OTODRIVER – Selama puluhan tahun, Toyota Century dikenal sebagai mobil mewah yang nyaris tidak pernah berteriak soal kemewahannya. Kini Toyota mulai serius untuk membuatnya lebih terkenal.
Saat ini Toyota resmi memposisikan Century sebagai merek ultra-luxury di atas Lexus. Artinya, Century tidak lagi sekadar menjadi model termahal Toyota, tetapi diarahkan menjadi identitas tersendiri untuk berhadapan dengan pemain seperti Rolls-Royce, Bentley dan Mercedes-Maybach.
Sinyal ini semakin kuat setelah Chairman Toyota, Akio Toyoda, menggunakan Century SUV ketika menghadiri Automotive Hall of Fame di Detroit, Amerika Serikat. Padahal, Century SUV belum dijual di AS.
Menurut laporan The Japan Times, CTO Toyota Hiroki Nakajima menyebut Century memang sedang diarahkan menjadi model global. Toyota bahkan membawa Century ke Detroit untuk mendapatkan masukan dari kalangan industri otomotif setempat.
Super Mewah dan Tak Asal Mahal
Toyota punya alasan menempatkan Century di atas Lexus. Century membawa sejarah yang jauh lebih tua. Model berlogo burung phoenix ini lahir pada 1967, bertepatan dengan 100 tahun kelahiran Sakichi Toyoda, pendiri Toyota Group. Dari sinilah nama Century berasal.
Generasi pertama memakai mesin V8. Versi awalnya menggunakan mesin berkode 3V, pengembangan dari mesin yang dipakai Crown Eight. Berturut-turut, Century kemudian memakai mesin turunan yang sama, yakni 4V dan 5V.
Century generasi kedua diluncurkan pada 1997 dengan mesin V12 5,0 liter 1GZ-FE. Mesin ini menjadi V12 pertama Toyota untuk mobil penumpang. Pilihan tersebut bukan demi tenaga brutal, melainkan kehalusan kerjanya.
Generasi ketiga yang meluncur pada 2018 beralih ke V8 hybrid 5,0 liter. Kini keluarga Century berkembang dengan hadirnya Century SUV dan studi Century Coupe.

Pendekatannya pun berbeda dengan Lexus. Century mengandalkan craftsmanship Jepang. Detail seperti pengerjaan bodi kichomen, material interior Nishijin-ori, hingga proses perakitan yang melibatkan Takumi atau tenaga ahli menjadi bagian dari identitasnya.
Jadi, kemewahan Century bukan soal berapa banyak layar yang terpasang, melainkan seberapa sedikit bagian mobil yang terasa dibuat secara massal.
Posisi Lexus
Langkah ini juga menguntungkan Lexus. Dengan Century mengambil posisi ultra-luxury, Lexus tidak perlu memaksakan diri mengejar Rolls-Royce atau Bentley. Lexus dapat tetap berkonsentrasi sebagai merek premium global, sementara Century bermain di wilayah yang lebih eksklusif.
Toyota bahkan sudah memperlihatkan kemungkinan masa depan Century lewat Century Coupe Concept yang diperkenalkan di Japan Mobility Show 2025.
Weekly Driver juga memberitakan rumor paling menarik tentu soal kemungkinan V12 hybrid untuk coupe tersebut. Hanya saja sampai sekarang belum ada konfirmasi resmi dari Toyota, sehingga informasi ini masih sebatas spekulasi.
Yang sudah pasti, Toyota sedang mengubah cara dunia melihat Century. Dulu ia adalah mobil kehormatan Jepang. Kini Toyota ingin menjadikannya simbol ultra-luxury Jepang untuk dunia.
Dan kalau strategi ini berhasil, Toyota memiliki sesuatu yang tidak dimiliki banyak rival Eropa: merek ultra-mewah yang lahir bukan dari ambisi mengejar Rolls-Royce, melainkan dari tradisi Jepang selama hampir 60 tahun. (SS)











