OTODRIVER - Audi mengungkapkan bahwa strategi menghadirkan mobil yang sama untuk berbagai pasar dunia tak lagi relevan. Dilansir dari Carscoops, Rabu (1/7) waktu setempat, Audi berpendapat bahwa pihaknya merancang strategi yang lebih cerdas dengan merancang model yang berbeda untuk sejumlah benua.
Kepala Bagian Teknis Audi Rouven Mohr mengatakan bahwa, strategi tersebutlah yang membuat Audi bekerja sama dengan perusahaan asal Tiongkok, SAIC untuk merancang mobil secara khusus untuk pasar Tiongkok.
“Saya pikir gagasan mobil global yaitu satu mobil yang cocok untuk seluruh dunia ini sudah hilang, jujur saja, karena tidak lagi cocok di AS (dan) di China,” katanya.
Adapun di Tiongkok, Audi membantu memenuhi kebutuhan banyak konsumen lokal yang menginginkan mobil berteknologi canggih layaknya ponsel pintar di atas roda, sekaligus menawarkan sistem pengemudian otomatis tercanggih.
Sementara untuk pasar Eropa, konsumen lebih menyukai kontrol sentuh, tombol, dan sakelar yang lebih sederhana, meski demikian, Audi terus meluncurkan dasbor digital melengkung pada sejumlah model di Eropa.
Audi kini juga mempercepat proses pengembangan mobil, bahkan saat ini tengah mengembangkan kendaraan "kecepatan China" dengan mendirikan rumah proyek untuk mempercepat birokrasi sehingga persetujuan bisa lebih cepat.
Langkah ini telah membantu Audi meluncurkan supercar Nuvolari edisi terbatas, yang diciptakan sebagai penerus spiritual Audi R8 dan diluncurkan dengan powertrain hybrid V8 twin-turbo dasar yang sama dengan Lamborghini Temerario.
Strategi baru Audi juga memungkinkan akselerasi dalam peluncuran produk baru dari mobil sport Concept C yang akan menggantikan Audi TT. (AB)
