Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Apakah Bisa Pajak Kendaraan Dihapus, Tapi Dibebankan Saat Beli BBM?

Ketua YLKI Tulus Abadi mengatakan sebaiknya pembelian BBM dikenai biaya preservasi.
Berita
Senin, 13 Juni 2022 13:00 WIB
Penulis : Gemilang Isromi Nuar


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengusulkan pemerintah menghapus pajak kendaraan. Sebagai gantinya, ada biaya saat pemilik kendaraan bermotor membeli bahan bakar minyak (BBM).

Ketua YLKI Tulus Abadi mengatakan sebaiknya pembelian BBM dikenai biaya preservasi. Ia menilai selama ini pemerintah kesulitan menaikkan harga BBM karena konsumsi masyarakat nyaris tidak terkendali.

"Kami mengusulkan dana preservasi ini bisa dipungut saat konsumen membeli BBM. Saya kira lebih adil ketika konsumen membeli BBM dikenakan dana preservasi," ujar Tulus dalam keterangannya, Senin (6/6).

Baca JugaPajak Kendaraan Dihapus, Tapi Dibebankan Saat Beli BBM

BACA JUGA

Namun, apakah bisa keputusan pajak kendaraan dihapus tapi diambil dari pajak lain saat mengisi BBM?

Pengamat otomotif sekaligus akademisi di Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Pasaribu berpendapat, terdapat tiga argumentasi dalam usulan dari YLKI yaitu dana preservasi saat isi BBM, isu nyaris tidak terkendalinya tingkat konsumsi BBM oleh masyarakat, dan alasan pemerintah kesulitan menaikkan harga BBM.

"Tidak semudah itu menghilangkan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), karena, sekitar 35% Pendapatan Asli Daerah (PAD) pemerintah provinsi berasal dari PKB. Untuk itu, pemasukan fixed melalui jumlah PKB dengan variabel angka dan setoran yang tetap akan mempermudah pemerintah provinsi dalam menghitung potensi pemasukan kas daerah dari pajak kendaraan bermotor," kata Yannes saat dihubungi OtoDriver Sabtu, (11/6).

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah provinsi juga sejak lama sudah menarik pajak BBM untuk kas daerahnya.

Terkait isu tingginya konsumsi masyarakat terhadap BBM yang menurut YLKI akan menekan tingkat pencemaran, Yannes berpendapat idak terkendalinya tingkat konsumsi BBM adalah akibat sudah semakin banyaknya jumlah kendaraan bermotor di jalan. Pemerintah sendiri belum pernah memaparkan perhitungan tren penjualan kendaraan bermotor yang akan terus meningkat dari tahun ke tahun.

"Tingkat konsumsi BBM bukannya tidak terkendali, tetapi sudah dapat diprediksi dari tren penggunaan rata-rata masyarakat pertahunnya dan Pertamina tahu itu. Lalu, pertambahan jumlah kendaraan bermotor jelas akan menambah pemasukan kas daerah dan kas negara, serta meningkatkan berbagai lini bisnis yang ujungnya berdampak positif pada peningkatan ekonomi masyarakat," ujar Yannes.

Dalam hal pemerintah kesulitan menaikkan harga BBM, tentu sulit jika dilakukan secara sembarangan. Sebab BBM dapat menjadi elemen inflatoir yang signifikan. Untuk itu pemerintah tentunya perlu kehati-hatian dalam melakukannya.

"Strategi penghapusan Premium terbukti tidak berpengaruh besar pada peningkatan inflasi. Jadi, ide YLKI jelas akan dinilai semua pemerintah provinsi di Indonesia sebagai absurd, tidak memiliki landasan kajian yang luas dan mendalam dan tidak sustained. Logika YLKI yang minim kajian perlu menjadi pertanyaan serius." ungkap Yannes.
 


Tags Terkait :
Pajak Kendaraan Bbm Mobil YLKI
G

Gemilang Isromi Nuar

Penulis

Jurnalis lulusan IISIP Jakarta sejak 2013. Berpengalaman di tabloid, harian, dan media online hingga kini di Otorider. T...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Bayar Pajak Mobil Lebih Mudah Dan Efektif Melalui Online

Bayar Pajak Online lebih mudah dan efektif. Ketahui cara terbaru bayar pajak dengan praktis.

3 bulan yang lalu


Berita
Suzuki India Pasarkan Wagon R FFV Yang Bisa Minum Bensin Campur Etanol

Suzuki Wagon R FFV flex fuel India menjadi kendaraan flex-fuel produksi massal pertama di India yang mampu menggunakan campuran bensin dan etanol E20 hingga E85.

1 hari yang lalu


Berita
Bukti Hyundai Fokus Terhadap Kendaraan Hydrogen

Hyundai all-new NEXO hidrogen Eropa ditampilkan Hyundai Motor Group di World Hydrogen Summit Rotterdam sebagai bukti pengembangan kendaraan fuel cell dan ekosistem hidrogen yang terintegrasi.

1 hari yang lalu


Berita
Mobil Masih Dipakai Tapi Nilainya Turun, Salah Timing Jual Bisa Rugi Puluhan Juta

Mobil masih dipakai tapi nilainya diam-diam turun. Salah timing jual mobil operasional bisa membuat perusahaan rugi hingga puluhan juta rupiah per unit.

1 hari yang lalu


Terkini

Berita
Menyusul Pertamina, Harga di SPBU BP Juga Ada Kenaikan

Pasokan BBM di SPBU swasta masih tersendat.

1 jam yang lalu


Mobil Listrik
Mitsubishi Ecplise Sportback EV Hadir Dengan Racikan Nissan Leaf

Nama Eclipse kembali digunakan, kali ini hadir sebagai sosok sportback EV yang merupakan rebadge dari Nissan Leaf.

1 jam yang lalu


Berita
Pertamax 92 Dan Pertamax Green 95 Alami Kenaikan Harga

Harga Bahan Bakar Minyak alias BBM non solar mengalami penyesuaian.

4 jam yang lalu


Bus
Tarif Baru Transjabodetabek Rp10 Ribu Akan Segera Ditetapkan

Rencana tarif baru Transjabodetabek Rp10 ribu sebagai tarif integrasi maksimal dalam tiga jam akan segera ditetapkan pemerintah DKI Jakarta melalui JakLingko.

15 jam yang lalu


Berita
Ferrari 296 Speciale Gunakan V6, Jadi Ferrari Paling Hardcore Saat Ini

Ferrari 296 Speciale hadir di Indonesia bahkan disebut sebagai yang pertama di Asia Tenggara, dengan warna khusus Violetto Dino yang semakin memperkuat aura eksklusifnya.

15 jam yang lalu