Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Industri Otomotif Indonesia, Ibarat Sudah Jatuh Tertimpa Tangga

Penjualan mobil nasional sedang tidak baik-baik saja. Ini faktanya.
Berita
Rabu, 21 Mei 2025 13:00 WIB
Penulis : Aditya Widiutomo
Ilustrasi pameran otomotif. (Foto: Suryo Sudjatmiko)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Penjualan mobil nasional sedang tidak baik-baik saja. Dalam dua tahun terakhir, grafiknya terus menurun. 

Hal ini memicu kekhawatiran sejumlah pihak, termasuk pengamat industri otomotif, Riyanto selaku Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia yang menyebut kondisi ini sebagai bentuk resesi di sektor otomotif.

"Ibaratnya, industri mobil sudah jatuh tertimpa tangga," buka Riyanto. Ia menyoroti, di tengah kondisi pasar yang lesu, beberapa daerah justru menerapkan opsen pajak baru yang memperberat beban konsumen.

Test Drive IIMS 2025 (Foto : adit)

Menurut Riyanto, salah satu cara efektif untuk membangkitkan industri adalah lewat pemberian insentif fiskal. Ia menyodorkan data bahwa insentif mampu mendongkrak penjualan. “Dengan model regresi, terlihat bahwa penjualan BEV yang dapat insentif 57% lebih tinggi dibandingkan yang tidak,” paparnya.

BACA JUGA

Namun, ia mengingatkan bahwa insentif jangan hanya difokuskan pada kendaraan listrik berbasis baterai (BEV). Riyanto menyebutkan, berdasarkan pendekatan well-to-wheel, emisi BEV tidak lebih rendah dari hybrid. Oleh karena itu, menurutnya sudah waktunya pemerintah memperluas skema insentif ke kendaraan berbasis ICE, LCGC, hingga hybrid, dengan dasar perhitungan emisi.

“BEV itu lebih cocok untuk mobil kedua atau ketiga. Kalau untuk mobil pertama, orang masih pilih ICE, LCGC, atau hybrid, karena lebih praktis dan tidak punya masalah infrastruktur,” kata Riyanto, menyinggung isu keterbatasan SPKLU dan kecemasan jarak tempuh BEV.

Ia menyarankan, pemerintah bisa meniru pendekatan era pandemi, seperti diskon PPN atau PPnBM, untuk menyelamatkan industri otomotif dari jurang krisis. "Yang penting harga kendaraan bisa turun," tegasnya.

Untuk jangka panjang, Riyanto mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap tarif pajak kendaraan yang saat ini bisa menyentuh lebih dari 40%. Ia menilai, angka tersebut terlalu membebani konsumen maupun pelaku industri.

“Pemerintah jangan takut rugi memberi insentif. Dampak ekonominya besar,” ujar Riyanto. Ia menghitung, insentif PPnBM 0% bisa mendongkrak PDB hingga 0,8%, menciptakan 23 ribu lapangan kerja langsung di otomotif, dan 47 ribu pekerjaan tambahan di sektor lainnya.

Jelas sudah, bagi Riyanto, solusi pemulihan industri otomotif bukan hanya tentang teknologi, tapi juga keberanian membuat kebijakan fiskal yang tepat sasaran. (AW).


Tags Terkait :
Penjualan Mobil
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Berjualan Di Indonesia, Leapmotor Bawa Bekal Brand China Dengan Pertumbuhan Paling Cepat

Leapmotor siap berjualan di Indonesia. Mereka datang dengan bekal sebagai produsen otomotif Tiongkok dengan pertumbuhan yang sangat besar dari 2019-2025.

1 hari yang lalu

Tips
Wuling Darion Berhasil Pikat Pasar Nasional, Terjual 4.000 Unit Dalam 4 Bulan

Penjualan Wuling Darion tembus 4.000 unit dalam 4 bulan sejak peluncuran November 2025. Varian EV dominasi 80% peminat, ungguli BYD M6.

1 hari yang lalu


Daftar Harga
Daftar Harga SUZUKI Terbaru (Maret 2026)

Daftar harga Suzuki terbaru Maret 2026 stabil dari November 2025. Ertiga mulai Rp236,1 juta hingga e-Vitara Rp755 juta.

1 hari yang lalu

Berita
Pasokan Daihatsu Rocky Hybrid Ke Indonesia Sudah Naik Dua Kali Lipat

Untuk pemesan yang baru akan diberi estimasi waktu tunggu dua bulan.

1 hari yang lalu


Daftar Harga
Daftar Harga DAIHATSU Terbaru (Maret 2026)

Daihatsu merupakan salah satu produsen mobil asal Jepang yang memiliki penjualan gemilang di Indonesia.

1 hari yang lalu


Berita
e-Vitara, BEV Pertama Suzuki Segera Diserahterimakan Ke Konsumen Indonesia

Suzuki e-Vitara akan segera diserahterimakan ke konsumen Indonesia

1 hari yang lalu


Berita
Volkswagen Resmikan Showroom 3S Terbaru di TB Simatupang, Ini Fasilitasnya

Bertepatan dengan bulan suci Ramadan, peresmian showroom ini turut dirayakan melalui buka puasa bersama dan penyerahan santunan kepada Yayasan Asrama Asuh Dompet Yatim dan Dhuafa.

1 hari yang lalu


Berita
Xpeng Siapkan Mekanik Terbang Untuk Wilayah Yang Belum Ada Dealer

Bagian dari komitmen penuh untuk menghadirkan standar kenyamanan memilik Xpeng

1 hari yang lalu


Terkini

First Drive
Mitsubishi Xpander HEV Tidak Akan Meluncur Di Indonesia Tahun Ini

Kapan rilis Mitsubishi Xpander HEV di Indonesia? Tak tahun ini. Hybrid 2026 fokus XForce HEV dan Destinator MHEV, Xpander HEV mungkin 2028 dengan gen 2.

6 jam yang lalu


Berita
Toyota Siapkan Rival Ford Raptor. Dilabeli Sebagai TRD Hammer

Toyota siapkan TRD Hammer sebagai rival Ford Raptor berbasis Tundra. Mesin V6 twin-turbo hybrid 3.4L capai 437 hp, respons terhadap Ram TRX.

7 jam yang lalu


Berita
Mudik In Style 2026 : Perfoma Audi Q8, Mampu Melupakan Kekurangannya

Harga Audi Q8 RS 55 TFSI di Indonesia Rp 2,83 miliar. Performa V6 340 hp dan quattro unggul di Mudik in Style 2026, meski BBM boros 5,6 km/liter.

8 jam yang lalu


Berita
Mudik in Style 2026 : Empat Alasan Xpeng G6 Pro Dipakai Sebagai Mobil Libur Lebaran

Alasan Xpeng G6 Pro dipilih Mudik in Style 2026: suspensi nyaman, efisiensi SUV listrik, arsitektur 800V fast charging, dan desain dewasa.

9 jam yang lalu


Berita
Bocoran EV Lamborghini Sebelum Dirilis Ke Pasaran

Lamborghini masih terus mengembangkan model bertenaga listrik murni yang dijadwalkan meluncur setelah 2030.

11 jam yang lalu