Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Ini Dia Karakter Pembeli Mobil EV, ICE, Dan Hybrid?

Pola konsumen mobil baru saat ini berdasarkan harga dan pola serta rute berkendara
Berita
Selasa, 11 November 2025 16:15 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Peminat EV meningkat drastis umumnya masih berada di kota-kota besar (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Di kuartal terakhir tahun 2025 setidaknya ada empat jenama hadir di pasar nasional dengan menggendong pembangkit daya listrik maupun hibrida. 

Keempat jenama itu adalah Geely, Wuling, Chery, dan Jaecoo. 

Jika melihat sodoran harga yang ditawarkan tentu sangat menarik, berada di rentang Rp200-Rp500 jutaan. 

Itu merupakan rentang harga yang boleh disebut sebagai ‘tulang punggung’ penjualan mobil penumpang secara nasional.

Dari rentang harga tersebut harus diakui sudah tergambar adanya pergeseran minat konsumen akan mobil baru. Mereka kini bisa memilih model yang lebih spesifik.

BACA JUGA

Lalu bagaimana sebenarnya pemetaan konsumen mobil baru nasional saat ini dengan adanya produk bertenaga listrik, hibrida, dan mesin ICE?

Ditemui langsung akhir pekan lalu di sela ajang Chery J6 Fest di kawasan Bogor (8/11), Vice Country Director  PT Chery Sales Indonesia (CSI), Budi Darmawan, menjelaskan bahwa pihaknya sudah memetakan ceruk konsumen yang memilih produk bermesin ICE, kemudian juga peminat EV, dan CSH atau mudahnya disebut sebagai hybrid juga ada fanbase tersendiri. 

Secara lebih detail diakuinya bahwa saat ini masih ada konsumen yang belum percaya dengan mobil listrik. 

Oleh karena itu, pihaknya menyediakan model hibrida seperti Tiggo8 dan Tiggo Cross yang keduanya merupakan punya pembangkit daya mesin konvensional dan motor listrik. 

“Untuk peminat EV, akan banyak didominasi oleh konsumen yang berada di kota-kota besar seperti Jakarta, setidaknya tidak terkena aturan ganjil genap bagi mobil listrik. Sementara untuk jenis hybrid diminati oleh konsumen yang sudah mempercayakan tunggangannya bertenaga listrik namun masih ada keraguan soal jarak tempuh,” ungkap Budi. 

Colokan listrik untuk monbil EV dan PHEV di Indonesia umumnya CCS 2 (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Hal serupa juga diungkapkan oleh Sales and Channel Director Geely Auto Indonesia, Constantinus Herlijoso, di sela sesi handover Geely Starray EM-i (30/10). 

“Secara umum minat konsumen terhadap mobil listrik sudah meningkat drastis, namun masih banyak juga konsumen yang masih meragukan soal ketersediaan pengisian daya listrik yang ada saat ini. Terutama di luar wilayah kota-kota besar, khususnya di luar pulau Jawa,” akunya. 

Head of Product Jaecoo Indonesia, Ryan Ferdian Tirto, yang juga ditemui langsung beberpa waktu lalu (3/11) secara khusus menyebutkan, bahwa wilayah Jabodetabek merupakan ceruk terbesar atas produk mobil listrik murni.

“Setidaknya dengan adanya regulasi ganjil genap di wilayah Jabodetabek jadi salah satu pemicu minat terhadap mobil EV,” sebut Ryan. 

Di luar wilayah Jabodetabek, masih menurut Ryan, masih ada konsumen yang mau beralih dari mobil bermesin fosil dan memilih versi hybrid. Ada juga juga langsung beralih ke mobil listrik dari mobil mesin konvensional. 

Segmen peminat mobil bermesin fosil saat ini, dari pengamatan Ryan, umumnya berada di area urban. 


“Di wilayah-wilayah yang colokan listriknya (SPKLU, Red) masih belum berkembang merupakan ceruk, juga bagi mereka yang masih ragu soal isu baterai kalau rusak, merupakan segmen peminat ICE saaat ini,” urainya.     

Ketersediaan SPKLU adalah syarat awal untuk elektrifikasi kendaraan secara masif (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

EV akan dipilih oleh mereka yang punya rute mobilitas pasti

Secara khusus Budi Darmawan menggaris bawahi bahwa calon peminat mobil baru yang belum menjatuhkan pilihan ke EV memang belum punya keyakinan soal pengoperasian mobil EV. Dalam hal ini tentu soal ketersediaan pengisian ulang daya listrik. 

Herlijoso juga mengisyaratkan hal serupa, bahkan ia menjabarkan bahwa memiliki mobil listrik sejatinya juga bukan semata karena biaya isi ulang daya serta perpajakan yang rendah sebagai pemicunya. 

“Ini soal kebiasaan, jika memang setiap hari punya rute mobilitas yang pasti dan sudah memetakan ketersediaan charging station maka memilih mobil EV bisa jadi solusi,” ujarnya.

Namun kalau memang masih punya peluang untuk melakukan perjalanan yang jauh dengan potensi ketersediaan fasilitas isi ulang daya listrik yang terbatas maka pilihan terhadap mobil PHEV atau hybrid jadi pilihan yang logis. (EW)  

Mesin mobil PHEV atau hibrida di Indonesia umumnya sudah compatible dengan kandungan etanol (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)
Pada saatnya nanti peminat mobil EV, hybrid, dan ICE akan terpetakan dengan sendirinya (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Tags Terkait :
Tren Konsumen
E

Erie W. Adji

reporter

Jurnalis otomotif yang sudah malang melintang sejak 2000. Berpengalaman menulis berita seputar roda empat dari mobil pen...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Keunggulan Hyundai Santa Fe XRT, SUV Keluarga yang Siap Diajak Bertualang

Keunggulan Hyundai Santa Fe XRT mencakup desain lebih gagah, ground clearance tinggi, ban all-terrain, serta sistem AWD HTRAC yang mendukung penggunaan sebagai SUV keluarga untuk medan ringan.

1 hari yang lalu


Berita
Mengenal Varian Dual Mode (DM) BYD, Ternyata Ada Beberapa Tipe

Mengenal varian BYD DM Dual Mode yang terdiri dari DM-i, DM-p, dan DM-O dengan pendekatan Electric First untuk efisiensi, performa, dan off-road.

1 minggu yang lalu

Begini Cek Spare Part Palsu Ala Produsen Genuine Parts

1 minggu yang lalu


Berita
Harga BBM Mahal, Line Up Hybrid Toyota Laku Di Pasaran

Penjualan Toyota hybrid meningkat karena harga BBM mahal. Toyota mencatatkan lebih dari 10.000 SPK untuk Veloz Hybrid serta tren kenaikan pada model Zenix Hybrid di tengah kenaikan harga bahan bakar.

1 minggu yang lalu


Berita
Vinyl Roof, Model Atap Populer Yang Kini Telah Ditinggalkan

Jenis atap ini pernah populer di era 60-80an lalu kemudian ditinggalkan.

2 minggu yang lalu

Komparasi
Komparasi Spesifikasi Wuling Eksion vs Toyota Kijang Innova Zenix

Komparasi spesifikasi Wuling Eksion vs Toyota Innova Zenix: dimensi kabin lebih lega Eksion, hybrid TNGA matang Zenix, efisiensi untuk MPV keluarga.

3 minggu yang lalu


Berita
Ini Dia Hyundai Ioniq Yang Dirancang Khusus Untuk Pasar Tiongkok

Dominasi mobil keluarga elektrifikasi di Indonesia semakin menarik untuk dibahas.

3 minggu yang lalu


Berita
Tren Naiknya Harga BBM Menurut MG Indonesia

Model SUV masih akan jadi konsenterasi utama namun model MPV secepatnya menyusul ke pasar.

3 minggu yang lalu


Terkini

Berita
Hyundai Buka Bengkel Bodi di Wilayah Solo Raya

Sebagai upaya memperkuat layanan purna jual di Jawa Tengah.

36 menit yang lalu


Berita
Mengenal Teknologi Ling Power Yang Bikin Wuling Eksion Bisa Tempuh 1.000 Km Tanpa Isi Bensin

Melalui media drive 600 km, teknologi Ling Power Wuling Eksion menunjukkan kemampuan tempuh lebih dari 1000 km dengan PHEV.

3 jam yang lalu


Berita
Toyota Bikin Camry Dual Engine, Tapi Bukan Yang Pertama

Toyota Camry dual engine Super Taikyu diperkenalkan untuk balap ketahanan, meski konsep mobil bermesin ganda sudah ada sejak 1907.

3 jam yang lalu


Berita
Menyusul Pertamina, Harga di SPBU BP Juga Ada Kenaikan

Pasokan BBM di SPBU swasta masih tersendat.

9 jam yang lalu


Mobil Listrik
Mitsubishi Ecplise Sportback EV Hadir Dengan Racikan Nissan Leaf

Nama Eclipse kembali digunakan, kali ini hadir sebagai sosok sportback EV yang merupakan rebadge dari Nissan Leaf.

9 jam yang lalu