Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Beberapa Kerugian Membeli Sebuah PHEV

Era mobil eletrifikasi kini sudah berjalan di Indonesia.
Berita
Kamis, 15 Agustus 2024 10:00 WIB
Penulis : Aditya Widiutomo


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER – Era mobil eletrifikasi kini sudah berjalan di Indonesia. Berbagai macam teknologi elektrifikasi disuguhkan oleh berbagai merek seperti Hybrid Electric Vehicle alias HEV, Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), dan juga Battery Electric Vehicle (BEV) alias penggerak listrik murni.

Berbagai cara dilakukan oleh pemerintah untuk menstimulus pasar mobil elektrifikasi. Seperti bebas ganjil genap khusus wilayah DKI Jakarta, bebas Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), dan juga bebas Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor atau BBNKB.
Kendati demikian, tak semua jenis kendaraan elektrifikasi bisa menikmati hal tersebut. Ketiga hak Istimewa tersebut hanya dikhususkan untuk konsumen mobil berpenggerak listrik murni.

Lexus RX450H+

Dan menurut opini kami, salah satu yang paling tidak beruntung adalah konsumen mobil PHEV. Pasalnya, dengan harga jual yang mahal dan bisa berjalan tanpa mengeluarkan emisi dalam jarak waktu tertentu, mobil PHEV tidak memiliki beberapa keringanan yang sama seperti mobil listrik.

Saat ini, mobil listrik termurah yang bisa Anda temukan di pasaran adalah Toyota Rav4 dengan harga Rp 1,150 miliar. Kemudian ada beberapa pilihan lainnya, seperti Volvo XC40 Hybrid Recharge, Lexus RX450H+, Range Rover Sport, Range Rover, hingga BMW XM yang sama sekali tidak murah.

BACA JUGA

Berikut adalah kerugian ketika Anda membeli sebuah mobil PHEV.

1.Tidak bebas ganjil genap

Salah satu kerugian yang dirasakan konsumen PHEV adalah tidak terbebas dari ganjil genap seperti mobil listrik.

Kebalnya mobil listrik terhadap peraturan ganjil genap sudah tertuang pada Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2019 tentang ganjil genap. Alasannya adalah karena mobil berpenggerak listrik murni tidak mengeluarkan emisi gas buang.

Padahal, mobil berpenggerak Plug-in Hybrid dapat beroperasi layaknya mobil listrik atau hanya mengandalkan motor listrik penuh meski range-nya tidak sejauh mobil listrik murni. Seperti contoh mobil tes yang saat ini digunakan oleh tim OtoDriver, Lexus RX450H+, dengan keadaan baterai penuh, mobil ini sanggup berjalan tanpa emisi gas buang sejauh 65 km yang artinya untuk jarak komuter sangat memadahi.

Besaran BBNKB dan PKB Lexus RX450H+

2. Dikenakan Pajak Kendaraan Bermotor normal

Salah satu keuntungan memiliki mobil listrik murni adalah tidak dikenakannya PKB saat ini dan hal ini tidak terjadi di mobil PHEV. Sebut saja Lexus RX450H+ yang kami tes kali ini, mobil ini dikenakan biaya PKB per tahun sebesar Rp 21 juta.

Padahal secara harga jual, RX450H+ lebih murah dibandingkan mobil listrik premium asal Eropa kebanyakan, seperti BMW iX, BMW i7, Mercedes-EQE, hingga Mercedes-EQS.

3. Dikenakan BBNKB normal

Keringanan insentif pajak juga dikenakan pada mobil listrik. Di antaranya adalah PPN sebesar 1 persen khusus untuk mobil listrik rakitan dalam negeri dengan syarat TKDN dan juga bebas Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil listrk CBU maupun CKD.

Dan tentunya hal ini tidak bisa dirasakan oleh mobil PHEV. Alhasil, seperti Lexus RX450H+ ini dikenakan BBNKB sebesar Rp 126,5 juta yang berimbas pada harga jual on the road-nya. (AW).


Tags Terkait :
PHEV Lexus RX450H+
A

Aditya Widiutomo

Jurnalis

Memulai karier sebagai drifter, lantas menekuni jurnalistik otomotif dan review mobil sejak 2017. Walau sering mereview...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Beberapa Kerugian Membeli Sebuah PHEV

Era mobil eletrifikasi kini sudah berjalan di Indonesia.

1 tahun yang lalu


Tips
2025 Lexus Indonesia Bebas Dari Mobil Mesin Bakar Murni

Bukan tanpa alasan Lexus hanya membawa mobil listrik saja, ke depan brand mobil mewah milik Toyota ini menargetkan untuk hanya menjual mobil listrik pada 2035.

3 tahun yang lalu


Berita
Mengenal Lebih Dekat Klan Lexus RX yang Baru Saja Meluncur

Walau dipartisi dengan opsi teknologi, namun RX tetap mewarisi konsep Lexus yang perfeksionis. Semuanya mobil dikerjakan oleh para Takumi Lexus dengan teliti.

3 tahun yang lalu


Berita
All New Lexus RX Series, Meluncur Usung Tiga Model Sekaligus

Peminat RX sudah ribuan

3 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Leapmotor Resmikan Dealer Perdana di Indonesia, Jadi Bagian Stellantis Brand House PIK

Dealer pertama Leapmotor Indonesia resmi dibuka di Stellantis Brand House PIK, Jakarta Utara. Fasilitas ini menyediakan layanan penjualan dan purna jual terintegrasi dengan merek Citroën dan Jeep.

3 jam yang lalu


Pikap
Isuzu Akan Tampilkan Lima Bintang di GIIAS 2026

Menyampaikan pesan bahwa Isuzu bisa dimanfaatkan dalam bentuk apapun.

4 jam yang lalu


Berita
Ini Bocoran Harga dan Jadwal Pengiriman Leapmotor B10 di Indonesia

Harga Leapmotor B10 Indonesia diperkirakan Rp 400 jutaan dan akan diumumkan pada 30 Juli. Pengiriman dimulai setelah peluncuran di GIIAS 2026.

5 jam yang lalu


Berita
Kia All New Seltos Andalkan Platform Baru, Improvement Kenyamanan dan Kabin Lega

Kia All New Seltos mengandalkan platform K3 yang menawarkan rigiditas bodi lebih baik, kabin lebih lega, dan pengurangan NVH untuk kenyamanan berkendara.

6 jam yang lalu


Berita
Testarossa Dihidupkan Kembali, Ini Sejarah di Balik Ferrari 849 Testarossa

Spesifikasi Ferrari 849 Testarossa mencakup sistem plug-in hybrid V8 twin-turbo 1.050 cv yang menggantikan SF90 Stradale dengan desain modern dan sejarah nama Testarossa.

10 jam yang lalu