OTODRIVER - Pikap identik dengan kendaraan pekerja yang mengutamakan kemampuan angkut dan ketangguhan. Namun, karakter tersebut tidak selalu harus mengorbankan kenyamanan. Hal itu yang coba ditawarkan Toyota Hilux Rangga, terutama dengan mesin bensin.
Dalam kesempatan first drive, kami mencoba Hilux Rangga bensin untuk melihat kemampuannya sebagai kendaraan kerja sekaligus kendaraan sehari-hari.
Dari balik kemudi, posisi duduk terasa cukup familiar seperti mobil penumpang. Joknya nyaman, posisi mengemudi mudah disesuaikan, sementara visibilitas ke depan tergolong baik. Hal ini membantu ketika harus mengendalikan bodi yang cukup panjang dengan bak terbuka di belakang.
Hilux Rangga bensin mengandalkan mesin 2.000 cc 139 PS dan torsi 183 Nm dengan transmisi manual 5-percepatan. Respons tenaganya terasa linear dan mudah dikendalikan, baik saat bermanuver di perkotaan maupun ketika membawa muatan. Perpindahan giginya juga cukup mudah, sehingga pengemudi tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi.
Untuk urusan kenyamanan, tentu tidak bisa disamakan dengan SUV atau MPV. Saat bak kosong, suspensi belakang terasa sedikit kaku ketika melewati permukaan jalan yang tidak rata. Namun, karakter tersebut justru terasa lebih ideal ketika membawa muatan.
Menariknya, pengendalian Hilux Rangga tetap mudah. Setir memiliki bobot yang pas dan radius putarnya cukup membantu ketika bermanuver di area sempit. Di kecepatan lebih tinggi, pikap ini juga masih terasa stabil dan cukup nyaman untuk perjalanan jarak jauh.
Salah satu keunggulan utamanya tentu berada di bagian bak. Area ini memberikan fleksibilitas untuk membawa berbagai jenis barang, sesuai kebutuhan pekerjaan maupun aktivitas lainnya.
Saat membawa muatan sekitar 200 kg, performa mesin bensin memang terasa sedikit lebih berat dibandingkan saat bak kosong. Namun, akselerasinya masih cukup responsif untuk kebutuhan sehari-hari. Justru, tambahan bobot tersebut membuat suspensi belakang terasa lebih nyaman dan gerakan bodi lebih terkontrol.
Saat berakselerasi maupun melakukan pengereman, Hilux Rangga juga tetap terasa stabil. Muatan 200 kg di belakang tidak memberikan perubahan karakter yang signifikan terhadap pengendalian.
Dari impresi tersebut, Hilux Rangga memang menunjukkan karakter sebagai kendaraan pekerja. Membawa muatan sekitar 200 kg masih terasa berada dalam zona nyaman, baik dari sisi performa maupun kenyamanan.
Dengan mesin bensin, karakter Hilux Rangga terasa mudah didekati. Respons mesin, transmisi manual, serta pengendaliannya memberikan kontrol yang baik, sementara kenyamanan kabinnya membuat pikap ini tidak terasa melelahkan untuk aktivitas harian.
Jadi, bagi konsumen yang membutuhkan pikap tangguh untuk bekerja namun tetap nyaman digunakan di jalan raya, Toyota Hilux Rangga bensin menawarkan kompromi yang menarik: tangguh sebagai kendaraan pekerja, tetapi tetap nyaman untuk digunakan sehari-hari. (AW)
