OTODRIVER - Meskipun sudah muncul tren penurunan harga solar nonsubsidi, kondisi harga di rerata SPBU di Indonesia sudah melonjak jauh dimana angka dua puluhan ribu per liter masih jadi label harga yang tertera di SPBU Pertamina maupun swasta.
Dampak dari fluktuasi tadi nyata bukan hanya menimpa pengguna kendaraan diesel, tapi juga penjualan kendaraan barunya.
Keresahan itu ditambah lagi adanya kepastian bahwa mulai bulan Juli 2026 solar yang dipasarkan di SPBU Pertamina akan hadir produk baru dengan nama B50 yang posisinya di atas solar subsidi dan nonsubsidi (Pertamina Dex).
Kegundahan itu diakui juga oleh oleh Chief Marketing Auto2000, Yagimin, saat memberikan paparan di Forum Diskusi Sidkom-Otohub yang bertema: Mobil Diesel Masa Kini Dan Nanti: Ketangguhan VS Kehematan, di Jakarta pekan ini (27/6/2026).
Diterangkannya, permintaan akan kendaraan diesel di seluruh Indonesia wilayah pulau jawa memang sempat ada penurunan.
Namun saat ini, masih menurut Yagimin, permintaan retail akan mobil diesel secara nasional porsinya terakhirnya 19,2 persen periode Januari-Mei 2026 dari total serapan pasar nasional yang besarnya 359.490 unit alias terserap sebesar 69.022 unit.
Besaran itu tumbuh sekitar 8,8 persen dibandingkan perode yang sama tahun 2025. Bagi Auto2000 sendiri, penjualan model diesel, untuk area pula Jawa di catatan per tahun 2025 porsinya 23,1 persen.
Wilayah yang digolongkan pihak Auto2000 sebagai area Non-Jawa Area, serapan pasarnya lebih tinggi lagi yaitu di porsi 34 persen sampai tutup tahun 2025.
Mesin diesel Toyota bisa minum solar yang ada di pasaran
Toyota saat ini menyodorkan empat model bermesin diesel untuk pasar nasional; Hilux Rangga, Fortuner, Innova Reborn, dan Hilux.
Keempatnya, berdasarkan penjelasan Yagimin, setidaknya memberikan empat hal yang menjadi pemikat utama, yaitu; torsi atau tenaga yang besar, kemampuan melintasi berbagai medan jalan, efisiensi untuk berkendara jarak jauh, durabilitas operasional, dan daya angkut maksimal.
Satu hal yang juga diyakini pihak Auto2000 menjadi faktor penting soal masih tingginya serapan atas model diesel mereka adalah mesin diesel pada empat model andalan di atas adalah adopsi teknologi termutakhir yang bisa menghasilkan performa maksimal dengan ketersediaan BBM yang ada di pasaran.
Dipungkaskan oleh Yagimin, maksimalisasi performa mobil diesel Toyota juga wajb diiringi pola perawatan yang konsisten.
Ada tujuh hal yang sekiranya perlu dicermati; membersihkan endapan air secara berkala di tangki bahan bakar, pengganian filter solar sesuai jadwal servis, ganti pelumas serta filternya dan cek fuel system secara berkala, hindari remapping ECU tanpa kalkulasi dan kebutuhan yang tepat.
Langkah selanjutnya yaitu waspada gejala mesin susah hidup atau kurang bertenaga maupun mengeluarkan asap berlebihan, manfaatkan alat diagnostic berstandar di bengkel resmi, dan memilih bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan. (EW)
