OTODRIVER - Untuk menghindari informasi yang simpang siur soal akses keluar tol yang dikabarkan masuk wilayah kebijakan pembatasan kendaraan ditegaskan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, bahwa tak ada aturan baru terkait dengan ganjil-genap (gage) di sejumlah gerbang tol di ibu kota.
Disebutkannya, seperti dikutip dari Antara (26/6/2026) sesuai dengan Pergub Nomor 88 Tahun 2019, sebenarnya tidak ada peraturan baru mengenai ganjil genap, bahkan termasuk 28 akses on ramp atau off ramp di gerbang tol.
Pernyataan Gubernur DKI Jakarta tersebut diperkuat oleh penjelasan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin, dimana aturan gage di sejumlah gerbang tol di Jakarta bukanlah kebijakan baru.
Pemberlakuan kebijakan itu sudah lama dilakukan dan selama ini akses dari jalur tol tersebut memang bersinggungan langsung dengan sejumlah jalan protokol di Ibu Kota.
Berikut 28 akses dari jalan tol yang bersinggungan langsung dengan jalur yang termasuk wilayah pembatasan kendaraan:
Area Jakarta Barat: Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang, Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso, Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 2, Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama, dan Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 1.
Area Jakarta Selatan: Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan, Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar, Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda, Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan, Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 2, Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran, Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet, Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 2, serta Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II.
Area Jakarta Timur: Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika, Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang, Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang, Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas, Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati, Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat, Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya,, dan Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara.
Area Jakarta Timur-Pusat: Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun, Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya, Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan, Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas, Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan, Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih.
Berikut 25 ruas jalan yang akan diterapkan ganjil genap sesuai Pergub 88 Tahun 2019:
1. Jalan Pintu Besar Selatan
2. Jalan Gajah Mada
3. Jalan Hayam Wuruk
4. Jalan Majapahit
5. Jalan Medan Merdeka Barat
6. Jalan MH Thamrin
7. Jalan Jenderal Sudirman
8. Jalan Sisingamangaraja
9. Jalan Panglima Polim
10. Jalan Fatmawati
11. Jalan Suryopranoto
12. Jalan Balikpapan
13. Jalan Kyai Caringin
14. Jalan Tomang Raya
15. Jalan Jenderal S Parman
16. Jalan Gatot Subroto
17. Jalan MT Haryono
18. Jalan HR Rasuna Said
19. Jalan D.I Pandjaitan
20. Jalan Jenderal Ahmad Yani
21. Jalan Pramuka
22. Jalan Salemba Raya sisi Barat, untuk Timur mulai dari Simpang Jalan Paseban Raya sampai Diponegoro
23. Jalan Kramat Raya
24. Jalan Stasiun Senen
25. Jalan Gunung Sahari.
Setiap pelanggar sistem ganjil genap Jakarta akan dikenakan sanksi tilang yang mengacu pada Pasal 287 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) yakni dikenakan denda maksimal Rp 500.000. (EW)
