OTODRIVER - BYD Racco merupakan mobil buatan Tiongkok pertama yang masuk ke segmen Kei Car di Jepang. Perkenalan perdananya tahun 2025, rilis pertama ke konsumen Jepang 28 Juli 2026.
Rentang harga Racco di Jepang berdasarkan varian mulai dari 2,1 jutaan Yen sampai 2,4 jutaan Yen, atau setara Rp239 jutaan sampai Rp274 jutaan.
Respons pasar Jepang juga terbilang positif. Dua pekan setelah diluncurkan, Racco telah mengantongi lebih dari 1.000 pesanan. Kini, dua bulan sejak peluncurannya, jumlah tersebut telah menembus lebih dari 2.000 unit.
Kabar ekspansi Racco disampaikan BYD melalui salah satu dealernya di Hiratsuka, Prefektur Kanagawa, Jepang. Pengumuman tersebut sekaligus bertepatan dengan pencapaian BYD di Negeri Sakura yang telah menjual lebih dari 10.000 kendaraan sejak resmi masuk ke pasar Jepang.
Sri Lanka merupakan negera pertama yang jadi tujuan rilis BYD Racco di luar pasar Jepang, label harganya 11.450.000 Rupee atau setara Rp624 jutaan. Harga tersebut, seperti dikutip dari Car News China, memang lebih mahal dibandingkan harg untuk pasar Jepang.
Pun begitu, pihak BYD di Sri Lanka menyebutkan bahwa harga perkenalan tersebut berlaku sampai tanggal 9 November 2026. Ada kemungkinan sesudahnya harga Racco akan lebih tinggi lagi.
Spesifikasi dasarnya tidak berbeda dibandingkan yang dipasarkan di Jepang, sebut saja klaim jarak tempuhnya 320 kilometer (WLTC) dan digerakkan oleh motor listrik dengan spesifikasi 47 kW, setara 64 daya kuda.
Varian yang ditawarkan ada tiga; 200, 300 Plus, dan 300 Premium.
BYD menyebut pihaknya kini tengah mengevaluasi potensi pasar Racco di luar Jepang. Negara dengan sistem setir kanan menjadi prioritas ekspansi berikutnya.
Secara dimensi, BYD Racco memiliki panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm dan tinggi 1.800 mm, dengan wheelbase 2.520 mm. Sesuai regulasi Kei Car, mobil ini mampu membawa empat penumpang dan memiliki kapasitas bagasi 280 liter.
Berbekal dimensi yang ringkas, Racco yang berpenggerak roda depan juga menawarkan radius putar hanya 4,8 meter. Angka tersebut membuatnya cukup ideal untuk bermanuver di jalan perkotaan yang sempit.
Terkait kehadirannya untuk pasar Indonesia. Head of PR & Government BYD Indonesia Luther Panjaitan tidak menampik sedang melakukan riset BYD Racco untuk dijual di tanah air. “Ya kita masih tahap mempelajari market-nya. Jangan sampai nanti ada di segmen yang sama dengan produk yang sudah ada, BYD Atto 1,” jelasnya ke Otodriver di Danza Bipo Gatot Subroto. (EW)










