OTODRIVER –Wuling Darion rilis perdana untuk pasar nasional bulan November tahun lalu.
MPV 7-seater ini disediakan dua varian yaitu EV dan PHEV, selain itu ada dua pilhan sub varian lagi yaitu CE dan EX.
Secara umum semuanya punya karakter desain eksterior, interior, maupun dan dimensi yang serupa.
Perbedaan trim di jok yang membedakan antar sub varian tadi.
Komposisi dasar dimensi Wuling Darion adalah panjang 4.910 mm x lebar 1.870 mm x tinggi 1.770 mm. Spesifikasi wheelbase 2.910 mm.
Sistem rem cakram di bagian depan dan belakang menjamin pengereman yang optimal, sementara suspensi McPherson di depan dan Multi-link Independent di belakang memberikan kenyamanan maksimal juga jadi spesifikasi sektor undercarriage dari semua varian MPV hasil perakitan pabrik Wuling di kawasan Cikarang, Jawa Barat.
Untuk Wuling Darion EV, ditenagai motor listrik bertenaga 150 kW atau setara 201 daya kuda. Torsi puncaknya 310 Nm yang disalurkan ke roda depan melalui transmisi Single Reduction.
Sumber energinya berasal dari baterai 69,2 kWh Lithium Iron Phosphate (LFP) yang mampu menempuh jarak hingga 540 kilometer (CLTC) dengan sistem penggerak Front Wheel Drive.
Sementara itu, Darion PHEV menggabungkan mesin bensin 1.490 cc, Naturally Aspirated, Atkinson Cycle, dengan motor listrik dengan klaim tenaga 145 kW (195 daya kuda) dan torsi 230 Nm.
Mesin konvensionalnya sendiri juga diklaim bisa hasilkan tenaga 105 daya kuda (5.800 rpm). Torsi maksimalnya 130 Nm (4.600–5.000 rpm).
Sistem transmisinya Dedicated Hybrid Transmission (DHT) untuk memberikan perpindahan tenaga yang halus dan efisien.
Untuk motor listriknya punya sumber daya dari baterai 20,5 kWh LFP.
Paduan dua sumber tenaga atas Darion PHEV itu membuat MPV dengan sistem penggerak roda depan ini akan mampu menjelajah hingga 125 kilometer dalam mode listrik murni (CLTC) serta tangki bahan bakar berkapasitas 52 liter.
Marketing Director Wuling Motors, Ricky Christian, yang ditemui di sela ajang GIICOMVEC 2026 (8/4) menyebutkan serapan pasar MPV baru itu saat ini sudah mencapai empat ribu pengguna.
Dari kedua varian utama yang tersedia, varian tenaga listrik mendominasi penjualan Darion di Indonesia. Ricky menyebutkan bahwa sekitar 80 persen dari kepemilikan Darion adalah untuk varian EV.
Animo yang lebih tinggi atas varian tenaga listrik itu, masih menurut Ricky, didorong oleh fleksibilitas pemakaian di wilayah seperti Jakarta yang jalanannya terkena peraturan nomor polis ganjil genap.
Selain itu, soal pembiayaan untuk operasional kendaraan yang lebih rendah atas varian EV juga jadi pendorong kuat atas minat yang kebih besar atas Wuling Darion dibandingkan varian hibrida. (EW)
