OTODRIVER - PT Indomobil Global Transportasi atau Indomobil Foton menyerahkan satu unit mobil listrik minibus Foton E-View kepada Politeknik Cristo Re Maumere, Nusa Tenggara Timur, sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa.
Langkah positif ini merupakan respon dari Indomobil Foton yang melihat perkembangan kendaraan listrik kini tidak hanya mengubah industri otomotif, tetapi juga membuka kebutuhan baru terhadap sumber daya manusia yang memahami teknologi tersebut.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang pendidikan vokasi.
Mobil listrik tersebut diharapkan tidak hanya digunakan sebagai kendaraan operasional kampus, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengenal dan memahami teknologi kendaraan listrik secara langsung.
Serah terima dilakukan oleh Chief Operating Officer PT Indomobil Global Transportasi, Edi Napis, bersama Technical and After Sales Division Head Reno Apriano serta HRD and General Affair Section Head Natanael Y. Waworuntu.
Bantuan diterima langsung oleh Ketua Yayasan Politeknik Cristo Re Maumere, RD. Felicianus Dari, didampingi Direktur Politeknik Cristo Re Maumere, RD. Yakobus Donnisius Migo, di Kampus Politeknik Cristo Re Maumere, Kamis (1/10/2026).
Chief Operating Officer PT Indomobil Global Transportasi, Edi Napis, mengatakan kehadiran kendaraan listrik di lingkungan pendidikan vokasi diharapkan dapat memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa sekaligus menjadi bagian dari pengembangan pembelajaran yang mengikuti kebutuhan industri.
“Menurut kami, kendaraan listrik mungkin menjadi hal yang baru di daerah, namun sudah umum di perkotaan. Kami berharap Politeknik Cristo Re bisa menjadikan mobil listrik ini sebagai bagian dari kurikulum baru,” ujar Edi Napis.
Menurut Edi, penguasaan teknologi kendaraan listrik dapat menjadi bekal penting bagi mahasiswa ketika nantinya memasuki dunia kerja, khususnya di tengah perkembangan industri otomotif yang mulai membutuhkan tenaga dengan kompetensi baru.
Ia menilai peluang kerja bagi lulusan yang memiliki kemampuan di bidang kendaraan listrik, termasuk mekanik, otomotif, dan manufaktur, akan semakin terbuka seiring perkembangan teknologi tersebut.
“Hal ini menjadi nilai plus, sama seperti pelamar kerja yang menguasai bahasa Mandarin saat ini. Mahasiswa di daerah yang sudah memiliki knowledge dan pengalaman praktis dengan mobil listrik pasti akan memiliki keunggulan kompetitif,” ujarnya.
Mobil Listrik Jadi Ruang Belajar Teknologi Baru
Direktur Politeknik Cristo Re Maumere, RD. Yakobus Donnisius Migo atau Romo Donnie, menyambut baik dukungan yang diberikan Indomobil Foton. Menurutnya, kehadiran Foton E-View di lingkungan kampus memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mempelajari perkembangan teknologi otomotif secara langsung, bukan hanya melalui teori.
“Mereka bisa belajar apa yang saat ini sedang berkembang di dunia. Teknologi mobil listrik yang berkembang cukup masif ini harus dipelajari secara langsung,” ujar Romo Donnie.
Ia menegaskan, kendaraan tersebut tidak akan semata-mata digunakan sebagai kendaraan operasional kampus. Foton E-View juga akan dimanfaatkan sebagai ruang edukasi bagi mahasiswa untuk mempelajari sistem dan teknologi kendaraan listrik.
Mobil tersebut juga akan menunjang mobilitas, pelayanan, dan berbagai kegiatan Politeknik Cristo Re, termasuk mendukung pelaksanaan tugas dan pengabdian kampus bagi civitas akademika maupun masyarakat.
Pihak kampus turut mengapresiasi kehadiran jajaran manajemen dan staf PT Indomobil Global Transportasi yang memberikan wawasan serta sosialisasi mengenai sistem kerja kendaraan listrik dan perkembangan teknologinya.
Bagi Politeknik Cristo Re, keberadaan kendaraan tersebut memiliki nilai tersendiri. Foton E-View menjadi mobil listrik pertama yang dikirim melalui jalur darat dari Surabaya menuju Maumere. Kendaraan ini sekaligus menjadi minibus pertama yang menggunakan nomor pelat EB Maumere.
“Mobil ini interiornya sangat mewah. Kami akan menjaga dan merawatnya, tetapi yang paling utama adalah kami harus mempelajarinya sebagai lembaga pendidikan tinggi,” ujar Romo Donnie.
Ke depan, pihak kampus berharap mahasiswa Program Studi Pemeliharaan Mesin Otomotif dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk mempelajari teknologi kendaraan listrik secara lebih mendalam.
Pengetahuan dan pengalaman praktis tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menjadi mekanik maupun tenaga pemeliharaan kendaraan listrik yang kompeten. (BA)
