OTODRIVER – Kalau melihat setir mobil sekarang, bentuk lingkaran rasanya sudah seperti sebuah hukum tidak tertulis. Mau mobil murah, premium, sport sampai mobil listrik, bentuk dasarnya hampir selalu sama.
Namun, jauh sebelum flat-bottom steering wheel atau yoke steering menjadi tren, Chrysler ternyata sudah lebih dulu mencoba sesuatu yang tidak lazim.
Pada 1960, Chrysler melalui Imperial memperkenalkan steering wheel dengan bentuk yang tidak sepenuhnya bulat. Dari belakang kemudi, bentuknya terlihat seperti oval dengan bagian atas dan bawah yang dibuat lebih datar.
Sekilas memang terlihat seperti eksperimen desain khas era jet age. Tetapi ternyata ada alasan yang cukup masuk akal di baliknya.
Bukan cuma soal gaya.
Mengutip review Motor Life pada model flagship Chrysler, Imperial 1960, disebutkan penggunaan elliptical steering wheel.
Kurang lebih, bentuk lingkar kemudi tersebut dipipihkan pada bagian atas dan bawah. Rancangan ini ditujukan agar pengemudi mendapatkan pandangan penuh ke instrument panel. Sementara bagian bawah yang dipipihkan memberikan ruang lebih untuk kaki.
Tujuannya kurang lebih sama dengan desain lingkar kemudi flat-bottom yang tengah menjadi tren saat ini.
Langkah engineering yang diambil Chrysler ini pada masa itu dianggap sebagai sebuah terobosan untuk menyiasati kondisi steering column yang masih statis, alias belum dilengkapi teknologi tilt steering seperti yang kita kenal sekarang.
Pemicu lain penggunaan setir lonjong ini adalah desain dashboard Imperial 1960 yang futuristis untuk zamannya.
Di belakang setir terdapat dua kelompok instrumen besar dengan teknologi pencahayaan elektroluminesen yang disebut Panelescent. Bentuk setir yang tidak bulat membantu membuka bidang pandang ke panel instrumen tersebut.
Pada perkembangannya, desain yang disematkan pada model paling ningrat di jajaran Chrysler Group ini juga diteruskan pada model-model lainnya.
Konsep setir dengan bentuk tidak sepenuhnya bulat kemudian muncul pada keluarga Chrysler 300. Bahkan pada Chrysler 300J 1963, steering wheel tersebut berukuran sekitar 16,75 inci dari kiri ke kanan dan 15 inci dari atas ke bawah.
Data dari Chrysler 300 Club International mencatat, bentuk tersebut juga memberikan kemudahan bagi kaki pengemudi ketika melewati setir saat masuk maupun keluar mobil.
Chrysler sendiri dalam materi penjualan Imperial 1960 bahkan menyebut desain tersebut sebagai “squared-off circle” atau “rounded-off square”.
Artinya, mereka memang sengaja menjadikan bentuk tidak lazim tersebut sebagai bagian dari identitas mobil.
Dan yang menarik, bentuk setir tersebut bukan berdiri sendiri. Ia merupakan bagian dari keseluruhan konsep interior Imperial yang memang ingin tampil berbeda dan futuristis.
Hilangnya Desain Unik Rounded-Off Square
Ini memang merupakan gagasan yang menarik dan brilian. Namun sayangnya, gagasan tersebut kemudian seperti menghilang selama beberapa dekade.
Mengutip Mac's Motor City Garage, perkembangan desain interior, hadirnya tilt steering column, power steering dan kemajuan di bidang ergonomi membuat konsep setir lonjong seperti milik Chrysler tersebut perlahan ditinggalkan.
Perkembangan teknologi membuat desain tersebut dianggap tak lagi relevan. Industri otomotif kemudian kembali menggunakan bentuk lingkar kemudi yang sepenuhnya bundar sebagai standar.
Meski begitu, belakangan bentuk tersebut kembali muncul dalam format berbeda melalui desain flat-bottom steering wheel, terutama pada mobil sport dan sejumlah mobil modern.
Walau sudah tak lazim digunakan, model rounded-off square milik Chrysler telah menjadi bagian dari sejarah otomotif. Sebuah contoh bagaimana engineering berusaha mengatasi keterbatasan dengan solusi sederhana dan teknologi yang tersedia pada zamannya.
Jadi, kalau melihat setir flat-bottom dan merasa desain tersebut sangat modern, ingatlah satu hal.
Ide itu ternyata sudah berumur lebih dari enam dekade.(SS)
