OTODRIVER – Gempuran produk hybrid di pasar Indonesia cukup masif. Menjawabh hal itu, Mitsubishi pun meluncurkan Xforce Hybrid Electric Vehicle (HEV). Walaupun perhatian banyak tertuju pada Xforce Hybrid saat peluncuran, Tiga Berlian tidak meninggalkan Mitsubishi New Xforce versi bensin (ICE).
Agar tetap menarik dan berdaya saing, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) membekalinya sejumlah peningkatan fitur. Mobil ini cocok bagi konsumen yang belum ingin repot beradaptasi dengan teknologi elektrifikasi.
Salah satu tambahan yang paling mencolok adalah frameless panoramic roof pada varian Ultimate. Varian ini juga datang dengan fitur lebih lengkap, termasuk sistem keselamatan yang lebih canggih dan teknologi penunjang kenyamanan. Sementara itu, varian Exceed tetap menjadi pintu masuk dengan fitur esensial untuk penggunaan harian.
Bagi yang menginginkan nuansa lebih premium, MMKSI menyediakan Premium Package pada varian Ultimate. Paket ini berisi:
- Dynamic Sound Yamaha Premium
- Power tailgate
- Power driver seat
- Smartphone wireless charger
- Ambient lighting
- TPMS (Tire Pressure Monitoring System atau sistem pemantau tekanan ban)
Fitur lain yang tersedia di New Xforce ICE antara lain Drive Mode yang bisa dipilih sesuai kebutuhan, serta Dual Zone Climate Control dengan teknologi Nanoe-X.
Untuk urusan keselamatan dan kemudahan berkendara, New Xforce ICE dibekali Active Stability and Traction Control, Hill Start Assist, serta Blind Spot Warning dengan Lane Change Assist. Ada pula Multi Around Monitor yang memberi pandangan sekitar kendaraan, membantu saat parkir atau bermanuver di ruang sempit. Dengan panjang sekitar 4,39 meter dan ground clearance 222 mm, ukurannya masih bersahabat untuk kota, namun tetap terasa seperti SUV.

Tanpa Perlu Adaptasi Teknologi Elektrifikasi
Meski penjualan kendaraan elektrifikasi terus tumbuh, mobil bermesin pembakaran internal (ICE) masih menjadi tulang punggung pasar otomotif nasional. Data Gaikindo mencatat penjualan wholesales mobil ICE non-LCGC mencapai 175.758 unit pada Januari-April 2026, jauh di atas penjualan mobil listrik yang berada di angka 47.781 unit.
Di sisi lain, daya beli konsumen yang baru pulih masih terbatas pada mobil berharga terjangkau. Varian ICE juga menawarkan kemudahan perawatan mesin bensin sudah familier bagi bengkel di berbagai daerah dan ketersediaan komponennya luas, sementara pemilik hybrid perlu memperhatikan pemeriksaan sistem baterai secara berkala.
Kondisi inilah yang membuat varian bensin seperti New Xforce ICE tetap relevan, terutama bagi pembeli SUV pertama.
Presiden Direktur MMKSI, Atsushi Kurita, menyatakan keyakinannya pada varian bensin ini saat peluncuran. “Kami sangat yakin bahwa model ICE kami cukup mampu untuk berjalan dengan baik. Dan juga model ICE ini bisa membuat customer puas, dan benar-benar berbeda dari produk sebelumnya,” ujarnya.
Dengan paket fitur yang makin lengkap, New Xforce ICE tampil sebagai alternatif bagi konsumen yang ingin naik kelas ke SUV tanpa harus beradaptasi dengan teknologi elektrifikasi. Di saat hybrid jadi pusat perhatian, varian bensin ini membuktikan bahwa mesin konvensional masih punya tempat, terutama jika dibungkus fitur yang tidak lagi kalah dari saingan. (SS)









