Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Setir Kiri atau Setir Kanan, Mana yang Lebih Banyak di Dunia?

Pengaruh besar kebijakan Napoleon ternyata tak berpengaruh di Indonesia
Berita
Jumat, 2 Oktober 2026 11:40 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko
Posisi setir di sebelah kanan Indonesia dibawa sejak jaman Kolonial (Foto : Otodriver/Awie Ananta)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER – Kalau diperhatikan, dunia otomotif sebenarnya terbagi menjadi dua kubu. Ada negara yang memakai mobil bersetir kiri dan berjalan di sisi kanan jalan, sementara negara lain memakai mobil bersetir kanan dan berjalan di sisi kiri.

Lantas, mana yang lebih banyak?

Jawabannya adalah setir kiri.

Perbandingan pengguna setir kiri (merah) dan setir kanan (biru)(Foto : classicandsportsfinance.com)

Menurut WorldStandards, sekitar 35 persen populasi dunia tinggal di negara yang menerapkan lalu lintas sisi kiri. Artinya, sekitar 65 persen populasi dunia berada di negara yang berkendara di sisi kanan, dengan mobil yang umumnya bersetir kiri.

BACA JUGA

Dari sisi jumlah negara, selisihnya juga mencolok. Hanya sekitar 75 negara dan wilayah yang memakai sisi kiri, termasuk Inggris, Jepang, Indonesia, Australia, India, Thailand, dan Malaysia.

Lantas, kenapa dunia bisa terbelah seperti ini? Jawabannya ternyata jauh lebih tua daripada sejarah mobil.

Sebelum ada mobil, manusia bepergian dengan kuda dan kereta. Salah satu teori populer menyebut kebiasaan berjalan di sisi kiri berkaitan dengan mayoritas manusia yang menggunakan tangan kanan. Pada zaman ketika perjalanan rawan serangan, berjalan di sisi kiri membuat tangan kanan yang dominan lebih dekat dengan orang yang datang dari arah berlawanan. Tangan itu bisa dipakai untuk memegang senjata. Kebiasaan ini lalu berkembang menjadi aturan lalu lintas di sejumlah wilayah.

Inggris mempertahankan tradisi tersebut. Aturan berkendara di sisi kiri akhirnya diwajibkan di Inggris pada 1835. Ketika Inggris membangun kolonisasi kebiasaan ini ikut menyebar ke berbagai wilayah jajahannya. Itulah sebabnya Australia, India, Afrika Selatan, Malaysia, dan sejumlah negara lain sampai sekarang masih memakai lajur kiri.

Sementara itu, tradisi berkendara di sisi kanan berkembang kuat di Prancis, lalu menyebar ke banyak negara Eropa. Pengaruh Napoleon ikut mempercepat penyebarannya ke wilayah-wilayah yang ia taklukkan. 

Setir kanan di Indonesia

Posisi berkendara di Indonesia dipengaruhi oleh peraturan yang diterapkan oleh pemerintahan kolonial Belanda. Tapi bukankah Belanda menggunakan mobil dengan posisi kemudi di kiri?

Belanda memang awalnya menggunakan posisi berkendara di sisi kiri dan kemudian dibawa ke Hindia Belanda. Namun ketika Kerajaan Belanda jatuh ke dalam pendudukan Napoleon peraturan tersebut berubah.

Hanya saja perubahan tersebut tidak lantas dibawa ke seluruh daerah jajahannya dan Indonesia atau Hindia Belanda termasuk wilayah yang tidak terpengaruh oleh perubahan tersebut.

Letak posisi stir di Indonesia tidak berubah sejak jaman kolonial (Foto : Life)

Indonesia pun tetap berkendara di sisi kiri, kebiasaan yang juga sejalan dengan Jepang, yang menduduki Indonesia pada masa Perang Dunia II dan juga memakai sisi kiri.

Jadi, meski setir kiri lebih banyak di dunia, setir kanan di Indonesia bukan kebetulan. Ia adalah warisan sejarah panjang yang jauh lebih tua dari mobil itu sendiri. (SS)


Tags Terkait :
S
Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Artikel Terkait






Terkini

Terkini