis besar kendaraan bermotor roda empat atau lebih dibagi menjadi dua kubu, yakni konvensional dan Cabin Over Engine (COE). Ciri tipe konvensinal adalah ada 'hidung' atau bonnet di depan kabin. Sedangkan COE, tidak punya hidung, sesuai namanya karena posisi mesin ditanam di bawah kabin.

Jika mencermati kondisi pasar Indonesia saat ini, populasi kendaraan niaga didominasi oleh COE dibandingkan dengan konvensional. Sebut saja Suzuki Carry, Daihatsu Gran Max, DFSK, Tata Ace, Mitsubishi L300, Isuzu Traga hingga truk heavy duty, tercatat menjejali pasar domestik dengan komposisi hampir 95%. Sebaliknya konvensional hanya tersisa seperti pikap Toyota Hilux, Isuzu Panther atau Mitsubishi Triton single cab.

Kondisi di Indonesia ini nyaris sama dengan yang dialami di negara-negara Eropa dan terjadi pula di Jepang. Di mana populasi kendaraan niaga konvensional menurun secara drastis. Sementara di belahan dunia lain, seperti di kawasan Amerika Utara kendaraan niaga masih didominasi oleh jenis konvensional.

Lalu apa yang menyebabkan COE meraja di sebagian pasar di dunia. Beberapa penyebab teknis maupun non-teknis menjadi penyebabnya.

BACA JUGA

Secara teknis, dengan dimensi kendaraan yang kurang lebih sama, CEO punya ruang kargo yang lebih besar dibandingkan konvensional dan hal itu dianggap punya efisiensi lebih baik dalam hal ketersediaan ruang kargo. Artinya dengan sekali dimensi yang sama, sebuah COE mampu membawa barang lebih banyak.

Faktor lainnya adalah keunggulan dalam visibilitas dan kemampuan bermanuver di tempat yang punya akses terbatas dan sempit.

Dari sisi non-teknis di regulasi yang berlaku di beberapa negara terutama Eropa yang memberikan batasan panjang maksimal dalam ukuran tertentu. Beda dengan Amerika yang lebih longgar, terutama pada ketentuan tentang panjang keseluruhan truk trailer.

Dikutip dari smart-trucking.com, faktor jalanan di Amerika Utara sangat mendukung lantaran punya jalanan yang relatif lebar dan panjang bahkan hingga kota kecil dan pedesaan sekalipun.  Berdasarkan survey yang dilakukan oleh smart-trucking, rata-rata orang Amerika lebih merasa aman jika mengendarai kendaraan yang memiliki bonnet alias hidung.

Inilah sebabnya truk konvensional masih mendominasi pasar Amerika. Bahkan pabrikan seperti Volvo ataupun Hino menyediakan truk bonnet mereka  khusus untuk Amerika.

Bagaimana dengan Indonesia? Sepertinya tipikal market Indonesia punya kesamaan dengan Eropa. Hampir semua truk, mulai dari ukuran kecil sampai besar yang dijajakan di Indonesia tidak berhidung. Sedangkan versi berhidung, jumlahnya sedikit dan sebatas pemesanan khusus.

Demikian pula pada angkutan niaga ringan, praktis hanya tersisa Isuzu Panther pikap, Hilux pikap dan lain sebagainya dengan populasi minoritas, jika dibandingkan COE seperti Suzuki Carry ataupun Mitsubishi L300.

Suzuki Carry, potret sebuah COE,  jadi tulang punggung Suzuki di Indonesia

Tags Terkait :
COE Konvensional Mobil Berhidung
S

Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Mengapa Truk Tanpa Hidung Lebih Populer?

Tak hanya muatan yang lebih besar, namun banyak hal lain yang membuat COE lebih populer di beberapa wilayah termasuk Indonesia

6 tahun yang lalu

Berita
Hino 600 : Truk Berhidung Yang Langka

Hino tercatat sebagai pabrikan Jepang terakhir yang masih membuat truk dengan bonnet. Produk ini hanya dijajakan untuk pasar Amerika saja.

6 tahun yang lalu

Truk
International Sightliner, Truk Langka Yang Bintangi Film Real Steel

Truk ini tergolong tidak laku pada zamannya dan menjadikannya sebagai salah satu truk paling langka

5 tahun yang lalu

Truk
Truk Toyota Buaya, Truk Besar Pertama Dan Terakhir

Truk ini masuk pertama ke Indonesia melalui jalur militer dan saat ini masih banyak dikaryakan untuk pekerjaan angkut batu dan tanah

6 tahun yang lalu


Terkini

Berita
BEV Lebih Ekonomis Dari REEV, Ini Alasannya

Alasan BEV lebih ekonomis dibanding REEV terletak pada komponen yang lebih sedikit, sehingga biaya perawatan jangka panjang lebih rendah tanpa kebutuhan servis mesin bakar.

5 jam yang lalu


Berita
Mazda 6e Dipastikan Diluncurkan Dalam Waktu Dekat

Peluncuran Mazda 6e Indonesia dipastikan dalam waktu dekat. Mazda bekerja sama dengan Changan untuk menghadirkan sedan listrik ini usai diperkenalkan di Singapore Motor Show.

6 jam yang lalu


Berita
Porsche Cayenne Assembled Regionally Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp 2,99 M

Porsche Indonesia meluncurkan Porsche Cayenne rakitan regional dengan harga Porsche Cayenne rakitan regional Indonesia mulai Rp 2,99 miliar. SUV ini dilengkapi mesin V6 turbo 353 PS.

17 jam yang lalu


Berita
5 Alasan iCAR V23 Menarik untuk Dimiliki

iCar V23 memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya menarik untuk dimiliki.

17 jam yang lalu


Berita
Ferrari Amalfi Sebagai Penerus Roma, Ini Impresi Kami

Ferrari Amalfi penerus Roma menawarkan grand tourer dengan mesin V8 twin-turbo 640 cv, suspensi nyaman, dan kabin ergonomis untuk mobilitas harian sekaligus performa tinggi.

18 jam yang lalu