OTODRIVER - BYD Seagull alias Atto 1 generasi kedua mulai mengungkap sejumlah detail kabinnya menjelang peluncuran. Mobil listrik mungil ini mendapat sejumlah pembaruan, mulai dari jok pengemudi dengan fungsi pijat, ambient lighting, hingga layar floating.
Menariknya, generasi terbaru Seagull kini menggunakan penggerak roda belakang (RWD) dan bakal menjadi pesaing Geely EX2 atau Xingyuan di pasar China.

Masuk ke kabin, BYD Seagull terbaru dibekali layar floating berukuran besar dengan konfigurasi terbagi 3:7. Bagian kiri berfungsi sebagai panel instrumen yang menampilkan informasi seperti kecepatan, posisi gigi, jarak tempuh, konsumsi energi, hingga mode berkendara.
Sementara bagian kanan layar digunakan untuk berbagai fungsi infotainment, seperti navigasi dan pemutar musik.
Fitur kenyamanan juga mendapat peningkatan. Jok depan kini bisa diatur secara elektrik, sementara jok pengemudi dilengkapi fungsi pijat. Ambient lighting dengan pilihan warna juga menjadi salah satu fitur baru pada hatchback listrik ini.
Untuk penumpang belakang, tersedia ventilasi AC yang dapat diatur. BYD juga menyematkan dua ruang penyimpanan di bawah jok baris kedua. Selain itu, tombol magnetik “magic” khas BYD juga tersedia untuk mengoperasikan sejumlah fungsi kendaraan.
Perubahan terbesar justru terdapat pada sistem penggeraknya. Motor listrik Seagull generasi kedua ditempatkan di poros roda belakang. Konfigurasi ini sekaligus membuat ruang di bawah kap mesin dapat dimanfaatkan sebagai bagasi depan atau frunk dengan kapasitas 94 liter.
Sementara itu, kapasitas bagasi belakang mencapai 1.380 liter ketika jok belakang dilipat.
Secara dimensi, BYD Seagull terbaru memiliki panjang 4.205 mm, lebar 1.810 mm, tinggi 1.570 mm, serta wheelbase 2.650 mm.
Motor listriknya menghasilkan tenaga 127 hp. BYD menyediakan dua pilihan baterai berkapasitas 30 kWh dan 39,2 kWh. Jarak tempuhnya diklaim mencapai 320 hingga 420 km berdasarkan standar CLTC, atau sekitar 262 hingga 344 km berdasarkan WLTP.
Seagull generasi kedua juga diperkirakan mendapat teknologi flash charging. Dengan sistem tersebut, baterai diklaim dapat diisi dari 10 hingga 97 persen hanya dalam waktu sembilan menit.
Sebagai fitur opsional, BYD turut menawarkan LiDAR yang dipasang di atap. Perangkat ini menjadi bagian dari sistem bantuan berkendara canggih DiPilot 300 atau “God’s Eye B”. (AW)











