OTODRIVER - Penjualan global di tahun 2026 untuk rerata pabrikan Jepang memang sedang dalam tren melemah, setidaknya tidak juga mengalami pertumbuhan yang signifikan.
Seperti dikutip dari laman Kyodo, dalam unggahan data penjualan global periode bulan April-September 2026, Toyota mengalami penurunan penjualan di luar Jepang sebesar 4 persen dengan angka total 5.059.014 unit. Untuk produksinya sendiri juga turun 1,9 persen dengan besaran 4.895/406 unit. Pasar otomotif Tiongkok yang melemah disebutkan jadi salah satu penyebab penurunan tersebut.
Barisan pabrikan lain seperti Mazda, Daihatsu, dan masing-masing dapat angka positif; 616.776 unit atau naik 1,2 persen, naik 0,5 persen ke angka 494.759 unit, dan naik 3,4 persen di angka 470.379 unit.
Nissan masih belum pulih dengan adanya penurunan penjualan 11,8 persen ke angka 1.355.233 unit, begitu juga dengan Mitsubishi yang mencatatkan angka total 356.887 unit setelah ada penurunan 7 persen.
Honda juga ada penurunan sebesar 4 persen dengan angka terakhir 1.661.569 unit, separuhnya karena amblesnya penjualan di wilayah China.
Khusus untuk pasar di China, penjualan kendaraan bermesin fosil trennya merosot akibat fluktuasi harga minyak dunia sehingga mendorong penjualan mobil listrik. Toyota sendiri di pasar China juga mengalami penurunan sampai 25,1 persen.
Posisi ketiga dari Honda sebelumnya kemudian digantikan oleh Suzuki yang mengalami lonjakan dari pasar India dengan penguasaan pasar 40 persen. Secara global pencapaian itu meningkatkan penjualan ke angka 1.824.006 unit atau ada kenaikan 19,9 persen.
Delapan pabrikan utama Jepang itu secara gabungan menghasilkan angka penjualan sebesar 11,83 juta unit, masih mengalami tekanan 6,5 persen yang angka riilnya 4.256.216 unit.
Produktivitas berbagai pabrik mobil merek Jepang di luar negeri juga mengalami penurunan 5,6 persen atau setara 3.215.352 unit. (EW)
