Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Pos Amerika Siapkan Rp 486,2 Miliar Pada Pembuat Kendaraan Pos

Di era digital, surat-menyurat sudah berganti elektronik. Namun armada pengiriman barang masih tetap diperlukan. Peremajaan angkutan barang pos ini melibatkan enam perusahaan.
Berita
Selasa, 4 Oktober 2016 14:00 WIB
Penulis : Benny Averdi


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

US Postal Service (USPS), ‘kantor pos dan giro’ versi Amerika, menggalangkan Next Generation Delivery Vehicle (NGDV), yang akan mengganti kendaraan Grumman LLV, van kargo yang beroperasi sejak 1987. Meski LLV tersebut sudah dihentikan produksinya sejak 1994, sebanyak 160 ribu unit masih beroperasi.

Seperti dikutip dari topspeed.com, melalui program NDGV ini, sebanyak enam perusahaan telah ditunjuk USPS untuk membuat kendaraan baru, mereka diberi dana dana USD 37,4 juta untuk membuat 50 unit prototipe.

Perusahaan tersebut adalah :

AM General, yang juga membuat Humvee untuk kendaraan militer Amerika dan Hummer H1 untuk General Motors

BACA JUGA

Karsan, perusahaan bus asal Turki

Mahindra, perusahaan asal India pembuat pikap, truk dan traktor serta ATV

Oshkosh, perusahaan pembuat kendaraan anti ranjau Mine Resistant Ambush Protected

Utilimaster dan VT Hackney, perusahaan pembuat truk dan boks untuk minuman dan spesialis food truck.

Tiap perusahaan ini diberi waktu setahun untuk mengerjakan proyek ini. Lantas selama enam bulan, USPS akan menguji prototipe-prototipe tersebut dalam berbagai kondisi jalan, di berbagai macam ketinggian serta pusat keramaian perkotaan. Tiap kendaraan akan dievaluasi sebagai kendaraan pengantar barang dan surat.

Meski tak dikabarkan seperti apa masing-masing kendaraan prototipe ini, namun diharapkan pengantar barang yang baru ini akan lebih baik dari sebelumnya.

Terutama soal konsumsi bahan bakar yang semakin ramah lingkungan, dengan penerapan bahan bakar CNG, hingga bahkan berteknologi fuel cell.


Tags Terkait :
USPS Kendaraan Pos
B

Benny Averdi

Penulis

Sejak tahun 2000 mengawali karir sebagai jurnalis di bidang otomotif roda 4. Meski juga menyenangi hal tentang roda 2 da...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Pos Amerika Siapkan Rp 486,2 Miliar Pada Pembuat Kendaraan Pos

Di era digital, surat-menyurat sudah berganti elektronik. Namun armada pengiriman barang masih tetap diperlukan. Peremajaan angkutan barang pos ini melibatkan enam perusahaan.

9 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Mobil Misterius Gazoo Racing Ini Hadirkan Spekulasi Kelahiran Kembali Toyota MR2

Spesifikasi Toyota MR2 generasi baru Gazoo Racing masih dirahasiakan. Prototipe mid-engine ini memunculkan spekulasi kehadiran model sport dengan sistem AWD dan mesin 2.0 liter.

9 jam yang lalu


Berita
Cadillac Percaya Diri Andalkan Mesin Bensin di Tengah Harga Bensin Yang Tinggi

Cadillac merupakan salah satu label dari General Motors (GM) yang dikenal paling agresif dalam menghadirkan mobil listrik. Namun mereka masih punya minat besar pada mobil bermesin bakar yang besar.

9 jam yang lalu


Tips
Bukan Sekadar Mitos, Ini Alasan Nitrogen Diklaim Bikin Ban Lebih Stabil

Benarkah nitrogen mampu menjaga tekanan ban lebih stabil? Ahli menjelaskan perbedaan molekul nitrogen dan oksigen.

10 jam yang lalu


Berita
Brand ‘O’ Siap Debut di Indonesia, Diduga Omoda O4 Meluncur 27 Juli 2026

Brand O dari Chery akan debut di Indonesia. Peluncuran Omoda O4 27 Juli 2026 Indonesia dijadwalkan dengan desain futuristis untuk konsumen muda.

11 jam yang lalu


Berita
Bos Toyota Serukan Brand Jepang Bersatu Hadapi Ancaman Mobil China

Toyota ingin agar produsen mobil Jepang berbagi komponen yang tidak terlihat maupun disentuh pelanggan sebagai langkah untuk memangkas biaya dan menghadapi meningkatnya persaingan.

12 jam yang lalu