BUS-TRUCK - Elektrifikasi angkutan umum sudah menjadi agenda global, banyak kota-kota besar di Eropa, Amerika Serikat, dan tentu saja berbagai kota di kawasan Asia mulai tidak melakukan pengadaan bus kota dengan mesin fosil.
Salah satunya adalah Hanoi, bukan karena kebetulan kalau ada 53 bus listrik VinFast yang mulai beroperasi sejak awal Oktober ini. Barisan bus VinFast model EB12 itu merupakan bagian dari program jangkan menengah pemerintah kota Hanoi untuk mengenyampingkan operasi bus bermesin diesel dan sejenisnya sampai 2030.
Bus-bus yang dioperasikan oleh perusahaan bernama Transerco itu punya target untuk mengganti armada bermesin fosil denganbus listrik sampai 50 persen di akhir tahun 2026 ini.
Catatan terakhir, seperti dikutip dari laman Sustainable Bus, di Hanoi beroperasi setidaknya 2.000 unit bus kota. Dari jumlah itu, ada sekitar 600 bus yang memakai peroduk dari VinBus.
Bus seri EB12 itu sendiri merupakan bus dengan model low-floor berkapasitas 60 penumpang. Rilis kedua akan dilakukan segera dengan bus VinFast bermodel EB8 yang merupakan medium bus.
Baca juga: Transjakarta Dapat Suntikan Triliunan Untuk Anggaran Beli Armada Listrik
Baca juga: Transjakarta Akan Operasikan 10.000 Bus Listrik Sampai 2030
Keduanya merupakan produk yang sudah dirilis secara resmi di wilayah Eropa saat perhelatan BusWorld 2025. Bahkan juga sudah dicanangkan pusat produksi di Benua Biru itu yang punya kapasitas terpasang 3.000 unit per tahunnya.
Bagi VinFast, upaya untuk elektrifikasi bus kota di berbagai kota di Vietnam tidak hanya dengan menghadirkan sebanyak mungkin bus listrik.
Salah satu program jangka menengah 2027-2030 adalah secara bertahap menutup SPBU konvensional yang menjual bahan bakar, menggantinya dengan charging station untuk umum.
Di Hanoi, kehadiran bus kota tenaga listrikpertama kali terjadi tahun 2021, saat ini seluruh armada bus di seantero kota pusat pemerintahan Vietnam itu sudah mengangkut tak kurang dari 100 juta penumpang dalam kurun tiga tahun terakhir. (EW)










