Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Pangkas Emisi Karbon, Toyota Akan Produksi Hidrogen dari Kotoran Ayam

Toyota kan memproduksi hidrogen yang berasal dari biogas yang berasal dari kotoran ayam dan limbah makanan untuk pertama kalinya di Thailand.
Berita
Selasa, 27 Juni 2023 13:00 WIB
Penulis : Gemilang Isromi Nuar


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Jakarta, OTODRIVER - Pada perkembangan otomotif di dunia, saat ini tengah mengembangkan trend kendaraan listrik. Namun tidak hanya itu, Toyota yang juga sebagai pemain di industri ini masih melihat potensi yang ada dalam teknologi hidrogen.

Rencana tersebut akan dilakukan oleh Toyota Motor Corporation (TMC) yang bekerjasama dengan Toyota Tsusho Corporation (Toyota Tsusho), dan Mitsubishi Kakoki Kaisha, Ltd. (Mitsubishi Kakoki) yang nantinya akan memproduksi hidrogen yang berasal dari biogas yang berasal dari kotoran ayam dan limbah makanan untuk pertama kalinya di Thailand.

Dikutip dari global.toyota, Selasa (27/6), Toyota dan Toyota Tsusho akan bekerja sama dalam produksi hidrogen untuk mempertimbangkan konstruksi dan pengenalan sistem keseluruhan untuk kompresi, penyimpanan, dan transportasi biogas dan hidrogen, serta pembentukan sistem operasi yang akan diperkenalkan pada November 2023.

Peralatan ini akan digunakan sebagai bagian dari serangkaian inisiatif di bidang produksi, pengangkutan, penyimpanan dan penggunaan hidrogen. Mereka juga akan bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk membantu mencapai masyarakat hidrogen dan pada akhirnya masyarakat netral karbon.

BACA JUGA

Sementara itu, Dikutip toyotatimes.jp, Toyota optimistis penggunaan mobil berteknologi hidrogen ini akan memacu pasar fuel cell electric vehicle (FCEV) secara global. 

"Pendekatan FCEV akan terkoordinasi dengan mencakup segala hal mulai dari pengembangan dan produksi hingga penjualan sehingga produk mobil hidrogen Toyota akan semakin terjangkau. Kami akan mengejar volume yang cukup untuk menawarkan produk yang terjangkau" ujar Hydrogen Factory President, Mitsumasa Yamagata.

Ia juga menambahkan, bahwa Toyota telah menerima penawaran sebanyak 100.000 unit kendaraan fuel cell pada 2030 yang dimana nantinya, kendaraan komersial memiliki sistem sel bahan bakar terdiri atas tumpukan sirkuit yang tertanam dalam lembaran tipis 'sel' yang menghasilkan listrik melalui reaksi kimia antara oksigen dan hidrogen. (GIN)


Tags Terkait :
Mobil Hidrogen Toyota Emisi Karbon
G

Gemilang Isromi Nuar

Penulis

Jurnalis lulusan IISIP Jakarta sejak 2013. Berpengalaman di tabloid, harian, dan media online hingga kini di Otorider. T...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Toyota : Mengurangi Emisi Tidak Hanya Lewat Produk Mobil

Upaya sinergis dari semua proses produksi juga termasuk usaha reduksi emisi

1 tahun yang lalu


Berita
Toyota Rilis Hydrogen Refueling Station, Wujud Peran Transisi Energi Yang Ramah Lingkungan

Toyota Indonesia resmikan fasilitas Hydrogen Refueling Station (HRS) di xEV Center Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Karawang Plant 3, Karawang, Jawa Barat

1 tahun yang lalu


Berita
PLN dan Pertamina Sedang Bangun SPBU Hidrogen, Kapan Ada Kendaraanya di Indonesia?

PT Pertamina (Persero) dan PLN juga sedang membangun SPBU hidrogen atau yang punya nama resmi hydrogen refueling Station (HRS).

2 tahun yang lalu


Berita
Mobil Bahan Bakar Bakar Hidrogen Lebih Murah, Tapi Ada Kendala

Untuk biaya penggunaan bahan bakar hidrogen lebih murah dibandingkan biaya untuk penggunaan BBM dan listrik

2 tahun yang lalu


Berita
Dukung Energi Hidrogen, PLN Bangun Stasiun Pengisian Pertama di Indonesia

Progres pembangunan HRS tersebut diklaim mencapai 98 persen dan ditargetkan selesai pada Februari 2024

2 tahun yang lalu


Berita
Indonesia Siap Gunakan Hidrogen Sebagai Bahan Bakar Kendaraan pada 2030

Energi baru ini nantinya dapat membantu Indonesia untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil

2 tahun yang lalu


Berita
Indonesia Berpotensi Besar Jadi Pemain Kunci Ekosistem Mobil Hidrogen

Selain nikel yang menjadi bahan baku baterai EV, hidrogen hijau juga menjadi potensi baru sumber energi bersih yang hanya mengeluarkan uap air tanpa residu di udara atau menambah emisi karbon gas

2 tahun yang lalu


Berita
Kata Toyota, PHEV Belum Siap Untuk Pikap

Toyota Hilux PHEV belum siap untuk diterapkan karena tantangan massa, muatan, dan kemampuan menarik beban yang belum memenuhi standar pikap. Toyota lebih mempertimbangkan FCEV pada 2028.

2 minggu yang lalu


Terkini

Berita
Mobil Misterius Gazoo Racing Ini Hadirkan Spekulasi Kelahiran Kembali Toyota MR2

Spesifikasi Toyota MR2 generasi baru Gazoo Racing masih dirahasiakan. Prototipe mid-engine ini memunculkan spekulasi kehadiran model sport dengan sistem AWD dan mesin 2.0 liter.

2 jam yang lalu


Berita
Cadillac Percaya Diri Andalkan Mesin Bensin di Tengah Harga Bensin Yang Tinggi

Cadillac merupakan salah satu label dari General Motors (GM) yang dikenal paling agresif dalam menghadirkan mobil listrik. Namun mereka masih punya minat besar pada mobil bermesin bakar yang besar.

3 jam yang lalu


Tips
Bukan Sekadar Mitos, Ini Alasan Nitrogen Diklaim Bikin Ban Lebih Stabil

Benarkah nitrogen mampu menjaga tekanan ban lebih stabil? Ahli menjelaskan perbedaan molekul nitrogen dan oksigen.

4 jam yang lalu


Berita
Brand ‘O’ Siap Debut di Indonesia, Diduga Omoda O4 Meluncur 27 Juli 2026

Brand O dari Chery akan debut di Indonesia. Peluncuran Omoda O4 27 Juli 2026 Indonesia dijadwalkan dengan desain futuristis untuk konsumen muda.

5 jam yang lalu


Berita
Bos Toyota Serukan Brand Jepang Bersatu Hadapi Ancaman Mobil China

Toyota ingin agar produsen mobil Jepang berbagi komponen yang tidak terlihat maupun disentuh pelanggan sebagai langkah untuk memangkas biaya dan menghadapi meningkatnya persaingan.

6 jam yang lalu