OTODRIVER – Toyota angkat bicara soal insentif yang tak kunjung dikabulkan oleh pemerintah.
Namun Toyota mempercayai bahwa pemerintah sedang mempersiapkan hal yang terbaik untuk indsutri otomotif di Indonesia.
Jap Ernando Demilly selaku Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) menjelaskan bahwa pemulihan industri kendaraan bermotor akan memiliki dampak besar untuk ekonomi Indonesia.

"Puji Tuhan kalau lihat IIMS (2026) ini, rame ya. Kita lihat sampai hari ini (Jumat) responsnya masih cukup bagus. Tapi tentunya industri itu kan stakeholder-nya banyak, ada pemerintah, ada industri, ada supplier. Nah kami percaya lah pemerintah pasti memikirkan yang terbaik, baik itu fiskal maupun non fiskal, supaya marketnya bisa tumbuh. Kalau market bertumbuh, industri bertumbuh. Industri otomotif itu multiplier effect-nya gede," ujar Ernando ketika diwawancarai di IIMS 2026, Kamis (5/2).
Ia juga menilai bahwa industri otomotif saat ini telah berinvestasi banyak, termasuk menyumbang ratusan ribu lapangan pekerjaan.
"Toyota itu udah investasi lebih dari Rp 100 triliun (di Indonesia), ada lima pabrik, 350 ribu tenaga kerja yang ada di keseluruhan industri otomotif. Kita belum ngomong aspek financial services, leasing, dan sebagainya. Kita percaya pemerintah pasti bijaksana. Kita kan semangatnya sama, Indonesia pengin GDP tumbuh 8% dan saya yakin industri otomotif adalah salah satu industri yang bisa mendukung program pemerintah untuk growth GDP. Jadi kita harap pemerintah bisa buat keputusan terbaik," tambahnya.
Saat ini belum ada tanda-tanda perpanjangan insentif untuk industri otomotif tanah air. Justru dikabarkan bahwa insentif bakal dialihkan untuk proyek mobil nasional. (AW)










