OTODRIVER - Popularitas Nissan GT-R sebagai salah satu supercar paling ikonik di dunia masih sulit ditandingi. Karakter kuat dan performanya yang fantastis membuat mobil berjuluk “Godzilla” tersebut sangat mudah dikenali. Di sisi lain, pabrikan asal Korea Selatan, Kia, pernah mencoba merambah ceruk pasar mobil performa tinggi melalui Kia Stinger. Namun, Stinger dinilai belum berhasil mencapai status ikonik yang setara.
Meski demikian, Kia tidak berkecil hati. Head of R&D Kia, Manfred Harrer, mengungkapkan bahwa Kia sangat terbuka untuk merancang sebuah halo car alias flagship performa tinggi yang mampu menyaingi reputasi Nissan GT-R. Kehadiran mobil flagship ini dinilai makin relevan seiring langkah Kia yang terus memperluas jajaran model berorientasi performa melalui lini GT.
Dikutip dari Autocar, Harrer menyambut positif ide menggarap mobil sport flagship. "Banyak produsen otomotif mengambil langkah ke arah sana, jadi mengapa kita tidak?" ujar Harrer. Kendati demikian, mantan petinggi BMW dan Porsche tersebut tetap bersikap realistis. Menurutnya, Kia harus terlebih dahulu membangun identitas yang kuat bagi divisi performa GT sebelum melangkah ke proyek yang lebih ekstrem.

Sebagai informasi, sub-brand GT milik Kia memiliki konsep yang mirip dengan Hyundai N. Namun berbeda dengan Toyota Gazoo Racing yang memiliki model khusus seperti GR Supra, Kia sejauh ini lebih sering menggunakan julukan GT sebagai varian atau trim tertinggi untuk model massal mereka, bukan sebagai model berdiri sendiri (standalone model). Harrer ingin mengubah pendekatan ini untuk memperkokoh fondasi lini GT, sekaligus membuka jalan bagi penerus spiritual dari Kia Stinger.
Baca Juga: Sejak Kia Seltos Terbaru Lahir, Penjualan Kia Meningkat Tajam
Di masa lalu, Stinger sebenarnya memiliki amunisi yang mumpuni berkat mesin V6 3.5L Twin-Turbo bertenaga 365 hp. Namun, citra merek Kia saat itu yang masih sangat lekat dengan mobil keluarga membuat sebagian konsumen kelas menengah ke atas tetap melirik pesaing asal Eropa seperti BMW 440i Gran Coupe atau Audi S5 Sportback.
Membaca Peluang di Tengah Tren Hybrid dan EV Indonesia
Potensi hadirnya halo car dari Kia terasa makin menarik jika ditarik ke konteks pasar otomotif Indonesia. Saat ini, pasar Tanah Air sedang berada di titik transisi penting, di mana lini hybrid (HEV) menjadi penopang penjualan utama pabrikan, sementara lini battery electric vehicle (BEV) terus dipacu lewat berbagai insentif pemerintah.
Tren positif penjualan mobil hybrid memberikan ruang finansial yang solid bagi pabrikan untuk berinvestasi pada proyek mobil performa tinggi. Di Indonesia sendiri, Kia telah membuktikan taringnya di segmen performa EV melalui EV6 GT, crossover listrik bertenaga 641 hp yang sempat mencuri perhatian pada 2023 lalu.
Kehadiran lini listrik kencang ini menjadi bukti bahwa Kia siap mengarungi era elektrifikasi tanpa mengorbankan sensasi berkendara, sekaligus menjadi fondasi kuat jika kelak halo car berbasis elektrifikasi benar-benar diboyong ke Tanah Air untuk mendongkrak brand image. (Why)









