Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaFirst Drive

FIRST DRIVE: Toyota Calya 1.2G M/T

Kami menjajal Toyota Calya 1.2G M/T, yang merupakan varian terlaris saat ini. Mobil itu kami bawa dari Garut - Bandung.
First Drive
Selasa, 13 September 2016 06:00 WIB
Penulis : Benny Averdi


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Kami menjajal Toyota Calya Tipe G M/T, yang merupakan tipe terlaris saat ini. Mobil itu kami bawa dari Garut - Bandung. Dalam sambutannya di hadapan media, Diki Zulkarnaen, Area Manager Jabar PT Toyota Astra Motor (TAM) menyebutkan, bahwa sebanyak 17.300 SPK secara nasional sudah diraih. Dari total tersebut, sebanyak 27 persen terjadi saat GIIAS 2016 lalu.

“Dari total 17.300 unit SPK, Jawa Barat sebanyak 17 persen atau 3.300 unit,” jelasnya. Tentu, terbanyak adalah tipe G M/T yang memang favorit.

Tipe G AT dan MT siap dijajal dari Bandung ke Garut

“Umumnya pengguna Toyota Calya di daerah, mengambil yang bertransmisi manual,” tutur Rouli Sidjabat, Public Relation Manager PT TAM. Nah, seperti apa impresinya ketika digunakan dalam perjalanan dari kawasan kaki gunung Kamojang, Garut hingga Bandung?

Salah satu perbedaan transmisi manual ini dengan matik, adalah tarikannya yang terasa lebih spontan, namun saat pertama kali melepas pedal kopling, perlu mendapatkan feeling soal putaran mesinnya. “Kalau terlalu rendah sering mati mesinnya,” terang rekan jurnalis yang memiliki pengalaman serupa dengan beberapa yang lainnya.

BACA JUGA

Memang, putaran mesin di kitiran 1.500 rpm paling aman untuk start, agar mesin tak mati saat akan meluncur. Setelah itu perpindahan persneling terasa mudah dan lancar. Lokasi tuas transmisi di dasbor juga terasa ergonomis.

Karakter spontan ini, juga sangat menyenangkan ketika melewati tanjakan terjal semacam daerah Nagrek, Garut. Persneling 2 atau 3 bisa melahap tanjakan dengan mudah, sembari menyalip truk yang berjalan pelan. Tapi putaran mesin harus Anda jaga di atas 2.000 rpm, karena di bawah itu torsi memang terasa agak lemah.

Tanjakan Nagreg menjadi salah satu lintasa uji coba

Penempatan rem tangan menempel ke jok tengah dan bentuk tuas melebar juga begitu mudah dioperasikan. Alhasil ketika berhenti di tanjakan dan harus memainkan setengah kopling dan rem tangan, semua terasa mudah.

Di jalan lurus, seperti tol Padaleunyi, saat kecepatan 100 km/jam putaran mesin sudah meraih angka 3.000 rpm, tentu di kitiran ini, akan mudah bagi Toyota Calya untuk mengembangkan kecepatannya lagi. Putaran mesin ini juga lebih lebih rendah dibanding Toyota Avanza yang di kecepatan sama mencatat 3.900 rpm.

Penggunaan ban standar berukuran 175/65R14, masih tergolong cukup, meski jika diganti dengan telapak lebih lebar dengan diameter agak lebih besar, tentu stabilitasnya meningkat. Meski demikian, kami tak bisa bilang kalau pengendaliannya buruk. Memang ada sedikit limbung tapi masih masuk batas toleransi.

Dengan tapak ban lebih lebar, stabilitas akan lebih meningkat

Sama halnya seperti Sigra yang menjadi basisnya, karakter bantingan Calya juga menyenangkan. Ia terasa lembut namun tidak lemah. Duduk di jok paling belakang juga tidak akan mengocok badan Anda.

Adanya air recirculator di tengah juga cukup membantu kenyamanan penumpang. Memang dia sifatnya hanya seperti kipas angin yang menyedot udara dingin dari kabin depan. Tapi setidaknya ia cukup sejuk embusannya dan sampai hingga ke jok paling belakang.

KESIMPULAN:

Kalau Anda tidak tinggal di kepadatan kota, transmisi manual di Calya layak jadi pilihan. Tenaga mesin yang paspasan menjadi lebih efisien menyalurkan dayanya ke ban dengan transmisi ini. Ia terasa lebih sigap dibandingkan versi otomatis, dan secara teoritis konsumsi BBM-nya juga lebih baik.

Kelebihan:

- Harga menarik

- Perpindahan gigi manual enteng

- Karakter bantingan suspensi baik

- Setir enteng

- Radius putar kecil

Kelemahan:

- Tenaga di putaran bawah

- Ban mungil

- Tanpa pengaturan posisi setir

SPESIFIKASI

Toyota Calya 1.2G M/T

Mesin: 1.200 cc 4 silinder

Tenaga: 88 PS @ 6.000 rpm

Torsi: 10,8 kgm @ 4.400 rpm

Transmisi: Manual 5-speed

Penggerak: Depan


Tags Terkait :
Toyota Calya
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Berita
Toyota Siapkan Rival Ford Raptor. Dilabeli Sebagai TRD Hammer

Toyota siapkan TRD Hammer sebagai rival Ford Raptor berbasis Tundra. Mesin V6 twin-turbo hybrid 3.4L capai 437 hp, respons terhadap Ram TRX.

5 jam yang lalu


Berita
Raih 2.793 SPK Selama IIMS 2026, Ini Dia Dua Unit Paling Laris Toyota

Toyota masih menjadi brand terlaris di tanah air. Dalam pameran di bulan Februari kemarin, mereka mendulang 2.793 SPK dengan nyaris stengahnya disumbang model hybrid.

1 hari yang lalu


Tips
Ada Paket Spontan Di Auto2000, Khusus Servis Mobil Yang Habis Masa Garansi

Bagi mobil yang odometernya di atas 50 ribu kilometer

5 bulan yang lalu


Berita
Inilah 5 Mobil Terlaris Di Tempat Lelang, Avanza Mendominasi

Penjualan mobil seken meningkat mempengaruhi kenaikan jasa lelang mobil yang cukup signifikan.

7 bulan yang lalu


Terkini

First Drive
Mitsubishi Xpander HEV Tidak Akan Meluncur Di Indonesia Tahun Ini

Kapan rilis Mitsubishi Xpander HEV di Indonesia? Tak tahun ini. Hybrid 2026 fokus XForce HEV dan Destinator MHEV, Xpander HEV mungkin 2028 dengan gen 2.

4 jam yang lalu


Berita
Toyota Siapkan Rival Ford Raptor. Dilabeli Sebagai TRD Hammer

Toyota siapkan TRD Hammer sebagai rival Ford Raptor berbasis Tundra. Mesin V6 twin-turbo hybrid 3.4L capai 437 hp, respons terhadap Ram TRX.

5 jam yang lalu


Berita
Mudik In Style 2026 : Perfoma Audi Q8, Mampu Melupakan Kekurangannya

Harga Audi Q8 RS 55 TFSI di Indonesia Rp 2,83 miliar. Performa V6 340 hp dan quattro unggul di Mudik in Style 2026, meski BBM boros 5,6 km/liter.

6 jam yang lalu


Berita
Mudik in Style 2026 : Empat Alasan Xpeng G6 Pro Dipakai Sebagai Mobil Libur Lebaran

Alasan Xpeng G6 Pro dipilih Mudik in Style 2026: suspensi nyaman, efisiensi SUV listrik, arsitektur 800V fast charging, dan desain dewasa.

7 jam yang lalu


Berita
Bocoran EV Lamborghini Sebelum Dirilis Ke Pasaran

Lamborghini masih terus mengembangkan model bertenaga listrik murni yang dijadwalkan meluncur setelah 2030.

9 jam yang lalu