Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Gaikindo: Mutasi Ke Mobil Full Elektrik Terlalu Cepat Akan Lumpuhkan Industri Komponen

Industri komponen terancam gulung tikar karena pemangkasan komponen pada sebuah mobil listrik
Berita
Minggu, 17 Oktober 2021 06:00 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Melakukan perubahan secara cepat akan menimbulkan dampak tersendiri, termasuk dalam transisi dari mobil bermesin konvensional ke mobil full elektrik. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebutkan ada sejumlah tantangan dalam transisi tersebut.

Tantangan pertama muncul dari harga jual kendaraan full setrum yang tergolong mahal di kisaran Rp 600 jutaan atau setara dengan rata-rata harga dua LMPV. Angka ini masih berada jauh di atas daya beli konsumen Indonesia, di mana rata-rata berada di bawah Rp 300 juta. Hal ini merupakan celah yang cukup besar antara BEV dan daya beli masyarakat.

"PDB per kapita Indonesia saat ini masih di kisaran USD4.000, sehingga daya beli masyarakat untuk mobil masih di bwah Rp300 juta," jelas Shodiq Wicaksono, Ketua V Gaikindo dalam diskusi virtual "Industri Otomotif Indonesia di Era Elektrifikasi", Jumat (15/10).

Berdasarkan data Gaikindo, per September 2021, penjualan BEV mencapai 611 unit, hanya 0,1% dari total pasar, sedangkan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) 44 unit. Adapun penjualan HEV (Hybrid Electric Vehicle) mencapai 1.737 unit atau 0,3%.
Tantangan selanjutnya datang dari ‘perut’ industri otomotif, khususnya industri komponen. Transisi dari ICE ke BEV diperkirakan bakal mendisrupsi 47% perusahaan.  Sebagai bayangan, sebuah mobil listrik hanya butuh 20 ribuan komponen untuk jadi sebuah mobil, sedangkan untuk mobil konvensional butuh sekitar 30 ribuan komponen. Ada yang hilang seperti mesin, knalpot dan sebagainya.

BACA JUGA

"Pilihan mereka ada dua, tutup atau beralih membuat komponen-komponen BEV. Namun, membuat komponen membutuhkan investasi baru dan juga pengembangan sumber daya manusia," jelasnya.
Karenanya menurutnya harus ada masa transisi terlebih dulu, yakni melewati transisi di mobil hybrid seperti HEV ataupun PHEV sebelum sepenuhnya masuk ke BEV. Ini untuk menghindari dampak negatif perubahan struktur industri otomotif.
Masa transisi ini menurutnya dapat dimanfaatkan industri komponen untuk membangun kompetensi.
Di sisi lain, Shodiq mengakui bahwa Indonesia membutuhkan mobil listrik, seiring terus menurunnya pasokan bahan bakar fosil. BEV juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui industrialisasi kendaraan listrik. Mobil listrik juga menurunkn emisi gas buang, sejalan dengan target pemerintah menekan emisi karbon.


Tags Terkait :
EV BEV ICE
S

Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Berita
Cadillac Percaya Diri Andalkan Mesin Bensin di Tengah Harga Bensin Yang Tinggi

Cadillac merupakan salah satu label dari General Motors (GM) yang dikenal paling agresif dalam menghadirkan mobil listrik. Namun mereka masih punya minat besar pada mobil bermesin bakar yang besar.

9 jam yang lalu

Berita
Bocoran Mobil Baru di GIIAS 2026, Dari MPV Listrik hingga SUV Hybrid

GIIAS 2026 di ICE BSD City dipastikan menjadi ajang peluncuran mobil baru GIIAS 2026 dari berbagai merek, mencakup MPV listrik hingga SUV hybrid.

1 minggu yang lalu


Berita
BEV Lebih Ekonomis Dari REEV, Ini Alasannya

Alasan BEV lebih ekonomis dibanding REEV terletak pada komponen yang lebih sedikit, sehingga biaya perawatan jangka panjang lebih rendah tanpa kebutuhan servis mesin bakar.

3 minggu yang lalu


Berita
BYD Akhirnya Terjunkan Mobil PHEV Di Indonesia, Ini Alasannya

BYD memperkenalkan M6 DM sebagai mobil PHEV pertama di Indonesia untuk menjangkau konsumen di wilayah tanpa infrastruktur EV yang merata.

2 bulan yang lalu


Berita
EV Terbaru Dari Subaru Bernama Gateway, Pesaing Hyundai Palisade

Dimensinya serupa Hyundai Palisade, baru dipasarkan untuk Amerika Serikat.

2 bulan yang lalu


Mobil Listrik
Indonesia Masuk Fase Transisi Ke Mobil Listrik II

Indonesia memasuki fase transisi ke EV di tengah krisis energi. Pasar mobil listrik kuasai 10% dalam 2-3 tahun, didorong biaya operasional rendah dan infrastruktur charging.

2 bulan yang lalu


Berita
Sama-Sama Bisa Dicolok, Ini Beda PHEV dan REEV

Perbedaan PHEV dan REEV: PHEV hybrid paralel gabungkan mesin bensin-motor listrik, REEV mesin hanya generator untuk motor listrik. Kondisi di Indonesia-China.

4 bulan yang lalu


Berita
BYD Ancang-Ancang Masuk Ajang F1

F1 akan menjadi bahan memoles citra BYD secara global

4 bulan yang lalu


Terkini

Berita
Mobil Misterius Gazoo Racing Ini Hadirkan Spekulasi Kelahiran Kembali Toyota MR2

Spesifikasi Toyota MR2 generasi baru Gazoo Racing masih dirahasiakan. Prototipe mid-engine ini memunculkan spekulasi kehadiran model sport dengan sistem AWD dan mesin 2.0 liter.

8 jam yang lalu


Berita
Cadillac Percaya Diri Andalkan Mesin Bensin di Tengah Harga Bensin Yang Tinggi

Cadillac merupakan salah satu label dari General Motors (GM) yang dikenal paling agresif dalam menghadirkan mobil listrik. Namun mereka masih punya minat besar pada mobil bermesin bakar yang besar.

9 jam yang lalu


Tips
Bukan Sekadar Mitos, Ini Alasan Nitrogen Diklaim Bikin Ban Lebih Stabil

Benarkah nitrogen mampu menjaga tekanan ban lebih stabil? Ahli menjelaskan perbedaan molekul nitrogen dan oksigen.

10 jam yang lalu


Berita
Brand ‘O’ Siap Debut di Indonesia, Diduga Omoda O4 Meluncur 27 Juli 2026

Brand O dari Chery akan debut di Indonesia. Peluncuran Omoda O4 27 Juli 2026 Indonesia dijadwalkan dengan desain futuristis untuk konsumen muda.

10 jam yang lalu


Berita
Bos Toyota Serukan Brand Jepang Bersatu Hadapi Ancaman Mobil China

Toyota ingin agar produsen mobil Jepang berbagi komponen yang tidak terlihat maupun disentuh pelanggan sebagai langkah untuk memangkas biaya dan menghadapi meningkatnya persaingan.

12 jam yang lalu