Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Apa Hambatan Jika Produsen Mobil Produksi Alkes?

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, meminta kepada para produsen otomotif di Indonesia untuk membantu memerangi pandemi virus corona (COVID-19).
Berita
Rabu, 1 April 2020 08:00 WIB
Penulis : Imam Ghozali


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, meminta kepada para produsen otomotif di Indonesia untuk membantu memerangi pandemi virus corona (Covid-19). Caranya dengan memproduksi alat kesehatan (alkes) seperti ventilator atau alat bantu pernapasan.

Namun untuk melakukan hal tersebut tentu tidak semudah membalik telapak tangan. Pasti ada hambatannya, karena meski para produsen memiliki fasilitas produksi, mereka tidak punya bekal tentang memproduksi alkes.

Pengamat otomotif Bebin Djuana menyebut, bisa saja produsen memanfaatkan fasilitas yang ada. Namun tetap harus ada evaluasi menyeluruh, apa-apa saja fasilitas yang bisa digunakan dan apa yang harus dibeli untuk memproduksi alkes tersebut.

"Lalu, karena barang yang dihasilkan ini masuk dalam kategori alkes, tentunya standarnya akan berbeda dengan barang-barang yang diproduksi oleh produsen otomotif. Misal dari higienis-nya, bahan bakunya, hal-hal seperti itu," ujarnya saat dihubungi OtoDriver, Selasa (31/3).

Hambatannya tidak sampai di situ. Setelah melakukan evaluasi, sudah tahu apa saja yang harus dibeli atau ditambahkan untuk memproduksi alkes, hambatan selanjutnya adalah soal dari mana barang tersebut didapatkan. Jika impor, pasti akan sulit karena banyak negara yang sudah menerapkan lockdown.

"Nah ketika sudah dirapihkan itu semua kemudian bahan bakunya dapat dari mana, apakah sudah ada di dalam negeri atau masih harus di impor, kalau masih harus di impor tentunya dukungan pemerintah dalam hal ini dibutuhkan. Sekarang negara yang penghasill bahan baku tersebut masih produksi apa tidak," tutur Bebin.

Peran pemerintah yang dimaksud adalah untuk memudahkan jalan para produsen otomotif tanah air mendapatkan barang-barang yang diperlukan untuk memproduksi alkes tersebut.

"Karena nanti kalau mau cepat kan ordernya goverment to goverment, bukan business to business. Jadi ini kan kebutuhan negara. Saya memahaminya bahwa keinginan untuk memproduksi barang tersebut supaya tidak ketergantungan pada barang jadi yang di impor," jelas Bebin.

"Nah kemudian ketika masuk karena barang itu adalah pesanan negara, tentu seyogyanya akan lebih cepat sampai di tangan yang mau bantu untuk produksi (produsen)," pungkasnya.


Tags Terkait :
Kemenperin COVID-19 Pabrik
I

Imam Ghozali

reporter

reporter

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Insentif EV Berubah, Industri Otomotif Tunggu Kepastian Kebijakan Baru

Industri otomotif Indonesia tunggu kepastian perubahan insentif EV 2026. Pemerintah tetap komitmen dukung EV meski hentikan PPN Ditanggung Pemerintah dan bea masuk.

3 bulan yang lalu


Berita
VW Bangun Perakitan EV Di Indonesia?

VW jadi salah satu dari sembilan pabrikan yang bikin perakitan EV di Indonesia.

5 bulan yang lalu


Berita
GIIAS Makassar 2025 Resmi Dibuka, Memperlihatkan Potensi Besar Otomotif Kawasan Timur Indonesia

GIIAS Makassar 2025 resmi dibuka di Summarecon Mutiara Makassar, menegaskan peran kota ini sebagai pusat otomotif kawasan Timur Indonesia.

6 bulan yang lalu


Berita
Insentif Mobil Listrik Dicabut Akhir Tahun Ini, Enam Brand Kena Imbas

Insentif EV bakal berakhir tahun ini dan tidak akan diperpanjang

8 bulan yang lalu


Terkini

Berita
Hyundai Buka Bengkel Bodi di Wilayah Solo Raya

Sebagai upaya memperkuat layanan purna jual di Jawa Tengah.

1 jam yang lalu


Berita
Mengenal Teknologi Ling Power Yang Bikin Wuling Eksion Bisa Tempuh 1.000 Km Tanpa Isi Bensin

Melalui media drive 600 km, teknologi Ling Power Wuling Eksion menunjukkan kemampuan tempuh lebih dari 1000 km dengan PHEV.

4 jam yang lalu


Berita
Toyota Bikin Camry Dual Engine, Tapi Bukan Yang Pertama

Toyota Camry dual engine Super Taikyu diperkenalkan untuk balap ketahanan, meski konsep mobil bermesin ganda sudah ada sejak 1907.

5 jam yang lalu


Berita
Menyusul Pertamina, Harga di SPBU BP Juga Ada Kenaikan

Pasokan BBM di SPBU swasta masih tersendat.

10 jam yang lalu


Mobil Listrik
Mitsubishi Ecplise Sportback EV Hadir Dengan Racikan Nissan Leaf

Nama Eclipse kembali digunakan, kali ini hadir sebagai sosok sportback EV yang merupakan rebadge dari Nissan Leaf.

11 jam yang lalu